![]() |
| PAWAI OBOR: Anak sekolah minggu dan jemaat serta parhalado HKBP Sirantau, saat menggelar pawai obor merayakan Hari Paskah, Minggu (5/4/2026) sekira Pukul 04.00 WIB. |
Tanjungbalai, metrokampung.com
Rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Kebangkitan Yesus Kristus dari kematian atau Perayaan Paskah di HKBP Sirantau Kota Tanjungbalai, Minggu (5/4/2026), diawali dengan Pawai Obor dan Ibadah Subuh (Buha Baju Ijuk).
Pawai obor dimulai dari Pukul 04.00 WIB, dengan peserta pawai yakni anak anak sekolah minggu didampingi guru-guru sekolah minggu, kemudian diikuti para jemaat dan parhalado HKBP Sirantau. Pelaksanaan pawai itu juga mendapat pengawalan dari personil Patwal Polres Tanjungbalai.
Selama pawai obor, peserta pawai berjalan kaki sembari mengumandangkan lagu lagu pujian. Rute pawai dimulai dari halaman gereja menuju Jalan FL Tobing ke Jalan Amir Husin, kemudian Jalan M Abbas hingga kembali ke Jalan Alteri dan Finish di gereja HKBP Sirantau.
Setibanya di gereja, acara dilanjutkan dengan Ibadah Subuh (Buha Buha Ijuk), yang dipimpin oleh Calon Pdt Jenifer Boru Sitorus STh.
Usai ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai kegiatan bagi anak sekolah minggu seperti, pencarian telur paskah dan kuis tentang cerita Alkitab seputar Paskah.
Irawati Simorangkir, salah seorang guru sekolah minggu di HKBP Sirantau mengatakan, kegiatan pawai obor sangat berarti bagi anak-anak sekolah minggu, remaja dan jemaat karena mengingatkan perjalanan Tuhan Yesus mulai dari Wafat sampai ke kebangkitan.
"Pawai obor serta perlombaan dalam perayaan Paskah ini perlu dilaksanakan, khususnya bagi anak sekolah minggu sebab sebagai napaktilas dan mengingatkan perjalanan Tuhan Yesus sampai ke kebangkitan. Terlebih lagi untuk semakin menguatkan iman para generasi muda gereja," kata Irawati.
Pimpinan HKBP Sirantau, Pdt. Frans Julu Sianturi, S.Th., menyampaikan bahwa pawai obor merupakan bagian dari prosesi sakral yang menandai dimulainya Ibadah Paskah, sebagai simbol kemenangan Yesus Kristus atas kematian.
Ia menegaskan, makna Paskah bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan peristiwa iman yang meneguhkan bahwa seluruh dosa umat manusia telah ditebus melalui kebangkitan Tuhan Yesus.
“Pawai obor ini telah menjadi tradisi yang terus dilestarikan sejak Injil pertama kali hadir di Tanah Batak. Melalui perayaan ini, umat Kristen bersukacita karena Tuhan Yesus telah bangkit dari kematian,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kebangkitan Kristus membawa makna pembaruan hidup bagi setiap orang percaya.
“Kebangkitan Tuhan Yesus menjadi tanda bahwa kita memperoleh hidup yang baru dan keselamatan di dalam Dia,” tutupnya. (RS/MK)

