SUMUT

NASIONAL

Tresya Hotel Dinilai Cederai Umat Islam Tanjungbalai

Sabtu, 08 Juni 2019 | 13.45 WIB
Kali Dibaca |

DPC. Pemuda Islam Tanjung balai Ahmad Dhairobi, juga salah seorang aktivis lembaga GPK-RI (Gerakan Pemberantas Korupsi Republik Indonesia).

Tanjungbalai, metro kampung.com
Ketua DPC. Pemuda Islam Tanjungbalai Ahmad Dhairobi sangat menyayangkan sikap pihak Hotel Tresya yang berlokasi dikawasan Batu 7 Terminal Kota Tanjungbalai dengan membuka kembali ruangan Pub dan KTV hotel disaat umat islam merayakan Hari Raya Idul Fitri. Padahal sebelumnya, ruangan Pub dan KTV itu sudah disegel oleh Pemko Tanjungbalai.

"Dengan dibukanya kembali Pub dan KTV yang telah disegel sebelumnya oleh Pemko Tanjungbalai, sikap pihak Hotel Teresya saat ini telah menciderai hati kami sebagai ummat islam, dan saya merasa pihak hotel tidak lagi menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dalam umat beragama." sebut Dairobi kepada wartawan Jumat (7/6).

Disesalkannya, pihak hotel tresya seakan tidak menghargai umat islam dengan di bukanya KTV Hotel Teresya tersebut tepatnya dimalam kemenangan umat islam yaitu malam berkumandangnya Takbiran menyambut datangnya bulan yang fitri dimana malam menyambut hari kemenangan setelah satu bulan berpuasa dalam menahan diri dari segala hal perbuatan yang buruk.

"Selain itu, tempat itu kita menduga menjadi sarang tempat maksiat dan peredaran narkoba terbesar di Kota Tanjungbalai, sehingga kita sangat mendukung Pemko Tanjungbalai yang melakukan penyegelan terhadap lokasi itu, " ucap Dairobi.

Ahmad Dhairobi yang juga salah seorang aktivis dari lembaga GPK-RI (Gerakan Pemberantas Korupsi Republik Indonesia) merasa heran dan mempertanyakan apakah di karenakan pemilik dari Hotel Tresya tersebut beragama non muslim. "Namun setidaknya walaupun pemilik hotel itu non muslim, mereka juga harus menghargai sesama umat beragama di karenakan di NKRI memiliki bermacam agama, suku sehingga sudah seharusnya kita sebagai warga negara harus saling menghargai dan menghormati diantara sesama suku dan agama. Namun hal itu kita duga dikesampingkan oleh pihak hotel tresya hanya untuk meraut keuntungan pribadi,"tegasnya.



Harapannya, sesama umat beragama hendaklah jangan mengkesampingkan nilai-nilai moral dan etika yang berlaku di masyarakat sekitar. "Maka dari itu kami atas nama Pemuda Islam Tanjungbalai, mengecam perbuatan pihak Hotel Tresya tersebut dan meminta Wali Kota selaku pemangku kebijakan tertinggi di Kota Tanjungbalai ini, agar memberikan teguran dan tindakan tegas terhadap pihak Hotel Tresya, jangan sampai kerukunan antar ummat baragama ada saling kesenjangan di Tanjungbalai. Harapan kita tetap rukun dan kondusif," harapnya.

Dan apabila hal yang tidak diinginkan sampai terjadi, lanjut Dhairobi, maka orang yang paling bertanggung jawab adalah Wali Kota, karena dinilai tidak mampu untuk menjadi pemimpin dan mengambil kebijakan yang tegas terhadap pengusaha yang bandal bahkan terkesan kebal terhadap hukum.

"Kami sangat berharap dan meminta kepada pemerintah kota yaitu Wali Kota termuda Bapak HM. Syahrial SH.MH hendaklah jangan sampai memberikan kesempatan atau memberikan kembali izin tempat hiburan KTV dan Pub kepada pihak Hotel Tresya yang telah disegel sebelumnya, " pungkasnya. (RS/MK)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru