SUMUT

NASIONAL

Rekanan PLN Area Siantar Lamban, Berbulan Warga Desa Simempar Gelap-Gelapan

Senin, 12 November 2018 | 00.35 WIB
Kali Dibaca |

Tiang tanpa kabel listrik

Gn Meriah -metrokampung.com
Harapan warga Desa Simempar, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Deliserdang agar rumahnya teraliri listrik PLN tak kunjung terwujud. Pasalnya, sudah berbulan lamanya usulan pemasangan listrik baru gak juga dipenuhi pihak PLN Area Pematang Siantar. Padahal warga sudah membayarnya melalui online.

Parahnya lagi, pekerjaan tiang listrik baru yang dilakukan rekanan PLN menuju desa tersebut juga tak kunjung selesai meski telah berbulan lamanya. Pihak rekanan dan pekerja terkesan bermalasan. Kadang kerja kadang tidak.

Pantauan wartawan metrokampung.com, para pekerja yang berada di lokasi saat bekerja sama sekali tidak memakai pakaian kerja serta Alat Pelindung Diri (APD) semisal helm, sepatu listrik atau safety shoes, kacamata safety (goggles) dan sarung tangan Safety (Safety Gloves).

Karuan warga di sana mengaku gondok setengah mati. Apalagi beberapa waktu lalu dari sejumlah media online yang mereka baca, PT PLN Wilayah Sumut melalui Manager Komunikasinya Rudi Hartono mengatakan bahwa PLN bertekad terangi Indonesia 100 persen dari Sabang sampai Merauke, baik di perkotaan maupun di pelosok negeri. Dan itu merupakan komitmen PLN dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi di seluruh Nusantara, tak terkecuali di Sumatera Utara.

Salah satu upaya mewujudkan peningkatan RE tersebut adalah dengan melistriki desa-desa yang belum menikmati listrik. Jumlah desa di Sumut yang telah menerima aliran listrik mencapai 5.778 desa atau 95,37 persen dari 6.110 desa yang ditargetkan untuk dilistriki. Untuk 2018, perlu melistriki 322 desa lagi sehingga persentase pemasangan listrik untuk perdesaan mencapai 100 persen pada akhir Tahun 2018.

Para pekerja yang tak menggunakan APD.

Sementara sejumlah warga Desa Simempar mengaku tetap gelap-gelapan di malam hari karena belum adanya penerangan listrik dari PLN. Kejadian tersebut telah bertahun mereka alami.

"Kami telah usulkan pemasangan listrik sebelum pertengahan tahun ini. Dan pihak PLN Area Pematang Siantar melalui Johannes Manurung, Bagian Pelayanan berjanji September 2018 sudah terpasang semua. Tapi sampek November baru tiangnya saja yang terpasang, itupun belom sampek ke lokasi perumahan yang kami bangun,"keluh warga desa.

Asal tau aja, karena ketiadaan aliran listrik tersebut warga Desa Simempar selama ini menumpang tinggal di desa tetangganya, Desa Gunung Paribuan. Saat kedatangan tim Satgas Dana Desa yang terdiri dari Aloysius Mudjiyono, Mashudi, Erwin Syafaruddin, M Tarsip dan Nurahman Joko pada tanggal 10 Agustus 2018 ke desa tersebut, warga menuturkan siap kembali ke desanya asal ada penerangan listrik. Dan ketika itu pihak Satgas Dana Desa berjanji akan merealisasikan permintaan warga tersebut.

Sebelum kedatangan tim, ternyata warga telah lebih dulu memohonkan pemasangan listrik baru ke PLN.

"Apa perlu kami warga desa beramai-ramai mendatangi kantor PLN, baru aspirasi kami didengar. Dengan lamanya pemasangan listrik baru, banyak oknum memanfaatkan situasi. Oknum-oknum tersebut berlagak bisa memasukan listrik dengan bayaran Rp 3 juta untuk satu pemohon. Kami warga desa yang tidak berkecukupan jangan dijadikan ladang sama oknum mengaku dari PLN. Jangan setelah ribut baru ada realisasi,"tandas sejumlah warga desa geram.

Bukan hanya warga saja yang kesal, Aspin Sitorus ST, Ketum DPP LSM Solidaritas Anak Negeri Pemantau Asset Negara Republik Indonesia (Sanpan RI) merasakan hal yang sama. Iapun meminta PT PLN Area Siantar untuk segera menyelesaikan pemasangan tiang hingga ke lokasi rumah pemohon listrik.

"PLN jangan asal jangan bicara khususnya PLN Area Siantar. Jangan suka berbohong sama masyarakat nanti fatal akibatnya,"bilang Sitorus ketika dimintai komentarnya, Minggu (11/11/2018) malam. (dra/mk/red)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru