Pasar Kamu Gelar Tradisi Adat Melayu Nasi Hadap-Hadapan

Editor: metrokampung.com

PANTAI LABU, Metrokampung.com
Wisata Kuliner Pasar Kamu, Desa Denai Lama, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang, menggelar tradisi adat Melayu nasi hadap-hadapan, Minggu (20/9/2026).


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya Melayu sekaligus memperkenalkan tradisi kepada masyarakat dan generasi muda.

Prosesi nasi hadap-hadapan dipimpin oleh mak inang, sementara sepasang pengantin menjadi bagian utama dalam prosesi adat tersebut. Tradisi ini merupakan rangkaian makan bersama pengantin baru dengan keluarga kedua belah pihak yang bertujuan mempererat silaturahmi.


Mak Inang menjelaskan, dalam tradisi nasi hadap-hadapan, pengantin dan keluarga perempuan terdekat duduk saling berhadapan. Prosesi dipandu dengan pantun-pantun nasihat yang disampaikan mak inang.


“Tradisi ini memiliki makna untuk menyatukan keluarga pengantin pria dan wanita yang sebelumnya belum saling mengenal,” ujar mak inang dalam prosesi tersebut.

Rangkaian nasi hadap-hadapan antara lain diawali dengan penyambutan pengantin dan sanak saudara. Mereka kemudian duduk berhadap-hadapan membentuk posisi persegi panjang.

Selanjutnya, dilakukan prosesi berbalas pantun yang dipandu mak inang.

Pengantin juga mengikuti prosesi mencabut bunga hiasan sebanyak tiga kali dengan warna berbeda secara bergantian.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan berebut ayam panggang secara simbolis serta saling menyuapkan nasi dan minuman antara kedua pengantin.

Dalam tradisi tersebut, ayam panggang utuh menjadi salah satu perlengkapan utama yang memiliki makna simbolis.

Hidangan yang disajikan dalam tradisi nasi hadap-hadapan antara lain nasi lemak atau nasi gurih, ayam panggang utuh, aneka lauk-pauk tradisional serta hiasan berupa bunga yang dibuat dari manisan, kue atau halua.

Kegiatan tersebut mendapat antusiasme dari para pengunjung Pasar Kamu. Salah seorang pengunjung, Buk Mila (56), warga Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, mengaku mengapresiasi pelaksanaan tradisi tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak Pasar Kamu yang telah mengadakan prosesi tradisional nasi hadap-hadapan. Ini merupakan tradisi adat budaya Melayu yang perlu dilestarikan,” katanya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar setiap tahun sehingga generasi muda dapat mengenal dan memahami adat serta budaya Melayu,kami berdoa semoga pengantinnya cepat dapat momongan," bilang nya.


Pengelola Pasar Kamu, H. Dedi Sofyan, mengatakan nasi hadap-hadapan merupakan salah satu kegiatan adat budaya Melayu yang telah menjadi kalender kegiatan di Pasar Kamu.

“Ini merupakan adat budaya Melayu. Kegiatan ini sudah menjadi kalender event Pasar Kamu yang terus kami adakan dan lestarikan,” ujar Dedi.

Menurutnya, Pasar Kamu sebelumnya juga menggelar kegiatan adat Jawa berupa mandi bunga tujuh bulanan atau tingkepan.

Dedi menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni karena pasangan pengantin yang terlibat dalam prosesi merupakan pasangan suami istri yang sah.

“Kegiatan ini sebenarnya bukan seremonial. Pengantin yang kami sandingkan benar-benar merupakan pasangan suami istri yang sah,” katanya.

Ia berharap kegiatan pelestarian budaya Melayu dan Jawa di Pasar Kamu dapat terus berlangsung sekaligus menjadi sarana edukasi bagi generasi muda dan pengunjung mengenai keberagaman adat dan budaya yang ada di masyarakat.(Lubis/MK)
Share:
Komentar


Berita Terkini