SUMUT

NASIONAL

Pentingnya Prediksi Cuaca Dalam Pelaksanaan Proyek

Selasa, 16 Oktober 2018 | 15.56 WIB
Kali Dibaca |

Pekerjaan konstruksi saat musim penghujan.

Tobasa-metrokampung.com
Pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan di alam terbuka tentunya sangat dipengaruhi oleh cuaca. Misalnya saja pekerjaan konstruksi jalan dan pekerjaan konstruksi bangunan. Saat cuaca cerah, pekerjaan akan berjalan dengan lancar.

Sebaliknya, ketika cuaca sedang buruk maka pekerjaan-pekerjaan pun akan terhambat, tidak maksimal dan berjalan tidak sesuai rencana. Nah, karena itu informasi mengenai prediksi cuaca sangat penting dalam melaksanakan proyek-proyek tersebut.

Hal ini dilontarkan sejumlah Pemborong Pekerjaan Konstruksi Infrastruktur di Siantar Narumonda Kabupaten Tobasa selasa (16/10/2018)kepada metrokampung.

Perri mengaku mendapat pekerjaan konstruksi pada saluran air tepat pada Jalan SMU Narumonda Kecamatan Siantar Narumonda, merasa dirugikan dengan tingginya curah hujan pada bulan oktober ini.

Ia mencontohkan, bila di turunkan para pekerja konstruksi bangunan pada musim penghujan seperti saat ini, bagaimana mendapat produksi seperti yang kita harapkan.

Pemerintah Kabupaten Tobasa dalam hal ini para Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) agar dapat lebih mempercepat pendistribusian program APBD Tobasa kedepan, apalagi kegiatan infrastruktur kata Perri.

Pihaknya memohon kepada Pemerintah Kabupaten Tobasa, agar melakukan perencanaan APBD tepat waktu, "coba abang bayangkan bila seperti musim penghujan pekerjaan ini di laksanakan, tentu kami para rekanan yang dirugikan terang Perri mengulangi.

Konsultan perencana insfrastruktur Dennis Limbong ST, saat di konfirmasi melalui celularnya,  membenarkan kalau pekerjaan itu terlambat sebagaimana mengantisipasi cuaca atau curah hujan pada lazimnya akhir tahun.

Seperti di ketahui, berkaitan dengan prediksi cuaca, perencanaan pengerjaan sebuah proyek dibagi ke dalam tiga bagian yakni pengerjaan jangka panjang, pengerjaan jangka menengah, dan pengerjaan jangka pendek tambah Dennis.

Sebaiknya proyek dengan pengerjaan jangka panjang dan pengerjaan jangka pendek dimulai di akhir musim penghujan atau pada masa peralihan antara musim hujan dan musim kemarau yakni sekitar bulan April-Mei.

Misalnya saja pada proyek pengerjaan tanah atau pondasi yang biasanya mengawali sebuah proyek. Pekerjaan ini sangat dipengaruhi oleh cuaca. Pekerjaan ini bisa tergolong sebagai pekerjaan jangka panjang atau bisa juga termasuk pekerjaan jangka pendek.

Jika dikerjakan di akhir musim penghujan atau pada masa peralihan, maka diharapkan pekerjaan ini bisa lebih lancar dan cepat diselesaikan. Cuaca yang mendukung membuat pengerjaan tanah dan pondasi nyaris tanpa hambatan dan bisa diselesaikan sesuai perencanaan waktu.

Contoh lainnya adalah pada proyek pengerjaan gedung. Pekerjaan membangun dinding sebaiknya dilakukan sebelum musim penghujan tiba. Jika dilakukan pada musim penghujan, tidak saja pengerjaannya akan berjalan lambat tetapi juga kualitas dinding menjadi kurang baik.

Dinding akan menjadi lembab karena curah hujan yang tinggi sehingga akan berpengaruh pada proses pengecatan.

Pada proyek jangka pendek, pekerjaan bisa dilakukan pada musim penghujan tetapi dengan memanfaatkan masa kering yang terjadi pada musim hujan. Pada masa kering ini curah hujan tidak lagi tinggi sehingga tidak begitu menghambat pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan.

Pada proyek dengan jangka waktu yang panjang acapkali harus melalui pengulangan musim, misalnya saja proyek pembangunan bandara atau proyek pembangunan jalan tol yang membutuhkan waktu hingga beberapa tahun.

Proyek jangka panjang seperti ini perlu melakukan perencanaan dengan memperhatikan prediksi cuaca secara cermat. Hal ini untuk menghindari keterlambatan pelaksanaan tahapan demi tahapan pengerjaan.

Proyek konstruksi memang menjadi salah satu proyek yang sangat kompleks dalam pengerjaannya. Dalam proyek konstruksi, ada begitu banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, tingkat kesulitan tiap tahap pekerjaan terbilang tinggi, melibatkan banyak sumber daya, melibatkan banyak pihak terkait, resiko yang tinggi, serta aspek ketidakpastian yang tinggi pula, terang Dennis.(*e_red)



Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru