PARIWISATA

NASIONAL

Pembangunan Jalan Balige Bypass Mengundang Perhatian Masyarakat

Kamis, 18 Oktober 2018 | 11.30 WIB
Kali Dibaca |


Tobasa-Metrokampung.com
Jalan Balige Bypass yang dibangun untuk solusi mengurangi kemacetan di kota Balige ternyata menjadi bumerang terhadap warga sekitar jalan Balige bypass.

Dimana pada pembangunan jalan Balige Bypass tidak memikirkan dampak terhadap pasilitas yang dimanfaatkan masyarakat umum.

Pantauan media metrokampung.com salah satu Mual Sipangolu II yang terletak di desa Sianipar Sihail-hail kecamatan Balige menjadi sumber air bersih yang biasa dimanfaatkan masyarakat untuk air minum, mandi, mencuci pakaian kini tergenang akibat pengerjaan Balige Bypass yang asalasalan.


Salah seorang warga masyarakat Desa Sianipar Sihailhail kecamatan Balige merasa keberatan atas tergenangnya salah satu sumber mata air dikampung mereka.

Kepala Desa Sianipar Sihail-hail Jumarar Sianipar saat ditemui metrokampung.com di rumahnya mengatakan bahwa Mual Sipanglu II adalah salah satu sumber air minum yang bersejarah.

"Saya sudah pernah berkordinasi kepada pihak humas Pt Lagoa Nusantara agar Mual itu di perhatikan," ucap Jumarar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tobasa melalui kasi pengendalian dampak lingkungan S.Evendy Marpaung mengatakan " Kita harus terlebih dulu survey kelapangan untuk memastikan kondisinya dan kita akan lakukan kordinasi dengan pihak kontraktor agar semua fasilitas umum diperhatikan," ucap Evendy.(tanda/mk/red)


Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru