Mubes PPTSB XVI Tahun 2026: Sairon Sinaga Terpilih Aklamasi Jadi Ketua Umum PPTSB Pusat Periode 2026–2031

Editor: metrokampung.com

MEDAN, metrokampung.com
Putra terbaik Pomparan Toga Sinaga, Sairon Sinaga, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Parsadaan Pomparan Toga Sinaga dohot Boru (PPTSB) Pusat periode 2026–2031 dalam Musyawarah Besar (Mubes) PPTSB ke-XVI Tahun 2026 yang berlangsung di Hall Aryaduta Hotel Medan, Sabtu (31/10/2026) petang.

Terpilihnya Sairon secara aklamasi terjadi setelah Ir. Edison Sinaga menyatakan tidak lagi mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PPTSB untuk periode berikutnya.

Terpilihnya Sairon Sinaga sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. Namanya telah lama diperbincangkan dan digadang-gadang sebagai salah satu calon kuat Ketua Umum PPTSB Pusat. Pengalaman organisasi, kedekatan dengan anggota, serta kiprahnya dalam membangun kebersamaan menjadi modal penting yang mengantarkannya memperoleh kepercayaan untuk memimpin organisasi kekerabatan tersebut selama lima tahun ke depan.

Tidak semua pemimpin dikenal karena jabatan yang disandangnya. Ada pula sosok yang mendapatkan tempat di hati banyak orang karena ketulusan, kepedulian, dan kesediaannya hadir ketika sesama membutuhkan.

Gambaran itulah yang melekat pada diri Sairon Sinaga, sosok yang telah lama berkiprah dalam perjalanan organisasi PPTSB.

Di lingkungan PPTSB, khususnya Wilayah Sumatera Utara I, nama Sairon Sinaga bukanlah sosok yang asing. Ia bahkan kerap disematkan julukan “Ketua Besar”.

Sebutan tersebut bukan sekadar panggilan kehormatan, melainkan gambaran tentang karakter kepemimpinan, keluasan pergaulan, serta kepeduliannya terhadap sesama pomparan Toga Sinaga.

Ungkapan putra Toga Sinaga berdarah kopral, berhati jenderal seolah menjadi gambaran menarik untuk melukiskan pribadinya. Memiliki ketegasan dalam bersikap, tetapi tetap mengedepankan kebesaran hati, kerendahan hati, dan kepedulian dalam membangun persaudaraan.

Jejak Pengabdian yang Tidak Dibangun dalam Semalam
Perjalanan Sairon Sinaga dalam PPTSB bukanlah sesuatu yang muncul menjelang Mubes ke-XVI Tahun 2026. Pengabdiannya telah berlangsung melalui berbagai kegiatan organisasi, baik dalam lingkup wilayah maupun nasional.

Ia tercatat aktif menghadiri dan mendukung berbagai kegiatan pelantikan pengurus wilayah dan cabang PPTSB di sejumlah daerah di Indonesia. Keterlibatan tersebut telah dijalaninya sejak masa kepemimpinan Ketua Umum Mangihut Sinaga hingga kepemimpinan Ir. Edison Sinaga.

Kehadirannya dalam berbagai agenda organisasi memperlihatkan kedekatannya dengan struktur kepengurusan serta dinamika punguan di berbagai daerah.

Baginya, PPTSB bukan sekadar organisasi yang mempertemukan orang-orang berdasarkan garis keturunan, tetapi juga wadah untuk merawat identitas, mempererat persaudaraan, dan membangun kepedulian antarsesama.

Pengalaman organisasi itu semakin nyata ketika Sairon dipercaya menjabat sebagai Ketua Wilayah PPTSB Sumatera Utara I. Dalam posisi tersebut, ia menjalankan tanggung jawab kepemimpinan dengan membangun komunikasi, menjaga kebersamaan, serta mendorong kehidupan organisasi agar tetap berjalan.

Di masa kepemimpinannya, ia dikenal mampu merangkul berbagai kalangan. Pendekatan kekeluargaan menjadi salah satu ciri yang menonjol dalam menjalankan roda organisasi. Dari situlah julukan “Ketua Besar” semakin lekat disematkan kepadanya.

“Ketua Besar”, Bukan Sekadar Sebutan
Dalam organisasi kekerabatan, ukuran seorang pemimpin tidak selalu ditentukan oleh besarnya jabatan. Justru, bagaimana seseorang memperlakukan anggota, merespons persoalan, dan hadir dalam situasi sulit sering kali menjadi ukuran yang lebih bermakna.
 
Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Sairon Sinaga mendapat sebutan “Ketua Besar”.
Ia dikenal memiliki perhatian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi sesama pomparan Sinaga. Ketika muncul dinamika di tengah punguan, ia berupaya membangun komunikasi dan mencari ruang kebersamaan. Kepedulian itu tidak hanya ditunjukkan melalui aktivitas formal organisasi, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu gambaran yang sering dikaitkan dengan dirinya adalah keterbukaan rumahnya bagi saudara-saudara sesama Sinaga. Rumah bukan hanya menjadi tempat tinggal, melainkan juga ruang perjumpaan, tempat berbagi cerita, mempererat hubungan kekeluargaan, dan membangun solidaritas.

Sikap tersebut mencerminkan filosofi kehidupan orang Batak yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan keterbukaan, sebagaimana tergambar dalam ungkapan:
“Paramak so balunon, parbahul-bahul na bolon, partataring so ra mintop.”

Ungkapan ini mengandung pesan tentang kemurahan hati, keterbukaan menerima tamu, serta kesediaan berbagi dengan sesama. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan kekerabatan yang harmonis.

Bagi Sairon, persaudaraan bukan hanya sesuatu yang diucapkan dalam pertemuan atau tertulis dalam semboyan organisasi. Persaudaraan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama ketika ada saudara yang membutuhkan perhatian dan pertolongan.

Dari Pengabdian Wilayah Menuju Tanggung Jawab yang Lebih Besar
Terpilihnya Sairon Sinaga sebagai Ketua Umum PPTSB Pusat periode 2026–2031 menjadi babak baru dalam perjalanan pengabdiannya.

Kepercayaan yang diberikan melalui mekanisme aklamasi dalam Mubes PPTSB XVI tersebut sekaligus menjadi amanah besar untuk membawa organisasi semakin solid, maju, dan mampu menjawab tantangan zaman.

PPTSB sebagai organisasi kekerabatan yang menaungi pomparan Toga Sinaga dan boru memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga nilai-nilai adat, budaya, persatuan, serta memperkuat hubungan kekeluargaan lintas generasi dan wilayah.

Ke depan, kepemimpinan Sairon diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan komunikasi antara pengurus pusat, wilayah, dan cabang, serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga keberlangsungan PPTSB.

Terpilihnya secara aklamasi juga menjadi momentum untuk menyatukan seluruh potensi keluarga besar PPTSB. Perbedaan pandangan selama proses Mubes hendaknya menjadi bagian dari dinamika organisasi yang pada akhirnya bermuara pada persatuan.

Kini, julukan “Ketua Besar” bukan lagi hanya melekat dalam lingkup Wilayah Sumatera Utara I. Sairon Sinaga telah menerima mandat yang lebih luas untuk memimpin keluarga besar PPTSB di seluruh Indonesia dan dunia.

Amanah lima tahun ke depan tentu bukan pekerjaan ringan. Namun, dengan pengalaman, kedekatan dengan anggota, dan semangat persaudaraan yang selama ini dibangun, Sairon diharapkan mampu membawa PPTSB semakin kuat dalam persatuan, semakin besar dalam pengabdian, dan semakin nyata manfaatnya bagi seluruh pomparan Toga Sinaga dohot Boru.


Horas PPTSB! Salam persatuan dan persaudaraan.



Share:
Komentar


Berita Terkini