Langkah Nyata Tekan Stunting: Dapur MBG Adiankoting Resmi Beroperasi, Layani 1000 Siswa untuk Hari Pertama

Editor: metrokampung.com

Taput, metrokampung.com
Derap langkah penurunan stunting di Tapanuli Utara semakin nyata. Senin, 11 Mei 2026, langit Adiankoting menjadi saksi lahirnya harapan baru: Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi dibuka, siap mengalirkan gizi seimbang untuk seribu anak sekolah setiap harinya.

Dapur yang dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Jaringan Tapanuli Peduli (JTP) Bonapasogit ini bukan sekadar tempat memasak. Ia adalah SPPG ke-33 di Tapanuli Utara di bawah Badan Gizi Nasional, sekaligus jawaban konkret atas arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk melahirkan generasi sehat dan cerdas.

1000 Porsi Gizi di hari pertama ini, Bukan Sekadar Kenyang  
"MBG bukan soal banyaknya porsi, melainkan kadar gizi di setiap porsinya," tegas Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran (JTP) Hutabarat, S.Si., M.Si., saat meresmikan dapur milik tokoh masyarakat Juliski Ir. Simorangkir, MM. dan Binton Simorangkir itu. 

Sejak hari pertama, 1000 piring bergizi langsung meluncur ke meja makan siswa SD, SMP, dan SMA se-Adiankoting. Sevenris Butarbutar dari Dinas Kesehatan Taput memastikan: “Sejauh ini lancar tanpa kendala. Kita optimis ini mengakselerasi penurunan stunting.”

Ekonomi Petani Ikut Berdenyut  
Dapur MBG Adiankoting dirancang sebagai mesin penggerak ganda. Di satu sisi memerangi gizi buruk, di sisi lain menghidupkan dapur petani lokal. 

Binton Simorangkir membuka pintu kemitraan selebar-lebarnya untuk pasokan bahan baku dari warga, kecuali ayam, telur, dan daging sapi. 

“Supaya masyarakat merasakan langsung dampak APBN,” ujarnya. 

Bupati JTP menambahkan, “Ada putaran ekonomi bagi petani Adiankoting yang menyumbangkan bahan baku.”

Menembus Medan Berat Adiankoting  
Perjuangan belum selesai. Binton tak menutupi tantangan geografis: Desa Aek Matio masih menolak roda empat, sementara Torhonas, Siantar Naipospos, dan Pagar Lambung 2, 3, 4 harus ditempuh 2 jam perjalanan. Artinya, distribusi gizi ke pelosok butuh nyali dan strategi khusus.

Doa dan Gotong Royong Mengawali  
Peresmian diawali kebaktian oleh Pdt. Romasta Sitinjak, S.Th. dari HKBP Adiankoting, menegaskan bahwa misi ini juga misi kemanusiaan. Jajaran JTP hadir lengkap: Ketua Rodianto Lbn Tobing, Sekretaris Pardomuan Hutabarat, Korwil Syahmenan Lubis, dan PIC Heber Sihombing. Unsur Uspika hingga kepala desa dan kepala sekolah turut mengawal.

Kini, dari Adiankoting, pesan itu bergema: perang melawan stunting dimenangkan lewat sendok, sayur, dan kolaborasi. Dapur MBG bukan akhir, tapi garda terdepan mewujudkan anak Indonesia yang kuat otaknya, sehat raganya.


Laporan : Jufri Panjaitan
Editor : Simon Sinaga
Share:
Komentar


Berita Terkini