Pengikut

SUMUT

NASIONAL

Bupati FBT Dukung Sistem Penanaman Pagar Ganda Segitiga Di Pakpak Bharat

Minggu, 09 Mei 2021 | 22.37 WIB
Kali Dibaca |


Pakpak Bharat, Metrokampung.com
Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor menyatakan sangat tertarik dan mendukung sistem penanaman Pagar Ganda Segitiga (PGS) atau tumpang sari pada tanaman kopi dengan jarak tanaman 1.30 x 165 di lahan salah satu kelompok tani binaan sebagai salah satu perusahaan kopi terbesar di Dunia, yaitu Starbucks di Desa Siempat Rube I,Kecamatan Siempat Rube,Kabupaten Pakpak Bharat. 

Pihak Starbucks Indonesia menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan petani kopi dengan memberikan pelatihan bagi  kelompok petani lokal mulai pembibitan,cara penanaman,cara perawatan dan lainnya secara gratis dengan sistem penanaman PGS serta menerapkan praktik-praktik pertanian lestari untuk menumbuhkan varietas unggul yang akan mendukung perekonomian petani.Uji coba PGS pada tanaman kopi tersebut bahwa dengan sistem PGS disamping meningkatkan populasi dapat juga ditanami dengan tanaman lain atau sistem tumpang sari.

Untuk hasilnya nanti pihak Starbucks langsung menampung dari para petani. Adapun jenis kopi dalam program pengembangan ini adalah Komposit Andung Sari Tiga, Andung sari satu dan jenis kopi Sigarar utang. 

Pihak Starbucks mengatakan saat ini mereka fokus untuk membina kelompok tani Jabi-jabi Siempat rube dan diharapkan kedepannya akan bisa lebih berkembang di Pakpak Bharat karena pihak Starbucks menilai setelah masyarakat melihat hasilnya, otomatis warga lainnya nanti secara otomatis sudah tertarik untuk mengembangkan sendiri. Untuk itu peran serta masyarakat dan gotong royong sangat dibutuhkan.

Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor mengatakan menyampaikan ucapan terima kasih kepada starbucks bisa mengedukasi dan memperhatikan Pakpak Bharat khususnya Desa Siempat Rube I. Bupati juga mengatakan dirinya mendukung seluruh program pertanian di Kabupaten Pakpak Bharat termasuk budidaya kopi ini, bahkan dirinya siap jika lahan miliknya dijadikan sebagai lahan percontohan pertanian.

Namun demi kemajuan bersama, Bupati Franc menilai perlunya niat yang kuat dari masyarakat serta budaya gotong-royong (mersiurupen) seperti tradisi Pakpak sejak dulu, perlu dibangkitkan kembali dalam berbagi pengetahuan ilmu bertani  sehingga bisa meningkatkan penghasilan  masyarakat. 

"Kalau mau maju mari kita mersiurupan atau bergotong royong untuk bagaimana cara bertani yang benar serta semangat yang kuat dari masyarakat. Dan kita mesti bersyukur kepada pihak Starbucks yang telah mau memberikan kesempatan kepada masyarakat di sini" kata Bupati Franc.

Sementara itu salah satu anggota kelompok tani Jabi-jabi, E Padang mengatakan sangat semangat dan bangga dengan atas dukungan Bupati Franc pada program ini " Dalam  percontohan ini atau sample akan mengupayakan secara maksimal dan nantinya bisa menjadi  contoh bagi masyarakat atau kelompok tani lainnya" katanya. (Babe/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru