SUMUT

NASIONAL

Berusia 1 Bulan, Proyek Cor Beton di Sei Lunang Sudah Rusak, Kades: Bangunannya Tanpa Plank dan Dikerjakan Asal Jadi 

Jumat, 18 Januari 2019 | 00.20 WIB
Kali Dibaca |

Proyek cor beton sepanjang 428 meter di Desa Sei Lunang Kecamatan Sei Kepayang Timur Kabupaten Asahan saat ini sudah rusak meskipun baru selesai dibangun. Foto dipetik, Rabu (17/1). 
Sei Kepayang-metrokampung.com
Meskipun baru berusia 1 bulan setelah selesai dibangun, proyek cor beton yang diperkirakan sepanjang 428 meter di Desa Sei Lunang Kecamatan Sei Kepayang Timur Kabupaten Asahan saat ini sudah rusak.

Kerusakan bangunan cor beton itu kategorikan cukup memprihatinkan. Pasalnya, sesuai amatan metrokampung.com dilokasi, Rabu (16/1), dibeberapa titik terlihat permukaan jalan cor beton sudah terkelupas hingga mirip seperti pekerjaan yang belum rampung dibangun sehingga batu dan pasir bercampur tanah berserakan dipermukaan jalan. Dibeberapa titik lainnya terlihat sebahagian bangunan sudah bergelombang hingga dasar bangunan mengalami penurunan. Dan dititik lainnya juga sudah mengalami keretakan bangunan.

Informasi dihimpun metrokampung.com, Kamis (17/1), pembangunan jalan itu dikerjakan mulai bulan Nopember hingga Desember 2018 lalu dengan sumber dana APBD TA 2018 namun pelaksanaan proyek itu tanpa ada dipasang papan plank proyek sehingga menimbulkan pertanyaan bagi masyarakat setempat.


Hal itu dibenarkan Kades Sei Lunang Sahlan saat dikonfirmasi metrokampung.com perihal kondisi bangunan proyek cor beton di desanya. "Kami sebagai masyarakat sangat menyayangkan kualitas pembangunan menggunakan APBD ini. Dari kualitas nya terkesan proyek asal jadi. Ditambah lagi sejak pelaksanaan tidak pernah ada plank nya. " ucap Sahlan.

Menurutnya, jika melihat dari hasil bangunan itu dan sesuai informasi yang diperoleh nya dari masyarakat desanya menyebutkan bahwa penyebab rusaknya fisik bangunan cor beton itu dikarenakan proyek menggunakan bahan meterial dan ukuran tidak standart serta mempergunakan bahan pasir bercampur tanah dan penggunaan air lumpur saat mengaduk cor beton.

"Banyak warga kita melihat sewaktu pelaksanaan proyek. Mereka menggunakan material bangunan tidak standar dan juga air yang digunakan untuk mencampur cor beton adalah air parit yang berlumpur. Terbukti saat ini hasilnya sudah rusak, " pungkasnya.

Dikatakannya, permasalahan itu sudah disampaikan ke pihak terkait namun tidak ada respons, bahkan hingga akhir proyek itu tidak ada plank nya. "Kalau dilapangan dimandori Sulaiman dan setau kita kontraktor penanggung jawabnya bernama Ilham. Kita sudah pernah tegur pekerjaan mereka tapi teguran itu tidak ditanggapi mereka, " tambah Kades yang diamini Susanto Ketua BPD dan Purnawan selaku Ketua LPM desa setempat.

Sementara itu, Camat Sei Kepayang Timur Nijaruddin saat dimintai tanggapannya terkait bangunan cor beton yang telah rusak itu juga menyayangkan cara kerja pihak kontraktor. "Kita juga tidak tau identitas proyek itu karena tidak ada plank nya. Ditambah lagi saat ini kita juga heran melihat hasilnya sudah rusak padahal baru saja dibangun. Mirip seperti bangunan yang belum rampung," ucapnya.

Oleh karena itu sambungnya, pihaknya telah melaporkan hal itu ke Pemkab Asahan agar meninjau kelokasi proyek tersebut. "Kita berharap pemborong proyek itu agar segera memperbaiki nya sehingga kerusakan nya tidak bertambah parah, " pungkasnya. (laban/mk)

Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru