Pasar Kamu Lestarikan Tradisi Mandi Nujuh Bulanan

Editor: metrokampung.com

PANTAI LABU, Metrokampung.com
Wisata Kuliner Pasar Kamu di Desa Denai Lama, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang, melestarikan tradisi Jawa Mandi Nujuh Bulanan melalui sebuah kegiatan budaya yang digelar pada Minggu (30/8/2026).

Tradisi tersebut ditampilkan melalui prosesi Mandi Nujuh Bulanan yang dilakukan pasangan Wahyu dan Rama. Kegiatan itu mendapat perhatian dari para pengunjung Pasar Kamu yang antusias menyaksikan rangkaian prosesi tradisi kehamilan tujuh bulan tersebut.

Pengelola Pasar Kamu, H. Dedi Sofyan, mengatakan kegiatan itu digelar sebagai upaya melestarikan tradisi sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya para pengunjung Pasar Kamu.

“Pada hari ini Pasar Kamu mengadakan event Mandi Nujuh Bulanan yang merupakan bagian dari tradisi Jawa. Kebetulan ada pedagang kami yang hamil tujuh bulan, jadi kami laksanakan sekaligus melestarikan dan memberi edukasi kepada pengunjung tentang budaya Jawa Mandi Nujuh Bulanan,” kata Dedi.


Menurut dia, kegiatan tersebut secara rutin dilaksanakan ketika terdapat pasangan atau pedagang di Pasar Kamu yang sedang menjalani kehamilan tujuh bulan.

“Tujuannya untuk melestarikan tradisi salah satu suku yang ada di Indonesia, khususnya di tempat kami. Semoga kegiatan event ini menambah semangat kita untuk melestarikan budaya serta dapat memberi edukasi kepada pengunjung,” ujarnya.

Mandi Nujuh Bulanan merupakan tradisi yang dilakukan ketika seorang perempuan menjalani kehamilan pertama dan memasuki usia tujuh bulan. Dalam pelaksanaannya, terdapat berbagai makanan dan minuman yang menjadi bagian dari rangkaian tradisi.

Sejumlah hidangan yang disiapkan antara lain rujak tujuh bulan, bubur nasi berwarna merah dan putih, nasi among-among, cendol, serta kelapa muda yang kulitnya dihias atau dilukis dengan gambar tokoh pewayangan.

Kelima jenis makanan dan minuman tersebut juga menjadi bagian dari menu yang dijual di Pasar Kamu. Dengan demikian, menu yang tersedia tidak hanya berupa makanan tradisional, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan berbagai tradisi yang berkembang secara turun-temurun di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Pasar Kamu tidak hanya menjadi tempat wisata kuliner, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan dan mempertahankan tradisi budaya kepada masyarakat dan generasi muda.(Lubis/MK)
Share:
Komentar


Berita Terkini