Pengikut

SUMUT

NASIONAL

Berbiaya Puluhan Juta Rumah Pohon di Desa Simempar Terancam Ambruk

Senin, 15 Maret 2021 | 11.28 WIB
Kali Dibaca |

Berbiaya Puluhan Juta Rumah Pohon di Desa Simempar Terancam Ambruk

Gunung Meriah, metrokampung.com
Kondisi rumah pohon yang berada di objek wisata Pohon Damai Desa Simempar, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Deli Serdang kondisinya mulai memprihatinkan.
 
Bangunan yang seluruhnya terbuat dari kayu dan berbiaya puluhan juta tersebut terancam ambruk.
 
Menurut keterangan sejumlah warga di sana, pembangunan rumah pohon tersebut bersumber dari dana desa. Setiap tahunnya objek wisata pohon damai yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Simempar dan dibuka untuk umum tahun 2016 silam itu mendapat suntikan dari dana desa.
 
"Entah sudah berapa banyak dana desa habis di pohon damai itu. Sementara pengunjung yang datang setiap minggunya bisa dihitung dengan jari. Letaknya yang jauh ditambah jalan yang rusak membuat pengunjung malas datang,"ungkap warga desa yang minta namanya dirahasiakan karena dirinya bertalian keluarga dengan Kepala Desa Simempar Wari Tarigan.
 
Disebutkan warga lainya, bangunan rumah pohon yang kesemuanya terbuat dari kayu mulai pada lapuk.
 
Dikhawatirkan rumah pohon tersebut ambruk saat dinaiki pengunjung.

"Itu yang kita takutkan. Apalagi sampek ada korban jiwa,"tutur salah seorang penjaga objek wisata pohon damai.
 
Masih kata warga Desa Simempar, berbagai pembangunan yang bersumber dari dana desa untuk objek wisata pohon damai tidak pernah disampaikan ke warga.
 
" Tau-tau sudah di bangun taman, rumah pohon dan lainnya. Kami gak tau berapa biayanya semua itu. Kayak uang pribadi kades aja dana desa kami ini dibuatnya," bilang warga yang minta wartawan jangan membela perbuatan kades yang salah.
 
"Jangan lah kam belain terus perbuatan yang salah silih. Selama ini kami warga desa menghargai kam. Kami pun diam. Tapi kayaknya sekarang jerih payah Kam itu seakan tak berharga lagi,"ungkap Tarigan yang mengibaratkan tindakan oknum kadesnya seperti burung.
 
"Waktu bulu burung itu masih basah dan belum bisa terbang, maka burung itu butuh perlindungan. Tapi setelah bulu burung itu kering dan sudah pandai terbang, maka dia ga butuh siapapon lagi. Gitulah perumpaannya silih,"tambah Tarigan.(tim/mk)



Teks foto :
Rumah pohon saat baru selesai dibangun di objek wisata pohon damai Desa Simempar
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru