Kunjungi TPS, Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Tinjau Penguatan Konektivitas Maritim dan Multimoda di Pelabuhan Tanjung Perak

Editor: metrokampung.com
Asdep Bidang Konektivitas Maritim dan Udara Kemenko Infra dan Pembangunan Wilayah RI, Balkis Kusumawati, bersama Dirut TPS Ali Sodikin.

SURABAYA, metrokampung.com (23/10) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menerima kunjungan kerja Balkis Kusumawati, Asisten Deputi Konektivitas Maritim dan Udara pada Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, pada Selasa (20/10). 

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan peninjauan lapangan terkait pengembangan konektivitas Pelabuhan Tanjung Perak dalam rangka pengawalan isu strategis sektor transportasi dan logistik nasional. Fokus peninjauan meliputi kesiapan kawasan pelabuhan dalam mendukung implementasi kebijakan Zero ODOL Tahun 2027, penguatan konektivitas jaringan kereta api hingga area pelabuhan, serta peningkatan integrasi antarmoda untuk mendukung efisiensi logistik nasional.

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk meninjau implementasi konektivitas angkutan barang berbasis kereta api di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak yang telah terintegrasi dengan layanan Terminal Petikemas Surabaya. Pada kesempatan itu, TPS memaparkan pengembangan layanan multimoda yang mendukung integrasi antarmoda transportasi guna meningkatkan efisiensi rantai pasok, memperlancar distribusi barang, serta mendukung pengurangan kepadatan lalu lintas angkutan barang di jalan raya.
Direktur Utama TPS, Ali Sodikin bersama Asdep Konektivitas Maritim dan Udara Kemenko Infra dan Pembangunan Wilayah RI, Balkis Kusumawati.

Foto bersama anatara Tim TPS dengan Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI.

Senior Manager Perencanaan Operasi TPS, Ilyas Darmawan, sedang menjelaskan proses bisnis TPS kepada tamu dari Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI.

Suasana rapat koordinasi antara Asdep Konektivitas Maritim dan Udara, Balkis Kusumawati dengan pemangku kepentingan di Tanjung Perak.

Selain meninjau fasilitas operasional terminal, rombongan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan juga memperoleh paparan mengenai berbagai upaya yang dilakukan pemangku kepentingan di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak dalam meningkatkan konektivitas dan efisiensi logistik.
 
Penguatan integrasi antara moda transportasi laut dan kereta api dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung kelancaran arus barang, meningkatkan daya saing pelabuhan, serta memperkuat sistem logistik nasional.

Direktur Utama PT Terminal Petikemas Surabaya, Ali Sodikin, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap pengembangan konektivitas dan efisiensi sistem logistik nasional di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak.

"Kami sangat menghargai perhatian pemerintah terhadap upaya penguatan konektivitas dan efisiensi sistem logistik nasional di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak. Pengembangan konektivitas antarmoda, termasuk integrasi layanan kereta api dengan pelabuhan, merupakan langkah strategis untuk mendukung kelancaran arus barang, meningkatkan efisiensi rantai pasok, serta memperkuat daya saing logistik Indonesia. Sebagai bagian dari ekosistem Pelabuhan Tanjung Perak, TPS siap mendukung kolaborasi seluruh pemangku kepentingan guna mewujudkan sistem logistik yang semakin terintegrasi, andal, dan berkelanjutan," ujar Ali Sodikin.

Lebih lanjut, Ali Sodikin menyampaikan bahwa penguatan logistik nasional memerlukan sinergi yang erat antara regulator, operator pelabuhan, operator terminal, penyedia jasa transportasi, dan seluruh pelaku rantai pasok. Menurutnya, kawasan Pelabuhan Tanjung Perak memiliki peran strategis sebagai salah satu gerbang perdagangan utama Indonesia sehingga pengembangan konektivitas, baik melalui jalan maupun kereta api, perlu terus didorong untuk mendukung kelancaran distribusi barang dari dan menuju berbagai wilayah di Indonesia.

Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, Pelindo Group, operator terminal, dan seluruh pemangku kepentingan, kawasan Pelabuhan Tanjung Perak diharapkan semakin siap menjadi simpul logistik yang terintegrasi dan efisien. Penguatan konektivitas tersebut sejalan dengan agenda pemerintah dalam mendukung implementasi Zero ODOL 2027, menurunkan biaya logistik nasional, serta meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat regional maupun global.

Tentang PT Terminal Petikemas Surabaya :
TPS adalah penyedia layanan jasa dalam mata rantai logistik, khususnya petikemas ekspor/impor di Indonesia. Sebagai salah satu anak usaha PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) yang merupakan Subholding dalam PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Grup, TPS merupakan terminal pertama di Indonesia yang menerapkan standar keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan (ISPS Code) yang mulai diterapkan sejak bulan Juli 2004. Pada Tanggal 1 Oktober 2021, Pelindo I, II, III dan IV bergabung menjadi PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo). 

Hal ini dilakukan sebagai upaya menyederhanakan dan mempermudah layanan. Langkah lanjut integrasi Pelindo adalah melakukan standarisasi layanan serta melakukan berbagai inovasi dalam rangka meningkatkan kinerja perusahaan untuk terus maju dan berkembang menyelaraskan diri dengan kemajuan dan perubahan.

Sumber : Humas PT Terminal Petikemas Surabaya
Editor : Simon Sinaga


Share:
Komentar


Berita Terkini