SUMUT

NASIONAL

Bersama Warga Desa Mahasiswa UHN Semprot Disinfektan

Sabtu, 25 April 2020 | 19.21 WIB
Kali Dibaca |

Mahasiswa melakukan penyemprotan disinfektan terhadap truk barang yang melintas di Desa Negara Beringin.

STM Hilir, metrokampung.com
 Warga Desa Negara/Beringin Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deliserdang bersama mahasiswa Universitas HKBP Nomensen (UHN) Medan melakukan penyemprotan disinfektan, Sabtu (25/4/2020). Selain mahasiswa UHN ada juga sejumlah alumni mahasiswa Universitas Pembangunan Panca Budi Medan Sumatera Utara.

 Menurut mahasiwa penyemprotan disinfektan  sebagai upaya memerangi dan memutus mata rantai penyebaran serta penularan virus corona (Covid-19) yang kini telah mewabah serta menyerang hampir seluruh belahan penjuru dunia serta telah banyak menelan korban jiwa.


Pengendara kreta juga tak luput dari penyemprotan.

Disebutkan, penyemprotan  dilakukan terhadap kendaraan yang melintas di Desa Negara. Sedangkan  aksi mahasiswa tersebut merupakan bentuk kepedulian serta gugahan hati atas mewabahnya virus corona yang telah meresahkan. Selain itu, prihatin lantaran hingga kini belum  ada penyemprotan  terhadap kendaraan luar yang lalu lalang  masuk ke desa tersebut  meski telah  berdiri posko relawan penanggulangan virus covit-19 di tempat itu.

"Kami melakukan penyemprotan dengan sukarela dan anggaran swadaya. Karena hingga kini di Desa Negata belum terlihat ada penyemproran terhadap kendaraan dari luar masuk ke desa. Terlebih beberapa hari ini dan menjelang bulan puasa banyak pendatang keluar masuk ke desa baik untuk berziarah maupun tujuan lainnya. Kami, khususnya saya pribadi sangat takut dengan virus corona", kata Salomo Sembiring, warga Desa Negara, Abel Berutu (Mahasiswa UHN), Josep Mardisi Ginting (Alumni Universitas Panca Budi) dan mahasiswa yang ikut aksi kepada wartawan.

 Sepanjang masih merebaknya virus covid-19, Salomo berharap kiranya seluruh lapisan warga desa secara bersama bahu membahu mngupayakan pencegahan penyebaran virus. Seperti membatasi lalu lalang kendaraan luar yang masuk ke desa diantaranya truk pengangkutan barang perusahaan luar negeri dan lainnya.

 "Logikanya roda perekonomian mati masih dapat dihidupkan. Tapi kalau manusia yang mati tidak dapat lagi dihidupkan, 'tambah  Salomo Sembiring, Darmanto Ginting, Adil S dan dibenarkan warga lainnya. (dil/dra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru