SUMUT

NASIONAL

Pekerja PT NSJ Gruduk Kantor Bupati Labura, Sebagian Besar Emak-emak

Selasa, 13 November 2018 | 18.32 WIB
Kali Dibaca |

Para karyawan PT NSJ sampai kan tuntutan ke kantor Bupati Labura dan sedang mediasi pertemuan dengan pemkab. 
Labura-metrokampung.com
Ratusan yang mengaku karyawan  Buruh PT. Nagali Semangat Jaya (PT.NSJ) Sonomartani Kecamatan Kualuh Hulu Labura, geruduk Kantor Bupati Labuhanbatu Utara (Labura), kedatangan pekerja itu adalah sebagai bentuk kebuntuan atas kesepakatan antara buruh dan pihak perusahaan, Selasa (13/11/2018). Ratusan buruh yang sebagian besar adalah emak-emak rela berpanas-panasan mengeluarkan peluh dan air mata hanya untuk mengadukan nasib yang mereka alami, tak tahan hanya diupah sebesar Rp30 ribu/per hari dan tak dianggap sebagai karyawan, serta jatah beras dipotong dianggap sebagai bentuk kesewenang-wenangan perusahaan terhadap buruh.

Buruh secara bergantian melakukan orasi dan dalam orasinya perwakilan buruh menyampaikan, "Sangat berharap kepada Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) agar mengubah air mata buruh menjadi senyum dengan memenuhi standard kelayakan buruh di PT. NSJ Sonomartani. Akan tetapi buruh juga siap untuk melakukan aksi, berikut menginap di Kantor bupati jika tuntutan tidak terpenuhi," ujar nya dalam orasi.


Sementara Bung Daniel Marbun, Ketua KC. FSPMI itu menyampaikan "kami telah mengadukan hal ini ke Disnaker Labura,  selain itu kami juga menemukan tindak pidana yang dilakukan perusahaan terhadap buruh, ada karyawan PT. Nagali yang membayar perobatan dengan biaya sendiri ,Karena kecelakaan kerja, perusahaan tidak memasukkan karyawan dalam BPJS Ketenagakerjaan atas jaminan kesehatannya.

"Kami memperkirakan bahwa Haji Buyung (sapaan akrab bupati labura) sebagai Bapak masyarakat kabupaten Labura selama ini tidak mengetahui bentuk-bentuk kezoliman pengusaha di daerahnya, untuk itu kedatangan kami kesini berharap Bupati mampu menampung aspirasi buruh dan berlaku adil kepada pengusaha nakal," ucap nya.

Dalam orasi itu para pekerja menuntut, diantara nya, berikan perlengkapan kerja dan alat perlindungan diri secara cuma - cuma,  hentikan pemotongan upah, berikan beras tampa ada pemotongan, bayarkan THR sesuai dengan perment no 6 tahun 2016, bayarkan Upah buruh sesuai UMK,

Para pengunjuk rasa membubarkan diri setelah mendapat jawaban dan di terima Asisten III Abdul Haris Rangkuti dan kepala dinas ketenagakerjaan kerjaan dan Perindustrian kabupaten Labura  Khairul Saleh Hsb,  dan berjanji akan menindak lanjuti keluhan dan tuntutan karyawan PT Nagali, dan akan mengundang pihak PT NSJ untuk di lakukan pertemuan dengan karyawan.

Usai dari kantor Bupati labura, para pengunjuk rasa beranjak ke Gedung DPRD Labura  dan diterima Komisi B,  juga berjanji akan mengagendakan pertemuan dengan pihak perusahaan.  Para pengunjuk rasapun membubarkan diri dengan tertib.(stjg/mk/red)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru