SUMUT

NASIONAL

SABAR DIBALIK QURBAN SAAT PENDEMI COVID-19, Kutbah Idul Adha 10 Dzulhijjah 1441 H Di Mesjid Istihrar Berastagi

Jumat, 31 Juli 2020 | 19.19 WIB
Kali Dibaca |

Suasana Kebersamaan Terlihat Saat Pelaksanaan Pemotongan Hewan Qurban di Mesjid Istihrar Berastagi.
Berastagi, Metrokampung.com
Menurut madzhab Imam Syafi’i, memotong hewan qurban hukumnya sunnah muakkadah, artinya sunnah yang dikuatkan. Setidaknya ada dua hal yang dapat dipetik hikmahnya dari syariat berkurban. Demikian antara lain isi khutbah yang disampaikan Drs. Baharuddin Pardosi pada Sholat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1441 H Di Mesjid Istihrar Berastagi, Jumat 31 Juli 2020.

Yang pertama, Meneladani Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dan Nabi Ismail ‘alaihis salam yang penuh kesabaran menerima cobaan dan ujian yang ditimpakan kepada mereka. Dan Kedua, Menumbuhkan sifat kedermawanan dan saling membantu (ta’awun) di antara masyarakat.

Nabi Ibrahim ‘alaihis salam diuji oleh Allah SWT dengan perintah mengurbankan anaknya yang sangat dicintainya dan sebaliknya, Nabi Ismail ‘alaihis salam diuji oleh Allah SWT dengan kepatuhannya kepada orang tuanya. Mereka berdua dengan kesabaran dan kepasrahan yang tinggi menerima dengan ikhlas ujian tersebut.


Sungguh sangat mengagumkan seorang ayah yang sanggup mengorbankan putranya padahal putranya itu hanya satu-satunya dan demikian lama ditunggu kelahirannya.  Lebih mengagumkan lagi kesediaan Ismail‘alaihis salam untuk dijadikan qurban, padahal itu berarti memberikan nyawanya, sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya.

“Mereka berdua lulus dari ujian tersebut. Karenanya Allah SWt menganugerahi kepada mereka berdua karunia yang sangat besar," ungkap Ust. Baharuddin Pardosi.

Ketabahan dan kesabaran Ibrahim dan Ismail ‘alaihimas salam dalam menghadapi cobaan dan musibah patut kita contoh dan kita teladani. Ketabahan dan kesabaran mereka tercermin dari kesediaan dan keikhlasannya untuk mengorbankan apa saja dalam melaksanakan pengabdian bila pengorbanan itu dibutuhkan.

Dalam situasi musibah pandemi yang terjadi saat ini kita dituntut untuk lebih sabar dan tabah, sambil terus berusaha untuk mengatasi segala kesulitan yang kita hadapi. Sikap ketidaksabaran atau kekurang sabaran dalam menghadapi berbagai kesulitan dapat menambah kesulitan baru.

“Bagi kita umat Islam, peristiwa pengorbanan yang dilakukan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail itu hendaknya dijadikan contoh dalam rangka meningkatkan kepasrahan dan ketundukan kita kepada kehendak Allah SWT.”ujarnya mengakhiri kutbah Sholat Idul Adha yang dilaksanakan dengan tetap mengedepankan protokoler kesehatan dan menjaga sosial disctansing.

Usai sholat Idul Adha, BKM Mesjid Istihrar , Samran Lubis menyebutkan kalau pelaksanaan Qurban tahun ini ada sebanyak 15 ekor hewan qurban masing masing terdiri dari Lembu 2 ekor dan 13 ekor Kambing.

“Hewan qurban tahun ini diselenggarakan oleh dua Mazelis Taklim yakni Al Qola dan All Star Berastagi,”ujar Samran.(amr/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru