SUMUT

NASIONAL

Pemda Humbahas Selipkan Stiker 'Soso-soso' Berpotokan Bupati Dalam Amplop Bansos Covid19

Minggu, 26 April 2020 | 14.49 WIB
Kali Dibaca |

Stiker “ Soso-soso “ yang diselipkan di dalam Amplop Bansos Covid19.

Humbahas, Metrokampung.com
Sebagai tindak lanjut berita kesepakatan bersama Forkopimda untuk hal pemberian bantuan sosial tunai dalam rangka penanganan dampak virus Covid19 di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) pada Selasa,(21/4/2020) pekan lalu. Diputuskan sebanyak Rp. 9 Miliar APBD Kabupaten Humbahas tahun 2020, hasil refocussing dan realokasi anggaran di salurkan kepada 5000 kepala keluarga (KK) di 10 kecamatan dan 153 desa plus Kelurahan dengan rincian, Rp. 600.000,- per bulan setiap KK selam 3 (tiga) bulan, yakni April, Mei dan Juni.

Berita kesepakatan pemberian bantuan sosial tunai Covid19 ini ditanda tangani oleh, Bupati Humbang Hasundutan, Wakil Bupati Humbang Hasundutan, Ketua DPRD, Kapolres, Kajari, Dandim 2010 TU, Kepala Dinas Sosial, dan Inspektur Kabupaten.

Penyampaian bantuan sosial tunai Covid19 ke masyarakat di desa-desa, yang dimulai dari Kecamatan Tarabintang, Baktira dan Sijamapolang dirangkai dengan pemberian stiker “ Soso-soso “ yang diselipkan dalam amplop bansos. Stiker “ Soso-soso “ dimaksud memuat foto-foto Bupati, Dosmar Banjarnahor yang mensosialisasikan upaya-upaya untuk dilakukan masyarakat desa dalam mencegah penularan virus Corona.

Kepala dinas Komunikasi dan informasi, Drs Hotman Hutasoit yang dikonfirmasi awak media melalui WhatSapp Kamis,(23/4/2020), menjelaskan bahwa stiker “ Soso-soso “ tersebut merupakan Himbuan kepada masyarakat agar senantiasa menerapkan prosedur protokol kesehatan guna mengantisipasi wabah Covid19, seperti menghidari kerumunan, berjemur di pagi hari, rajin membasu tangan, Istirahat yang cukup, Makan Vitamin untuk kekebalan tubuh, Minum air hangat, menjaga jarak dengan orang lain, mandi 2 kali sehari dan ganti pakaian, dan menggunakan Masker bila batuk.

Bupati Humbang Hasundutan, Dosmar Banjarnahor menyampaikan bahwa pemberian bantuan sosial tunai ini adalah untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak langsung oleh Pandemi Covid19. Semua masyarakat yang terdampak langsung, akan mendapat bantuan langsung tunai, baik dari Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten ataupun dana desa. Dikatakan, Pemberian ini transparan, tepat sasaran dan tidak tumpang tindih dan dihimbau untuk menggunakannya kepada kebutuhan sehari-hari.

Ditambahkan nya, situasi Covid19 ini untuk pekerjaan bertani memang tidak secara langsung mengganggu proses bertani nya, tetapi hasil pertanian yang dihasilkan petani sangat berdampak akibat pandemi Covid19 ini, karena para Toke, pabrik-pabrik serta lainnya yang membutuhkan bahan dasar dari petani tidak beroperasi sementara waktu.

Secara khusus, seorang tokoh pemuda Marusaha Lumban Toruan, Minggu,(26/4/2020) mengucapkan terima kasih yang sebesar-besar nya atas perhatian pemerintah kepada seluruh lapisan masyarakat, khusus nya Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo. Sebab menurutnya, kebijakan pemberian bantuan sosial Covid19 secara tunai ke masyarakat dari mulai Sabang sampai Merauke adalah merupakan intruksi Presiden Jokowi, yang memerintahkan seluruh Gubernur dan Bupati di kabupaten/kota untuk merefocussing dan merealokasi anggaran APBD masing-masing daerah untuk diberikan kepada masyarakat sebagai bentuk penanggulangan dampak Covid19. (FT/MK)

Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru