SUMUT

NASIONAL

Rutan Klas IIB Kabanjahe Rusuh, 410 Warga Binaan Nyaris Terpanggang

Rabu, 12 Februari 2020 | 21.23 WIB
Kali Dibaca |


Karo, Metrokampung.com
Rusuh di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kls.IIB yang mengakibatkan kebakaran besar dan nyaris memanggang ratusan jiwa narapidana warga binaan Rutan Kls IIB Kabanjahe , yang terletak di jalan Bhayangkara Kelurahan  Kampung Dalam, Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara , Rabu, (12/02/2020) sekira pukul 13.30.wib.

Hasil yang diperoleh awak media dilokasi kejadian menyebutkan, asap tebal yang mulai terlihat oleh warga sekitar berasal dari gedung sel B1, selanjutnya api mulai menjalar kebagian bangunan lainnya sehingga membuat panik seluruh warga binaan yang keseluruhannya berjumlah 410 orang.

Tak berapa lama, empat unit mobil damkar milik Pemkab Karo langsung diterjunkan guna menjinakkan kobaran api, petugas pemadam yang dibantu Petugas Rutan dan aparat kepolisian Polres Karo serta personil TNI dari Batalyon Infantri Simbisa 125/TK dan KODIM 0205/TK terlihat gesit menangani kobaran api. Namun upaya para petugas ini ternyata tidak hanya fokus untuk memadamkan si Jago Merah, melainkan menjaga para tahanan yang sudah terlihat berada di atap seng untuk tidak melarikan diri.


Tembakan mengarah keudara dari senapan laras panjang milik para prajurit dari Batalyon Infantri Simbisa 125/TK terdengar berulangkali meletus. Namun tembakan peringatan ini bukannya membuat situasi menjadi tenang , malah mendapat sambutan dari dalam Rutan  berupa lemparan batu bertubi-tubi kearah luar rutan yang mengakibatkan salah seorang anggota TNI mengalami luka dibagian kepalanya.

Walau tidak sempat mengambil korban jiwa, kebakaran Rutan hampir 90 persen ludes dilalap si jago merah ini keras dugaan bermula  tidak hanya masalah over kapasitas, dimana Rutan yang selayaknya dihuni 125 orang ini ternyata berisi sekitar 410 tahanan dengan jumlah delapan penjaga.

Menurut informasi, warga binaan yang diduga mengamuk ini terjadi sekira pukul 12.00 WIB. Hingga saat ini, belum diketahui apa penyebab pasti kerusuhan yang terjadi dari dalam Rutan ini. "Belum tau apa penyebabnya bang, tiba-tiba saja tadi ribut di dalam," ujar pria yang terlihat mengenakan setelan pegawai Rutan.


Ketika ditanyakan kondisi rekan kerjanya yang masih berada didalam gedung, Namun menurut informasi, ada beberapa orang petugas Rutan dan kondisi mereka yang diketahui masih berada di dalam gedung Rutan, lelaki muda ini mengaku tidak mengetahui pastinya akan keberadaan pegawai lainnya.

"Aku sudah enggak tau lagi bang, yang ku pikirin ini kawanku ada tiga lagi di dalam. Enggak tau lagi gimana dia itu," ujarnya menerangkan.

Dari berbagai informasi yang diperoleh, kerusuhan ini terjadi sekira pukul 12.00 WIB siang. Menurut keterangan salah satu tahanan berinisial T,  awalnya mereka melakukan aksi kerusuhan karena adanya lima orang rekannya yang dirantai.

"Awalnya ada kawan kami yang dirantai bang, makanya kami enggak terima," ujar salah seorang warga binaan berinisial “T”  saat menunggu giliran dimasukkan ke dalam mobil tahanan untuk dievakuasi ke Mapolres Tanah Karo.

Dirinya mengungkapkan, kelima rekannya itu sudah menjalani hidup dengan dirantai selama tiga hari ini. Namun, dirinya mengaku tidak mengetahui secara pasti apa penyebab rekannya tersebut diperlakukan seperti itu.

Saat proses evakuasi, seluruh tahanan mendapatkan pengawalan ketat dari pihak kepolisian dan TNI. Sebelum memasuki mobil tahanan, mereka diminta untuk berjalan jongkok. Namun begitu, mereka dievakuasi dengan secepat mungkin.

Terlihat Mhd Jahari Sitepu SH MSI kepala Divisi Permasyarakaratan Wilayah Sumatera Utara, langsung terjun dilokasi sekiran pukul 14.34 WIB, disela-sela evakuasi warga Binaan Rutan Kls IIB Kabanjahe, mengatakaan kepada sejumlah wartawan saat ini masih fokus dengan evakuasi.

Sementara itu, Direktur Keamanan dan Ketertiban (Dirkamtib) Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan Kementerian Hukum, Tejo Harwanto mengatakan, kericuhan diduga karena over kapasitas.

"Jumlah tahanan sekitar 410 tahanan dengan delapan penjaga di Rutan Kabanjahe, dan kondisi ini menurutnya sudah over kafasitas, yang selayaknya 125 tahanan. Menurut dia, seluruh rutan maupun lapas di Sumatera Utara mengalami hal serupa.

"Bagi lapas atau rutan yang over kapasitas, nantinya tahanan akan dipindahkan ke luar Sumut," ujarnya.

Terkait peristiwa yang menggegerkan ini, Ka.Rutan Kls.IIB Kabanjahe, Simson Bangun,SH diketahui tidak berada ditempat dan tidak dapat dihubungi saat dikonfirmasi melalui telepon seluler maupun WA melalui nomor : 0813-9712-2***. (amr/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru