Jago Merah Ratakan Rumah di Siansimun, Sinergi Kemanusiaan Bergerak Ringankan Beban Korban

Editor: metrokampung.com

​TARUTUNG, metrokampung.com
Pagi buta yang dingin di Dusun Sitakka, Desa Siansimun, Kecamatan Tarutung, seketika berubah mencekam. Kamis (26/3) sekira pukul 04.30 WIB, kobaran api melahap habis satu unit rumah milik Clinton Harry Toning. Meski tak ada korban jiwa, peristiwa yang diduga dipicu oleh arus pendek listrik ini menyisakan puing dan duka mendalam bagi pemiliknya yang tinggal sebatang kara.

​Kehilangan Harta, Tak Kehilangan Harapan
​Seluruh harta benda milik Clinton hangus tak tersisa. Di tengah kepulan asap yang masih menyelimuti lokasi, secercah harapan muncul dari kepedulian sesama. Jhonson Edy Simanjorang, Pendiri dan Ketua Yayasan Pelita Kita Bersama, bergerak cepat meninjau lokasi.

​Yayasan yang selama ini dikenal fokus pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut, hadir membawa bantuan darurat berupa sembako dan pakaian. Kehadiran tim ini menjadi pelipur lara pertama bagi Clinton yang kini harus kehilangan tempat bernaung.




​Tapanuli Safety: Komitmen Pembangunan Kembali

​Dukungan luar biasa juga datang dari sektor usaha lokal. Pemilik toko material Tapanuli Safety menyatakan kesiapan mereka untuk membantu proses pembangunan kembali rumah tersebut. Melalui pesan yang disampaikan istri Jhonson Edy Simanjorang, Tapanuli Safety berkomitmen menyokong bantuan material bangunan bagi Clinton.

​Tak sekadar materi, tim Tapanuli Safety juga memberikan "trauma healing" sederhana lewat canda gurau yang renyah, berusaha membangkitkan kembali senyum di wajah korban. Penggalangan dana pun mulai digalakkan secara internal oleh pihak toko untuk mempercepat pemulihan kondisi korban.

​Solidaritas Insan Pers untuk Donasi Terbuka
​Melihat kondisi Clinton yang kini tinggal seorang diri, sejumlah jurnalis dan pegiat media menyatakan sikap untuk mengawal proses pemulihan hingga tuntas. Jekson Tobing (Jejetobing Somuntul) bersama rekan media Jufri Panjaitan dan Hendra Cristian Siregar menyatakan kesiapan mereka untuk membuka penggalangan dana secara luas.

​"Kami siap menggerakkan solidaritas publik jika korban sudah memberikan persetujuan. Prinsip kami adalah transparansi, di mana bantuan akan langsung diarahkan ke nomor rekening pribadi korban agar tepat sasaran," ungkap Jejetobing perwakilan awak media di lokasi kejadian.

​Apresiasi Korban dan Keluarga
​Di hadapan para relawan dan awak media, Clinton Harry Tobing tak kuasa menahan haru. Didampingi seorang ibu yang mewakili pihak keluarga, ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas respons cepat dari Yayasan Pelita Kita Bersama, Tapanuli Safety, dan para jurnalis.
​Kini, sinergi antara yayasan, pengusaha, dan media ini diharapkan menjadi pemantik bagi pihak-pihak lain untuk turut mengulurkan tangan, memastikan Clinton tidak sendirian dalam membangun kembali hidupnya dari nol.


Laporan : Jufri Panjaitan
Editor : Simon Sinaga
Share:
Komentar


Berita Terkini