SUMUT

NASIONAL

Konflik Antar Nelayan Memanas, 1 Pukat Gerandong Dibakar di Perairan Batubara

Jumat, 28 Juni 2019 | 23.12 WIB
Kali Dibaca |

Kapal pukat tarik (gerandong) yang dibakar saat konflik antar nelayan di perairan Batubara.

Batubara - Metrokampung.com
Tabrakan antara kapal pukat tarik (gerandong) dengan kapal nelayan  jaring ikan (tradisional) saat mencari ikan di perairan  Kuala Batubara Biruk Merah, tepatnya arah utara 10 mil dari Pelabuhan Tanjung Tiram Kabupaten Batubara,  memicu konflik memanasnya konflik  antar nelayan di Kabupaten Batubara.

Dari  informasi yang dihimpun,  Jumat (28/06) dari peristiwa kerusuhan antar nelayan itu dikhabarkan satu boat pukat tarik (gerandong) dibakar dan ditenggelamkan di laut. Anak Buah Kapal (ABK) selamat  dari  api dan amukan massa nelayan jaring ikan dengan terjun kelaut, Kamis (27/06) sore.

Konflik yang berawal dari tabrakan antar kapal yang ditunggangi oleh kapal ikan  memicu maraknya pertikaian antar sesama nelayan yang sempat reda beberapa waktu terakhir.

"Awalnya nelayan gerandong melakukan operasi penangkapan tak jauh dari perairan Pulau Salah Namo daerah pinggir pantai, sehingga para nelayan tradisional marah dan mendatangi langsung serta  menabrak kapal milik nelayan gerandong", ujar warga yang minta jatidirinya dirahasiakan di pelabuhan Tanjung Tiram,  Jumat (28/06).

Setelah menabrak, para nelayan tradisional diduga secara spontan langsung membakar kapal pukat gerandong itu karena dianggap telah masuk ke areal penangkapan nelayan tradisional.

Akibat peristiwa itu, ABK atas nama Is warga Desa Suka Maju Kecamatan Tanjung Tiram mengalami luka pada bagian kaki, sedangkan lainnya berhasil selamat setelah melompat kelaut dan selanjutnya  naik ke kapal satunya yang di nahkodai S warga yang sama.

Dalam aksi tersebut, dikabarkan massa nelayan jaring berhasil membakar boat pukat tarik yang di sebut-sebut milik Obey Iln itu.

Keberadaan kapal pukat tarik tersebut  dianggap meresahkan dan bertentangan Permen KP No: 02 Tahun 2015 tentang larangan penggunaan alat tangkap pukat hela dan trawl sehingga  hangus dan tenggelam ke laut.
 
Menurut warga lainnya, Iwan,  dirinya mengaku melihat kepulan asap tebal arah Utara di laut dari alur Kuala Sungai Batubara diduga bersumber dari api di kapal gerandong yang menjadi korban pembakaran massa nelayan.
 
Sejauh ini, belum diperoleh  keterangan resmi dari pihak berkompeten terkait konflik nelayan pukat tarik dengan jaring tersebut. Sedangkan sumber lain di Pelabuhan Tanjung Tiram mengakui kejadian tersebut.

Para nelayan mengatakan keberadaan pukat tarik/ gerandong dan sejenisnya dilarang pemerintah, namun tetap ditemukan beroperasi di perairan Batubara tanpa ada tindakan tegas sehingga memicu terjadi konflik antar nelayan.

Kapolsek Labuhan Ruku Polres Batubara AKP Selamat M melakui Kanit Reskrim Ipda J. Sitinjak melalui telepon seluler, Jumat (28/06) malam mengatakan terduga pelaku masih belum diketahui.
"Masih proses lidik,  belum ada nelayan yang mau kasih keterangan", ujarnya. (ea.ps/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru