SUMUT

NASIONAL

Bupati Karo diminta Tertibkan Calo Armada Truk Liar

Rabu, 01 Mei 2019 | 20.48 WIB
Kali Dibaca |


KARO - METROKAMPUNG.COM
Menyambut bulan Ramadhan , Pengusaha hasil pertanian  kol di desa Lambar Kecamatan Tigapanah meminta pemerintah Kabupaten Karo melalui dinas pertanian untuk peduli dan ikut mencari solusi terkait persoalan pengiriman kol ke Jakarta selain ekspor ke Taiwan.

Hal ini dikatakan  Nuel Sitepu selaku pengusaha ,saat melepas satu armada kontainer pengiriman kol ke jakarta oleh Bupati Karo Terkelin Brahmana didampingi Waka polres Karo  Kompol E. Saragih, Kadis Pertanian Sarjana Purba SSTP, kepala Bappeda Ir nasib Sianturi Msi, Camat Tiga Panah Data Martina Br Ginting, Camat merek Tomi Heriko Sidabutar, kabid perindang Toni Sembiring ,kabid pengembangan pemasaran parawisata Bartholomeus Barus SSTP, Selasa (30/4).

Menurut Nuel, saat ini mereka kelimpungan untuk mendapatkan armada/truk kontainer  pengangkutan untuk disewa, akibat maraknya calo "Armada" sehingga tingginya biaya persaingan usaha, mengembangkan sayur  Kol dari tanah karo khususnya ke daerah Jakarta sekitarnya menuai kendala," ungkapnya.

Bayangkan Pak Bupati, kalau kami yang mencari dan menyewa armada truk kontainer, sangat sulit mendapatkan, harus melalui pihak ke tiga, itulah "Calo" disinilah kerap kami dinaikkan ongkos kontainer ini.

Seharusnya jika langsung kepada pemilik truk kontainer kami bisa bayar  sewa satu kontainer sekali jalan 17 juta, tapi melalui "Calo "kami harus bayar 24 juta," keluhnya.

Untuk itu, kami minta Bupati Karo segera turun tangan bantu kami Tertibkan dan carikan solusi agar "Calo" tidak bergentayangan lagi saat kami butuhkan, sebab berpengaruh kepada nilai jual beli kol, sebagai  sasaran empuk," imbuhnya.

Lanjut dikemukan,  kol miliknya saat ini harga jual satu Jaring dipasaran  daerah  Jakarta Rp 65.000-Rp 70.000.- harga ini masih stabil, sedangkan satu Jaring bervariasi ada isi 8-10 buah kol, dan dirinya mengakui pengiriman ke Jakarta sebanyak 3 Truk kontainer  dilakukannya dalam satu Minggu," tambahnya.

Menyahuti penyampaian keluhan pengusaha Kol adanya "Calo Armada "berkeliaran  bupati Karo Terkelin Brahmana mengatakan, kita akan tindaklanjuti dan melibatkan lintas sektoral, lintas stakeholder, lintas pemangku kepentingan lainnya, begitu juga DPRD karo, serta  Polisi untuk mengadakan rapat bersama segera," ujarnya.

Iya, saya baru dengar ada sekarang Calo Armada, setelah kami diundang pengusaha kol tadi untuk melepas truk kontainer bermuatan kol ke Tangerang Jakarta,Jelas  ini akan berdampak kepada harga jual beli kol,bagi masyarakat petani. Katanya  disela sela pelepasan satu truk Kontainer.

Selanjutnya, setelah surat dari asosiasi pengusaha kol masuk ke  Pemkab Karo sesuai tadi kesepakatan ,maka dalam waktu dekat ini pihak  berkompeten lembaga KPPU (komisi pengawas persaingan usaha) di Medan  selaku penentu kebijakan persaingan usaha, kita undang untuk  hadir nantinya saat  rapat diadakan di kab. Karo," kandasnya.

Secepatnya kita rapatkan dan kita tindaklanjuti nanti  hasilnya, lalu bersama tim kita lakukan berantas Calo armada yang sudah meresahkan pengusaha tersebut," tegasnya.

Kadis Pertanian Sarjana Purba angkat bicara kedepan kita rencanakan sesuai instruksi Bupati karo lokasi yang berada dibandar tongging kec. Merek  milik Pemkab Karo akan kita jadikan STA (stasiun terminal akhir) truk truk kontainer.

Ini salah satu untuk menangkis alasan para ekpidisi /pemilik truk yang selalu mengatakan kepada pihak pengusaha, berikan kami tempat mangkal, sebagai pool menunggu antrian," katanya.

Antisipasi ini kita sudah wanti wanti, untuk itu kedepan kita adakan rapat, hasilnya kita laksanakan nanti sesuai petunjuk pimpinan," pungkasnya.(amr/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru