SUMUT

NASIONAL

Sumur Bor PLTP Sarulla Meledak, Satu Karyawan Tewas, Ketua RKIH Taput: Siap Memperjuangkan Kepentingan Masyarakat Pahae

Sabtu, 09 Maret 2019 | 12.08 WIB
Kali Dibaca |


TAPANULI UTARA - metrokampung.com
Kecelakaan kerja terjadi di area pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Sarulla, tepatnya Namora Ilangit (NIL) 2, di Desa Simataniari, Kecamatan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara, Jumat (5/3/2019), sekitar Pukul 14.00 WIB.

Akibat kejadian itu, satu orang meninggal dunia dan dua orang luka-luka. Korban tewas merupakan karyawan PT Bormindi atau sub kontraktor PT Sarulla Operation Limited (SOL).

Informasi dari masyarakat yang dihimpun Okezone menyebutkan, saat kejadian, karyawan PT Bormindo sedang melaksanakan pencucian sumur bor untuk memperlancar aliran uap panas bumi yang disalurkan dari sumur bor menuju Turbin PLTP.

"Tiba tiba pengatur tekanan pipa menghubungkan sumur bor dan turbin (pipa plank conection) lepas dan mengeluarkan semburan uap panas disertai suara keras sehingga mengenai 3 orang Karyawan PT Bormindo dan mengakibatkan 1 orang meninggal dunia dan 2 orang memgalami luka-luka akibat semburan air/uap panas," sebut masyarakat yang tidak berkenan disebutkan jati dirinya.

Korban dalam ledakan tersebut, yakni Dony (44). Ia adalah mandor PT Bormindo, warga Kabupaten Duri, Provinsi Riau. Ia mengalami luka ringan di bagian tangan sebelah kanan, mengalami luka di kedua kaki dan saat ini masih dirawat di ruang klinik emergency PT SOL.

Kemudian Febrianto (31), blurf man PT Bormindo, warga Kabupaten Duri, Provinsi Riau, mengalami luka pada leher sebelah kiri dan saat ini masih dirawat di klinik emergency.

Sedangkan korban tewas bernama Junaedi (49), chief electric PT Bormindo, disebut sebagai warga Jakarta. Informasinya, korban meninggal Junaedi direncanakan akan divisum ke RSU Jdasamen Saragih di Kodya Pematang Siantar

Humas PLTP Sarulla, Hindustan Sitompul ketika dikonfirmasi Okezone, terkait kronologi kejadian masih bungkam dan meminta semua pihak untuk bersabar menunggu hasil penyelidikan pihak terkait.

Menurut Santo Edi Simatupang sebagai ketua RKIH TAPANULI UTARA saat dikonfirmasi metrokampung.com mengatakan bahwa ledakan ini hanya sebagian kecil dari dampak yang diterima masyarakat Pahae dengan kehadoran PT SOL, karena dampak berikutnya masih banyak lagi antara lain : Dampak Lingkungan, atau Amdal yang tentunnya uap panas, atau partikel gas beracun yg kemungkinan besar akan mencemari udara  dan lahan pertanian masyarakat, hal ini bisa dilihat dr produksi hasil pertanian padi, durian, jengkol, petai bahkan kemenyan akan semakin berkurang dari luat Pahae.

Lahan pertanian semakin berkurang dengan areal luasan lahan operasional raksasa PT SOL dimana juga semakin mengurangi pendapatan masyarakat petani di luat Pahae.

Pada saat operasi pengeboran atau proses pembangunan memang saat itu banyaj pemuda Pahae yang dipekerjaakan sebagai tenaga harian lepas, tetapi saat ini setelah oprasi berjalan, tentunya yang dibutuhkan adalah tenaga ahli yang tidak tersedia di pemuda/i Pahae. Nah ini perlu dipertimbangkan PT SOL bagaimana memberdayakan pemuda/i Pahae untuk bisa mendapatkan kemampuan skill yang mumpuni dalam berhadapan dengan era industri 4.0 saat ini.

Santo Edi Simatupang sebagai ketua RKIH TAPANULI UTARA akan tetap hadir mendampingi masyarakat pahae dan tetap memperjuangkan kepentingan masyarakat pahae yang semakin maju dan sejahtera dengan kehadiran perusahaan raksasa penjual listrik ratusan bahkan bisa ribuan mega watt tersebut ke perusahaan PLN.

Dan Santo Edi Simatupang dan teman temannya perantau asal Pahae yang berdomisisli di Medan antara lain Drs Gandi Parapat telah memperjuangkan kepentingangan masyarakat Pahae dengan kehadiran PT SOL tersebut sampai melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Provinsi Sumatera Utara pada tahun lalu, dan saat ini juga telah menyurati Presiden Jokowi agar perusahaan tersebut mempedulikan masyarakat Pahae. Karena perusahaan tersebut bakal mencapai keuntungan yang sangat besar bahkan triliunan dalam kontrak 25 tahun ke depan dengan pemerintah.

Jadi selayaknya perusahaan raksasa tersebut lebih peduli kepada masyarakat Pahae, khususnya pemuda Pahae agar pemuda/i Pahae pada generasi mendatang adalah generasi yang siap mengahdapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang pesat saat ini.
(simon/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru