SUMUT

NASIONAL

PU Karo akan Lakukan Perbaikan Kembali Jalan Udara Yang Rusak

Kamis, 20 Juni 2019 | 18.12 WIB
Kali Dibaca |

Aspal yang mengelupas dan genanganan air sampai ke badan jalan Akibat buruknya system' drainase di seputaran jalan udara Berastagi.

KARO - METROKAMPUNG.COM
Baru dua bulan penyisipan aspal yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (PU), Pemerintah Kabupaten Karo, di ruas jalan Udara Berastagi, Kabupaten Karo, kembali rusak. Menurut masyarakat setempat, jalan hotmix yang rusak itu ditambal dengan bahan Lapisan Penetrasi Macadam (lapen) pada 8 April 2019 lalu.

Ruas jalan ini merupakan kawasan pergudangan barang ekspor dan pengiriman antar pulau sejumlah komoditi, seperti kol, kentang tomat, dan sejumlah jenis sayuran lainnya., serta termasuk jalur evakuasi korban erupsi Sinabung ke kawasan Berastagi dan juga bagian akses jalan masuk menuju ke pasar tradisional terbesar perdagangan hasil produksi hortikultura Kabupaten Karo, Pajak Roga Berastagi.

“Baru ditambal, tidak lama kemudian rusak. Bahkan sudah lebih dua minggu rusaknya. Semestinya, agar lapisan aspal kuat dibutuhkan beberapa kajian pekerjaan. Diantaranya, sistem drainase atau pembuangan air yang baik. Tetapi ini nampaknya asal sudah saja. Nanti kalau dikatakan pemborosan biaya perawatan, material, dan tenaga kerja, ada yang tersinggung. Tetapi inilah kenyataannya,” ujar Bp Glory, kepada wartawan, Kamis (20/6) jam.14.00 wib.

Terkait penambalam di Jalan Udara Berastagi, yang juga merupakan jalan lintas penghubung antar Kecamatan Berastagi-Kecamatan Merdeka- Kecamatan Simpang Empat. Kepala Seksi (Kasi) Jalan dan Jembatan Bina Marga, Dinas PU Pemkab Karo, Binar Tarigan, kepada wartawan mengatakan, percepatan kerusakan dikarenakan masalah drainase. Luapan air parit sebagai penyebab utama rusaknya jalan yang baru disisip.

“Agar tidak berulang, dalam waktu dekat perbaikan dan penyisipan diseputar Jalan Udara akan kita kupas bahu jalannya. Yang rusak, akan ditambal kembali. Tahun ini biaya perawatan jalan kita yang tertampung di APBD hanya Rp 2,5 miliar. Itu sudah termasuk perawatan jalan, drainase, pembabatan, dan pengupasan bahu jalan. Memang sangat minim untuk keseluruhan jalan di Kabupaten Karo. Tapi mana yang terpenting akan kita prioritaskan.” ujar Binar Tarigan menjelaskan.(amr/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru