Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Parit di Kualuh Hilir, Polisi Lakukan Penyelidikan

Editor: metrokampung.com

KUALUH HILIR, METROKAMPUNG.COM – Warga Dusun Sei Lurus, Desa Tanjung Mangedar, Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki yang mengambang di dalam parit, Sabtu pagi.
Mayat yang diduga bernama Hiras Lumbanbatu (44), warga Dusun Sei Lurus, Desa Tanjung Mangedar, ditemukan sekitar pukul 07.30 WIB di kawasan Takkan Pote Blok I, Desa Tanjung Mangedar.

Penemuan tersebut mengundang perhatian warga Desa Tanjung Mangedar dan Desa Teluk Pulai Dalam. Masyarakat berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk melihat langsung kejadian tersebut.

Saksi Melihat Mayat Mengambang
Seorang saksi mata, Mila Sari, menceritakan bahwa dirinya pertama kali melihat sesosok tubuh mengambang dalam posisi tengkurap di parit pinggir jalan. Kondisi tubuh korban disebut telah membengkak.

Mila kemudian memberitahukan temuannya kepada suaminya saat mereka melintas menggunakan sepeda motor. Setelah memastikan bahwa sosok tersebut merupakan mayat manusia, keduanya pulang ke rumah induk semangnya, Jarlomo Tamba.


Mila bersama Jarlomo Tamba kemudian kembali melihat lokasi penemuan. Selanjutnya, Jarlomo Tamba mendatangi kepala dusun untuk melaporkan adanya mayat yang mengambang di parit di depan rumahnya.

Kepala Dusun Hubungi Polisi
Kepala Dusun Sei Lurus, Canpasu Aritong, mengaku terkejut setelah menerima informasi tersebut. Ia langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan laporan warga, kemudian menghubungi pihak kepolisian.

Personel Polsek Kualuh Leidong selanjutnya bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal dan penyelidikan terkait penemuan mayat tersebut.

Keluarga Minta Kematian Diusut Tuntas
Pihak keluarga, Santo Lumbanbatu, meminta kepolisian mengusut tuntas peristiwa yang menimpa keluarganya.

Keluarga juga meminta agar dilakukan autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban. Permintaan tersebut disampaikan karena keluarga menduga terdapat tanda-tanda yang perlu diperiksa lebih lanjut, termasuk memar di bagian mulut dan sisi tubuh korban.

Meski demikian, dugaan adanya kekerasan masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan medis forensik dan penyelidikan kepolisian.

Polisi Bawa Jenazah untuk Autopsi
Kanit Reskrim Polsek Kualuh Leidong, Ipda Andi Fahri Hasibuan, S.H., saat dikonfirmasi awak media Metrokampung.com mengatakan bahwa ambulans yang membawa jenazah masih dalam perjalanan untuk menjalani autopsi di Polres Labuhanbatu.

Autopsi diharapkan dapat membantu mengungkap penyebab kematian korban, termasuk memastikan apakah terdapat unsur kekerasan atau faktor lain yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kematian korban belum diketahui dan masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.


Metrokampung/Suandi Simbolon
Share:
Komentar


Berita Terkini