TAPANULI UTARA, metrokampung.com
Pemerintah pusat terus memacu pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adiankoting.
Dalam peninjauan lapangan pada Kamis (26/03/2026), 𝐌𝐞𝐧𝐭𝐞𝐫𝐢 𝐏𝐞𝐫𝐮𝐦𝐚𝐡𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐊𝐚𝐰𝐚𝐬𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐫𝐦𝐮𝐤𝐢𝐦𝐚𝐧 (PKP) 𝐌𝐚𝐫𝐮𝐚𝐫𝐚𝐫 𝐒𝐢𝐫𝐚𝐢𝐭 menekankan pentingnya akurasi data dan ketepatan waktu pembangunan di tengah kendala teknis lahan.
Kunjungan yang turut didampingi 𝐌𝐞𝐧𝐝𝐚𝐠𝐫𝐢 𝐓𝐢𝐭𝐨 𝐊𝐚𝐫𝐧𝐚𝐯𝐢𝐚𝐧 ini menyoroti progres pembangunan yang sempat terkendala cuaca ekstrem pada awal tahun.
Sinergi Anggaran dan Lahan
Proyek Huntap yang dicetuskan pada 20 Desember lalu ini menggunakan skema kolaborasi yang unik.
Di satu sisi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara bertanggung jawab penuh dalam penyediaan lahan, akses jalan, penataan lingkungan, serta legalitas pengalihan hak milik tanah.
Di sisi lain, pembiayaan konstruksi mendapatkan dukungan filantropi yang signifikan. Maruarar Sirait mengonfirmasi bahwa dana sebesar Rp10 Miliar bersumber dari donasi keluarga besar Ny. Sidabutar (Ibunda Maruarar). Langkah ini diambil untuk memotong panjangnya prosedur birokrasi APBN agar warga tidak terlalu lama berada di pengungsian.
Tantangan Teknis "Tanah Boncos"
Meskipun pendanaan telah tersedia, pihak kontraktor di lapangan menghadapi tantangan alam yang serius.
Lahan yang dialokasikan memiliki karakteristik tanah rawa tadah hujan atau yang dikenal warga lokal sebagai "tanah boncos".
Pematangan Lahan, Memerlukan waktu berminggu-minggu untuk stabilisasi struktur tanah.
Mitigasi Bencana, Menteri Maruarar menginstruksikan penguatan area rawan longsor di sekitar lokasi hunian sebelum serah terima kunci dilakukan.
Target Pengerjaan: 68 Unit ditargetkan rampung pada 5 Mei 2026.
35 Unit tambahan ditargetkan selesai pada Juni 2026.
Transparansi Data Penduduk
Menanggapi keluhan warga mengenai kendala administratif, Menteri PKP melakukan langkah proaktif dengan menghubungi Kepala BPS Pusat secara langsung di hadapan masyarakat melalui saluran telepon. Hal ini dilakukan untuk memastikan sinkronisasi data penerima bantuan agar tidak terjadi tumpang tindih atau warga yang terlewat.
"Kami pastikan Huntap ini selesai tepat waktu dan tepat sasaran. Tidak boleh ada warga yang berhak namun terlewat," tegas Maruarar dalam keterangannya.
Meski aksi spontan bantuan tunai pribadi menteri sempat mewarnai kunjungan, fokus utama tetap tertuju pada penyelesaian infrastruktur permanen yang aman secara geologis bagi masyarakat Adiankoting.
Laporan : Jufri Panjaitan
Editor : Simon Sinaga





