Medan, metrokampung.com
Tegas: Aktivis dari Front peduli Wanita, Syafrina melontarkan kritik keras terhadap pihak yang membuat dan memasang spanduk terkait Kapolrestabes Medan. Ia mengingatkan agar spanduk tersebut tidak dijadikan sarana menggiring opini negatif, membangun kebencian terhadap kepolisian, ataupun memancing kegaduhan di tengah Masyarakat.
“Kalau memang ada kesalahan yang dilakukan aparat kepolisian, laporkan kepada pengawas kepolisian. Ada Propam dan mekanisme pengaduan resmi. Jangan justru menggiring masyarakat untuk membenci Polisi melalui spanduk dan narasi yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Sebagai aktivis, pihaknya tidak pernah mempersoalkan kritik terhadap institusi kepolisian. Namun, kritik harus disampaikan secara bertanggung jawab, bukan dengan cara yang berpotensi memprovokasi Masyarakat.
“Jangan berlindung di balik kebebasan berpendapat untuk menciptakan kegaduhan. Kalau punya bukti, tempuh jalur hukum. Jangan hanya berani memasang spanduk, tetapi tidak berani mempertanggungjawabkan tudingan,” ujarnya.
“Polisi sedang bekerja memberantas narkoba dan premanisme. Kalau ada yang salah, kita kritik. Tetapi kalau ada pekerjaan positif, harus kita dukung. Jangan sampai Masyarakat terus disuguhi opini negatif yang justru mengaburkan persoalan penting di Kota Medan,” katanya.
Ia juga mengingatkan pihak di balik pembuatan spanduk agar tidak menjadikan ruang publik sebagai tempat membangun permusuhan antara Masyarakat dan aparat penegak hukum.
“Kami dari Front Peduli Wanita siap pasang badan menjaga kondusivitas Kota Medan. Kami tidak akan tinggal diam terhadap upaya-upaya provokasi yang dapat memecah belah Masyarakat. Namun, semuanya harus disikapi secara damai dan sesuai aturan hukum,” tegasnya.
“Pesan kami kepada pembuat spanduk, jangan mengadu domba Masyarakat dengan kepolisian. Kalau ada pelanggaran, buktikan dan laporkan. Kota Medan bukan tempat untuk membangun kebencian. Kita butuh keamanan, bukan kegaduhan!”tandasnya.(rel/mk)
