SUMUT

NASIONAL

Jalan Perlintasan Kereta Api Tanjungbalai Membahayakan Pengguna Jalan

Selasa, 21 Mei 2019 | 14.38 WIB
Kali Dibaca |

Perlintasan kereta api arah menara lima di Jalan Letjend. Suprapto, Kelurahan Tanjungbalai Kota IV, Kecamatan Tanjungbalai Utara, Kota Tanjungbalai.

Tanjungbalai, metrokampung.com
Perlintasan kereta Api arah mau kemenara lima di Jalan Letjend. Suprapto, Kelurahan Tanjungbalai Kota IV, Kecamatan Tanjungbalai Utara, Kota Tanjungbalai membahayakan pengendara. Pasalnya, rel kereta tersebut kondisinya rusak dan berlubang. Beberapa pengendara sepeda motor telah jatuh di jalan yang padat lalu lintas tersebut.

Pantauan wartawan Sejumlah kendaraan harus mengurangi kecepatannya ketika melintasi rel kereta api arah mau ke menara lima kota Tanjungbalai Bahkan, para pengendara juga memaksakan diri menyerobot jalur yang berlawan demi memilih jalan yang lebih baik. Tepat pada tengah rel, lubang yang menganga cukup besar. Saat jam sibuk seperti pagi dan sore hari juga membuat kendaraan harus mengantre memilih jalan yang lebih bagus,Kamis (16/5).

Salah satu Aktivis Vokal Kota Tanjungbalai Nazmi Hidayat, SH mengatakan Perlintasan sebidang adalah perpotongan sebidang antara jalur kereta api dengan jalan menuju arah pasar Suprapto tanjungbalai.

Dikatakannya Nazmi dikota Tanjungbalai, Perlintasan sebidang distasiun KA Putri Deli yang merupakan salah satu jalur nadi yang dapat menghubungkan masyarakat disekitar wilayah teluk nibung menuju ke inti kota maupun terminal kota tanjungbalai, hari ini benar benar sangat memprihatinkan.


Menurut Nazmi perlintasan rel kereta api tersebut sudah lama mengalami kerusakan parah pada bagian tengah serta bagian sisi luar rel kereta api yang setiap saat dapat memakan korban akibat dari buruknya kondisi badan jalan.

"Jika hari hari besar keagamaan maupun hari besar lainnya dijalur perlintasan ini selalu padat dan macet total, dikarenakan aktivitas truk truk bermuatan besar yang setiap hari melaui perlintasan teraebut ditambah lagi dengan aktivitas masyarakat yang sangat luar biasa apalagi saat menjelang ramadhan kemarin serta menyambut idul fitri yang akan datang".

Minimnya perhatian dari pemerintah setempat melalui dinas terkait untuk memperbaiki kerusakan di perlintasan tersebut sontak sangat meresahkan masyarakat pengguna jalan yang senantiasa melintasi dan melalui perlintasan sebidang yang rusak parah, tidak sedikit terjadi kecelakan akibat jalan rusak diperlintasan Kereta Api Tersebut, hampir setiap hari ada masyarakat yang terjatuh melewati atau melintasi jalur perlintasan itu".

"Maka berdasarkan hal tersebut, kami dari masyarakat kota tanjungbalai mendesak kepada pemerintah melalui dinas terkait untuk segera melakukan perbaikan jalan perlintasan sebidang di stasiun KA Putri Deli yang menjadi jalur nadi penghubung antara wilayah sekitaran teluk nibung dengan inti kota dan terminal".

"Serta Mendesak pemerintah melalui dinas terkait, dan pihak KA Putri Deli untuk melakukan komunikasi dalam memantau kerusakan dijalan perlintasan sebidang sebagai upaya untuk menekan angka kecelakaan akibat jalan perlintasan sebidang yang rusak parah dan siap menyantap korban yang melalui nya," ujarnya.

Salah satu warga sekitar penguna jalan perlintasan kereta api Arah mau ke menara lima kota Tanjungbalai , Zailani 50 tahun. Mengaku sering menyaksikan kendaraan roda dua yang terpelanting akibat lubang di tengah terlalu tinggi. Ditambah lagi saat hujan, kondisi rel yang licin membuat pengendara banyak yang berjatuhan. "Yang jatuh bukan satu dua lagi, sering banget hampir tiap hari ada, meskipun tidak parah hanya lecet-lecet," kata Zailani saat ditemui Wartawan.

Menurut Zailani, kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama. Meski sering diperbaiki, namun tidak lama kembali rusak,padahal lokasi perlintasan tersebut sangat dekat dengan Stasiun dan pajak pasar Suprapto Kota Tanjungbalai, seharusnya menjadi perhatian pemerintah dan pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) ," tuturnya.

PT KA bagian Operasional Deni mengungkapkan rusaknya kan kita tidak tahu ntah hujan atau yang lain jadi kita selama ini belum ada perbaikan.

Kalo misalnya perbaikan ban jalan atau genjotan  maka pasti kita perbaiki tapi kerusakan akibat dranase atau akibat pengguna jalan lalu lalang tetap pihak pemko yang memperbaikinya," pungkasnya.

Sampai berita ini diterbitkan Walikota Tanjungbalai H.M.Syahrial saat dikonfirmasi Via What Shapp Belum menjawab pertanyaan dari wartawan. (RS/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru