Jamin Hak Warga Terdampak Bencana, Kadis Sosial P3A Taput Kawal Pemadanan Data Hingga Cairnya Bantuan Kemensos

Editor: metrokampung.com

​TARUTUNG, metrokampung.com
Penyaluran Bantuan Jaminan Hidup (Jadup) dan Isi Hunian senilai Rp267,4 juta dari Kementerian Sosial RI kepada 32 Kepala Keluarga (KK) korban bencana hidrometeorologi di Aula Kantor Dinas Pendidikan Tarutung, Jumat (2/10/2026), menjadi bukti nyata respons cepat dan kerja terukur jajaran Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Tapanuli Utara.

​Di bawah kepemimpinan Kepala Dinsos P3A Tapanuli Utara, Raffles Sergio Gultom, S.S., M.Si., instansi tersebut dinilai sukses menyelesaikan persoalan kendala administratif data yang sempat mengganjal penyaluran bantuan bagi sejumlah warga terdampak bencana tahun 2025 lalu.

​Sebelumnya, dari penyaluran tahap pertama pada Maret 2026 kepada 434 KK, masih terdapat kelompok warga yang belum terakomodasi akibat dinamika pendataan awal. Menanggapi situasi tersebut, Dinsos P3A Taput mengambil langkah proaktif dengan menggelar pemadanan data DTSEN secara berjenjang mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga berkoordinasi langsung dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tapanuli Utara.

​Langkah taktis ini membuahkan hasil. Dari 37 KK yang diusulkan melalui perbaikan data resmi Bupati Tapanuli Utara ke Menteri Sosial RI pada 30 April 2026 lalu, sebanyak 32 KK berhasil disetujui dan menerima haknya secara utuh pada tahap ini.

​Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, mengapresiasi kinerja jajaran Dinsos P3A serta memberikan instruksi langsung untuk terus menuntaskan sisa 5 KK yang masih dalam tahap penyesuaian data teknis.

​"Jangan biarkan ada satu pun hak masyarakat Tapanuli Utara yang tercecer hanya karena kendala administratif," tegas Bupati di hadapan para penerima manfaat dan jajaran Forkopimda.

​Menindaklanjuti arahan tersebut, Kadis Sosial P3A Taput Raffles Sergio Gultom menegaskan komitmennya untuk mengawal proses koordinasi dengan Kemensos RI dan BPS secara berkelanjutan hingga seluruh warga yang berhak mendapatkan penanganan secara tuntas.

​"Sesuai petunjuk Bapak Bupati, kami di Dinsos P3A berkomitmen memastikan validasi data terus berjalan cepat dan akurat. Kami tidak hanya bekerja di balik meja, tetapi turun memastikan verifikasi di lapangan agar pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat pascabencana dapat berjalan optimal tanpa ada yang terlewat," ujar Raffles.

​Proses penyaluran bantuan sosial ini juga melibatkan kolaborasi lintas sektor yang solid bersama PT Pos Indonesia, jajaran camat, hingga kepala desa dan lurah. Keberhasilan penyaluran ini menjadi representasi komitmen Pemkab Tapanuli Utara dalam menghadirkan tata kelola pelayanan publik yang responsif, transparan, dan akuntabel.



Laporan : Jufri Panjaitan
Editor : Simon Sinaga
Share:
Komentar


Berita Terkini