TARUTUNG, metrokampung.com
Di tengah hiruk-pikuk transformasi digital yang kerap terasa kaku dan teknis, kehadiran Ketua TP-PKK Kabupaten Tapanuli Utara, Ny. Neny Angelina Purba, membawa kehangatan tersendiri pada gelaran Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Resmi IPSM di Gedung Sopo Partukkoan, Tarutung.
Sebagai Pembina IPSM Kabupaten Tapanuli Utara, sosoknya tidak hanya hadir sebagai pejabat formal, melainkan sebagai motor penggerak moral yang membakar semangat ratusan pekerja sosial yang hadir.
Pendekatan Humanis di Era Digital
Saat memberikan bimbingan dan arahan, Neny Angelina Purba mengingatkan seluruh kader bahwa digitalisasi bukan sekadar memindahkan data ke dalam layar gawai. Di hadapan para peserta, ia menekankan bahwa secanggih apa pun sistem yang dibangun, empati dan ketulusan tetap menjadi fondasi utama pelayanan sosial.
"Aplikasi dan teknologi ini adalah alat yang luar biasa untuk mempercepat kerja kita. Namun, ingatlah bahwa di balik setiap baris data yang kita masukkan, ada wajah-wajah masyarakat kita yang sedang membutuhkan uluran tangan. Jangan biarkan teknologi menjauhkan sentuhan kemanusiaan kita," ujar Neny dengan penuh ketulusan, yang disambut riuh tepuk tangan peserta.
Mendorong Sinergi PKK dan Pekerja Sosial
Sebagai Ketua TP-PKK, Neny berkomitmen penuh untuk mengintegrasikan peran kader PKK di tingkat desa dengan para pekerja sosial (PSM). Menurutnya, kolaborasi ini adalah kunci agar tidak ada satu pun warga rentan di Tapanuli Utara yang luput dari perhatian pemerintah.
Langkah konkret yang ia dorong dalam Bimtek ini meliputi:
Akurasi Data Berbasis Kasih: Memastikan proses pemutakhiran data dilakukan dengan terjun langsung ke lapangan guna memahami kondisi riil masyarakat.
Edukasi Digital yang Inklusif: Mendampingi para kader senior agar tidak gagap teknologi dalam mengoperasikan aplikasi baru.
Pelayanan Respons Cepat: Memanfaatkan efisiensi aplikasi untuk mempercepat penyaluran bantuan sosial tepat sasaran.
Inspirasi bagi Para Pejuang Sosial
Kehadiran dan arahan Neny Angelina Purba diakui para peserta memberikan suntikan energi baru. Teddy Simanungkalit, Ketua IPSM Taput, mengungkapkan betapa berartinya bimbingan dari Pembina IPSM tersebut.
"Ibu Neny selalu mengingatkan kami bahwa pekerjaan sosial adalah panggilan hati. Kehangatan dan perhatian beliau membuat kami, para pekerja di lapangan, merasa didengar dan didukung sepenuhnya," ungkap Teddy.
Melalui kepemimpinan yang humanis dan visioner, Neny Angelina Purba berhasil membuktikan bahwa modernisasi pelayanan publik di Tapanuli Utara tidak akan pernah kehilangan "jiwa" dan rasa kepedulian sosialnya yang mendalam.
Laporan : Jufri Panjaitan
Editor : Simon Sinaga
