Abah Rahman Pengobat Masalah Cinta

Editor: metrokampung.com


Medan, metrokampung.com
Hidup berpasangan itu sejatinya lebih bahagia, tapi ternyata gak juga, banyak yang sudah memiliki pasangan ternyata isinya perang dunia.

Katanya juga punya uang banyak itu bikin bahagia, tapi nyatanya banyak yang sudah mengorbankan waktunya sampai uangnya banyak juga belum bahagia. 

Katanya memiliki pendidikan yang tinggi itu menjamin hidup yang bahagia, nyatanya orang stres kebanyakan dari orang-orang terdidik dengan setumpuk ijasah dan segudang pengetahuannya. 

Terus bahagia itu apa ? 
Banyak orang pergi berlibur untuk bahagia, mereka mungkin pergi ke Prapat melihat Danau Toba dan berlibur di sana. Yang di Prapat pergi ke Medan buat jalan-jalan dan berbelanja.

Ada yang ke Bali menginap di hotel berbintang di Kuta. Sampai di hotel mereka liburan ke Ubud yang menginap di Ubud pergi liburan ke Kuta. Kenapa mereka tidak merasakan bahagia di tempat mereka berada?

Yang tinggal di desa pergi ke kota untuk berlibur, yang di kota pergi ke desa juga untuk liburan, semua demi mendapatkan yang namanya kebahagiaan. Tapi apakah benar mereka menemukan kebahagiaan? Atau hanya sebatas hiburan saja dari hati yang lara?

Hidup berdampingan dengan pasangan suami-istri dengan tujuan baik dan sakral, malah kebanyakan saling tidak setia. Akibat cemburu berlebihan dan selalu mencurigai pasangan. Maka timbullah problem dalam rumah tangga.

Rumah tangga tidak menjadi rumah yang damai dan penuh ketentraman yang bahagia lagi. Karena masing-masing sibuk menuding dan mencari kenyamanan baru di luar rumah.

Punbegitu pasangan yang sedang menjalin hubungan kekasih. Perasaan bosan dan jenuh menjadi alasan untuk berselingkuh.
Sehingga hidup berpasangan menjadi rentan tidak akur. Hari-hari diwarnai dengan perselisihan dan pertengkaran.

Persoalan pasangan suami dan istri atau kekasih adalah persoalan yang lumrah terjadi di tengah masyarakat dengan seribu permasalahan hidup lainnya.

Jika hanya mengandalkan emosi dan amarah saja, maka dapat dipastikan hilangnya kesejukan dari hubungan yang sudah dibina bertahun-tahun.

Padahal bahagia itu mudah saja. Dengan menjaga saling percaya dan merawat komunikasi, In Sya Allah semua permasalahan bisa diselesaikan.

Namun, ada kalanya nasi bisa menjadi bubur. Tak ada gading yang tak retak. Setiap hubungan yang tercipta di atas bumi ini adalah hasil kesepakatan kedua pihak. Untuk saling mencintai, menyayangi, dan menjaga.

Jika keadaan telah rusak dan sulit dibenahi, jika sudah terlanjur saling membenci, bagaimana cara menyikapinya?

Bertempat di Jalan Halat Gang Umar No 1 Medan, Paranormal Abah Rahman yang juga Ketua Padepokan Kayu Sebatang, membuka praktek atas keluhan berbagai macam persoalan. Abah Rahman menyiapkan solusi jitu yang mantap untuk pengobatan.

 Mulai dari mengatasi masalah rumah tangga, putus cinta, pasangan tidak akur dan pencemburu, hingga membuat hubungan menjadi adem dan langgeng awet sampai tua, mengunci pasangan, memanggil kekasih dan permasalahan asmara lainnya.

In Sya Allah, Abah Rahman dapat memberikan jalan keluar terbaik melalui pengobatan yang akan dituntun oleh Abah Rahman langsung.

Jangan memberikan syarat apapun untuk bahagia, semakin tinggi syaratnya semakin menderita pula hidupnya. Karena bahagia yang sebenarnya itu murah dan, yang mahal dan ribet itu adalah merawat penderitaan.
Tinggal mengunjungi tempat praktek Abah Rahman, ceritakan dengan lengkap kronologis permasalahan yang sedang dihadapi.

In Sya Allah Abah Rahman akan membimbing dengan sepenuh hati dan mengobati luka sakit hati akibat cemburu, akibat diselingkuhi.
Abah Rahman siap mengembalikan hubungan yang sudah berada di ujung tanduk, mudah-mudahan setelah diperbaiki dan diobati, akan kembali seperti sebelumnya.

Kata Abah Rahman, tulisan bisa mudah dibaca karena ada spasinya.
Demikian juga dengan persoalan hidup, kita akan lebih mudah mengenali dan menyelesaikan semua itu dengan membuat jarak antara kita dengan apa yang kita hadapi. 
Kalau kita bingung sendiri dengan persoalan hidup kita, bisa jadi tak ada jeda atau jarak dalam semua masalah dan aktivitas kita, sama seperti tulisan yang tak memiliki spasi yang akan bikin kita sendiri pusing dalam membacanya.

Dalam nafas ada jeda, ada jarak antara menarik dan menghembuskan nafas, semakin panjang jarak jeda antara menarik dan menghembuskan nafas maka semakin baik pula kualitas nafas kita. 

Jeda adalah sebuah kekosongan, dalam kekosongan ada keheningan, dalam keheningan ada penyatuan atau penunggalan. Menunggalnya pikiran perasaan dan tubuh fisik. Menyatukan semua yang ada dalam diri adalah cara kita untuk menyatukan diri dengan semesta. 

Maka itu, ketika sedang berobat kepada Abah melakukannya dengan ikhlas, sabar, dan betul-betul serius. Agar apa yang diinginkan akan terkabul. Seperti perselingkuhan berhenti dan akan kembali mesra, kekasih yang menjauh bisa dekat kembali, hubungan awet sampai kakek nenek In Sya Allah menjadi kenyataan.

Mudah-mudahan, setelah melakukan pengobatan kepada Abah Rahman, persoalan yang menyesakkan dada dan membuat kepala pusing, marah-marah, serta terkadang tidak napsu makan, sudah tidak ada lagi.

Karena Abah Rahman mempunyai ramuan mujarab untuk mengobati orang-orang yang sedang bingung dan sakit akibat permasalahan asmara.

Boleh dihubungi ke nomor WA Abah Rahman, 081376306023 untuk berkonsultasi pertama sebelum berkunjung. (dra/mk)
Share:
Komentar


Berita Terkini