SUMUT

NASIONAL

Menuju Labura Sejahtera dengan Iman dan Taqwa

Jumat, 12 Juli 2019 | 00.57 WIB
Kali Dibaca |

Bupati Labura H Kharuddin Syah SE menyerahkan bantuan kepada Nazir mesjid untuk kemakmuran mesjid.

Oleh : Syawaluddin Tanjung
Berdiri sejak tanggal 21Juli 2008 berdasarkan UU Nomor 23 tahun 2008, pemekaran dari kabupaten Labuhanbatu Induk, kini Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) genap  berusia 11 (sebelas) tahun pada tanggal 21 Juli 2019.

Di usianya yang sudah 11 tahun, pembangunan di berbagai bidang menuju Labura sejahtera tampak di depan mata. Berbagai langkah dan strategi serta terobosanpun telah dilakukan oleh Bupati Labuhanbatu Utara H Kharuddin Syah SE bersama Wakil Bupati Labura Drs Dwi Prantara MM.

Dalam mengawali Labura Sejahtera, peningkatan pembangunan sarana dan prasarana gedung/kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) demi peningkatan pelayanan kepada masyarakat Labura, menuju masyarakat sejahtera terus dilakukan hal ini untuk memberikan pelayanan publik yang merata dalam segala bidang.

Sementara aktivitas arus lalu lintas di Kota Aek Kanopan sebagai ibu kota Kabupaten Labura kian hari lalu lintas semakin padat.

Untuk mengurangi tingkat kemacetan yang kerap terjadi di Kota Aek Kanopan akibat tingginya volume kendaraan. Karenanya Pemkab Labura tengah membangun jalan penghubung alternatif Aek Kanopan, pembangunan underpass, jalan jalur dua  sepanjang 3 KM lebih, agar peningkatan transportasi dapat di tangani secara nasional. Saat ini dalam pengajuan untuk menjadi tanggung jawab APBN untuk menjadi jalan nasional yang sebelumnya APBD Pemkab Labura telah membuka badan jalan dan pembebasan lahan hal ini untuk mendukung kondisi lalu lintas di ibu kota Labura. Tujuannya agar lebih lancar serta mampu mengurangi kemacetan arus lalulintas di Kota Aek Kanopan.

Kabupaten Labuhanbatu Utara ini berbatas, sebelah Selatan berbatas dengan Labuhanbatu dan sebelah Barat berbatas dengan kabupaten Tapanuli Selatan,  Tapanuli Utara dan kabupaten Toba Samosir, sedangkan sebelah Utara berbatas dengan Asahan, untuk sebelah Timur berbatas dengan Selat Malaka,  dengan luas wilayah 354.580 hektare, diisi dengan 82 desa dan 8 kelurahan yang tersebar di 8 kecamatan. Memiliki industri, pertanian, pariwisata, migas, pelabuhan dan lainya.

Dengan jumlah penduduk Labura sebanyak 391.729 jiwa, dan 95.085 KK dengan jumlah lahan tanaman padi seluas 22.831 Ha,  dapat menghasilkan produksi padi lebih kurang 180.000 ton pertahun, dengan penghasilan produksi itu dapat membutuhi bahan makanan pokok di Labura.

Untuk dapat mewujudkan masyarakat sejahtera di mulai dari desa dengan adanya Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari APBD dan Dana Desa (DD)  yang bersumber dari APBN  yang dikucurkan sebagai pendapatan keuangan desa itu diharapkan dikelola dengan benar dan sesuai dengan petunjuk teknis untuk dapat merubah desa yang lebih baik.

Sebaiknya lagi dibentuk BUMDes di setiap desa agar masyarakatnya lebih mandiri selanjutnya di bentuk Badan Usaha milik Daerah BUMD untuk menaungi BUMDes di Labura dengan demikian kesejahteraan masyarakat dapat terwujud. Namun untuk mengawalinya pendidikan dan kesehatan menjadi utama dalam kehidupan.

Seperti dalam menciptakan desa wisata dan dapat mewujudkan inovasi desa hal ini suatu jalan untuk mewujudkan masyarakat desa sejahtera. Pemerintah telah memberikan kekuasaan bagi Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mengembangkan pariwisata pedesaan. Program wisata ini harus dapat melibatkan masyarakat untuk mengelola kampung halamannya sesuai apa yang diamanahkan UU No 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan dan UU nomor 6 tahun 2014 tentang desa yang bertujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, mengatasi pengangguran, melestarikan alam, lingkungan dan  sumber daya  serta memajukan kebudayaan.

Membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar membantu pertumbuhan ekonomi dengan perbaikan infrastruktur petani, dan penambahan pendapatan keluarga, serta meningkatkan saran dan prasarana, pembangunan sumber daya manusia, peningkatan keberdayaan, dan pembentukan modal sosial budaya masyarakat desa dengan strategi mengembangkan pendidikan berbasis keterampilan dan kewirausahaan, meningkatkan kapasitas dan partisipasi masyarakat serta menguatkan kapasitas masyarakat desa, memamfaatkan sumber daya alam lahan dan perairan .

Bupati Labura H Kharuddin Syah SE menyapa dan memberikan spot dan tali asih kepada orang miskin yang tengah mengapul .

Ada sejumlah objek wisata yang dilestarikan dan dijaga keindahannya oleh pemkab Labura yakni  Wisata Alam Aek Buru desa Batu Tunggal kecamatan Na - IX-X. Sedangkan yang layak untuk di lestarikan sebagai destinasi wisata, Pantai Monyet, Bukit Hoza, Pantai Biski,  Arung Jeram, Air Terjun Pelangi yang berada di kecamatan Aek Natas. Juga objek wisata di Kecamatan Kualuh Hulu yakni Wisata Alam Aek Sordang, Pelangi Indah dan Air Terjun Bidadari di Desa Kuala Beringin serta Wisata Tahunan yang di sebut Hagaf di Gunting Saga kecamatan Kualuh Selatan.

Potensi masyarakat Labura untuk capai sejahtera sudah dapat dibayangkan hanya saja kesadaran dari masyarakat untuk mencapai itu harus diciptakan yang diawali dengan diri kita sendiri. Berdasarkan catatan dari Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) ribuan  Usaha Kecil Menengah (UKM)  di Kabupaten Labuhanbatu Utara dan sebagian telah dibantu melalui pinjaman modal dan memberikan bantuan peralatan, bahkan upaya menuju masyarakat sejahtera Disperindagkop dan UKM Labura   menggelar Lomba Tangkas Terampil Koperasi (LTTK) yang diikuti peserta utusan pelajar SMA sederajat se Labuhanbatu Utara, bahkan Disperindagkop dan UKM akan merancang Sistem Informasi Kredit Perangkat (SIKP) sebagai tindak lanjut dalam rangka permodalan dengan sistem SIKP, namun hal ini dibutuhkan dukungan dana anggaran yang memadai.

Selain itu dari sisi sumber daya alam, pengembangan kawasan agro industry yang memiliki potensi industri minyak dan gas (Migas) serta mineral dan batubara (Minerba) yang  kekayaanya dapat meningkatkan  pendapatan negara dan daerah. Potensi Migas yang berada di Kecamatan Aek Kuo dan Marbau tengah dalam proses eksplorasi yang menjadi kewenangan propinsi yang diharapkan dapat menekan angka pengangguran.

Disamping  21 perusahaan yang bergerak dalam pengolahan karet dan kelapa sawit dengan rincian 17 Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) dan 4 pengolahan karet.

Masyarakat Kabupaten Labura mayoritas memiliki lahan perkebunan sawit jika dilihat sektor pertanian untuk tanaman pangan, Kabupaten Labura memiliki potensi sumber daya alam yang sangat berlimpah, khususnya pertanian padi lahan basah dan lahan kering. Karena ketersedian rumput yang memadai.  ternak Sapi sangat memungkinkan di Labura ini, karena kwalitas dagingnya sangat bagus.peluang usaha ini sangat prospek dan menjanjikan, yang dapat menambah pendapatan, peningkatan ekonomi keluarga /masyarakat,

Untuk mewujudkan hal itu perlu arahan dan imbauan dari pemda Labura untuk menggedor hati masyarakat yang memiliki lahan untuk ternak yang seogianya dinas tekait  dapat memfasilitasinya.

Untuk capaian itu, Dinas terkait di Labura ini telah menyalurkan ternak lembu dan domba bahkan Sapi brahma kross/Sapi persilangan yang hanya usia dua tahun  dapat meningkatkan daging yang berkwalitas.

H Buyung sapaan akrab Bupati Labura H Kharuddin Syah SE bersama Drs Dwi Prantara  terus bergerak capai masyarakat sejahtera, berbagai jenis dan bentuk alat pertanian (Alsintan) dan bantuan bibit benih padi, pupuk yang  di salurkan kepada kelompak tani, serta bantuan ternak.

Potensi alam di kabupaten Labura ini diharapkan  tereksploitasi dengan baik dan maskimal termasuk Kandungan batubara, granit, minyak bumi bahkan gas alam dikabarkan ada terdapat di perut bumi Labura. Sayangnya potensi itu belum dapat tereksploitasi dengan baik karena belum masuknya investor yang benar-benar mau mengelola potensi yang ada.

Kemampuan Pemkab Labura yang terbatas tentu membutuhkan bantuan dari pihak lain, khususnya para investor yang ingin menanamkan modalnya di tempat itu. Untuk itu tentunya investor membutuhkan regulasi yang jelas dan tegas sehingga mereka merasa aman dan nyaman menanamkan capitalnya di bumi Basimpul Kuat Babontuk Elok .

Karena semakin banyak investor yang berusaha di Labura, langsung maupun tidak langsung tentu akan mendongkrak dan menggairahkan roda perekonomian masyarakat. Dengan demikian apa yang menjadi harapan melalui visi dan  misi meningkatkan pendapatan perkapita berbasis ekonomi kerakyatan juga dapat tertopang.  

Untuk mewujudkan masyarakat labura sejahtera tidak terlepas dari   Infrastruktur sebagai urat nadi perekonomian yang menjadi perhatian  pembangunan di Labura. Sejak kepemimpinan H Buyung yang sudah dua periode ini  banyak jalan-jalan yang pada masa lalu sulit dilalui, sekarang sudah lebih mudah dilewati, bahkan oleh kenderaan roda empat atau lebih,  jalan tanjung pasir kecamatan kualuh selatan menuju kecamatan kualuh leidong sudah diusul untuk menjadi jalan provinsi dengan harapan agar kemajuan transportasi angkutan hasil pertanian ke pusat pasar berjalan lancar,

Berdasarkan catatan dari badan pengelolaan keuangan dan aset daerah Labura, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Labura, ditahun 2019 ini kisaran 1 Teriliun 90 Milyar, khusus pendapatan asli daerah 56,772 Milyar mengalami kenaikan cukup signifikan jika dibanding pada tahun anggaran 2016 APBD.

Mencapai 1.075.882.952.733,59 pada tahun ini anggaran untuk pendidikan sudah melebihi apa yang diamanah kan undang-undang  demikian juga bidang kesehatan.

Capaian ini suatu keberhasilan untuk mewujudkan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Labura sejahtera dalam kemandirian.

Secara perlahan dan terus menggali potensi alam kini Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari tahun ke tahun terus bertambah jika pada tahun anggaran (TA) 2015 Rp 33.811.787.934 dan TA 2016 PAD mencapai Rp 36.838.932.858,- di tahun berikut nya TA 2017 sebesar Rp 53.221.965.850 bahkan di tahu 2019 ini 56,772 Milyar .

Anggaran yang ada itu tentu tidak mencukupi kebutuhan pembangunan di Labura. Dukungan dana dari provinsi dan pusat juga sangat dibutuhkan agar program yang direncanakan dapat berjalan sesuai dengan target dan harapan.

Sebaiknya  mulai mengarah dan mewacanakan Badan Usah Milik Daerah (BUMD) melihat dari sumber daya alam serta tanah yang subur dan luas, memanfaatkan lahan hutan dengan menfungsi tanaman apa yang sesuai  sehingga dapat bermanfaat bagi daerah   yang tidak merusak ekosistem dan dapat meningkatkan PAD.

Di Bidang Keagamaan
Untuk mewujudkan Labura menjadi kabupaten yang beriman dan bertaqwa menuju Labuhanbatu Utara yang sejahtera, Bupati Labura dua periode ini mengimbau agar melakukan sholat subuh berjemaah kepada para camat dan Magrib mengaji kepada masyarakat yang tengah berlangsung saat ini.

Capaian ini dapat di tingkatkan kepada seluruh pimpinan SKPD/OPD dan Tidak hanya diarahkan kepada umat yang beragama islam, melainkan kepada pemeluk agama selain islam agar dapat melaksakan kegiatan yang bernilai ritual sesuai agama dan keyakinannya masing-masing serta menghentikan seluruh kegiatan pada saat adzan berkumandang dan segera melaksanakan sholat Fardhu secara berjamaah di Masjid/Langgar/Mushola terdekat di tempat masing-masing dan bagi yang beragama non muslim bisa menyesuaikan.

Secara rutin tiap tahun Pemkab Labura menyerahkan bingkisan dan bantuan kepada nazir  masjid, guru mengaji dan bilal mayit serta Guru sekolah minggu sebagai bentuk perhatian dan kepedulian Pemkab Labura.

Baru-baru ini ,Pemkab Labuhanbatu Utara telah menyalurkan bantuan untuk para bilal mayit, nazir masjid dan guru mengaji yang tersebar di delapan kecamatan dan 90 desa/kelurahan dengan total mencapai Rp724,5 juta.

Secara rinci, para penerima bantuan tali asih tersebut adalah nazir masjid, bilal mayit dan guru mengaji yang jumlah keseluruhan sebanyak 1.260 orang. “Guru ngaji yang mendapat tali asih di luar guru mengaji yang masuk dalam kegiatan Maghrib Mengaji,”

Sedangkan bilal mayit yang mendapatkan tali asih sebanyak 810 orang. “Jadi total penerima sebanyak 2.070 orang. Masing-masing mendapatkan satu buah sarung dan uang tali asih sebesar Rp 350 ribu.

Dengan jumlah 2.070 orang yang masing-masing mendapat Rp 350 ribu, maka total bantuan tali asih yang disalurkan kepada nazir, bilal mayit dan guru mengaji di tanah Basimpul Kuat Babontuk Elok itu sebanyak Rp 724,5 juta. ini di luar 2.070 kain sarung yang juga turut dibagikan.

Kegiatan dan pemberian santuan tali asih tersebut merupakan program rutin Pemkab Labura di bawah kepemimpinan H Kharuddin Syah SE. Saat pemberian tali asih tersebut juga diisi dengan tausiah agama yang disampaikan oleh sejumlah ustadz yang ikut dalam tim.

Di samping itu kegiatan MTQ rutin di laksanakan setiap tahun mulai dari tingkat desa , kecamatan dan tingkat kabupaten hingga dapat mengutus  masyarakat labura mengikuti MTQ ke tingkat Provginsi sesuai jenjang nya.

Menuju Labura sejahtera mustahil terwujud jika masyarakatnya tidak sehat, maka pemkab Labura  mempriortaskan kesehatan yang merupakan program meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan pelayanan KB (Keluarga Berencana). Untuk mewujudkan itu, melalui anggaran yang ada baik APBD Kabupaten, provinsi dan Pusat, Pemkab Labura melalui Dinas Kesehatan dan instansi tehnis terkait lain terus melakukan  pembenahan dan perbaikan.

Di bidang kesehatan Pemkab Labura terus menganggarkan pembangunan RSUD  yang dalam proses pembangunan yang rencana nya pada tahun ini akan di fungsikan, yang nantinya diharapkan dapat menjanjikan kesehatan bagi masyarakat Labura dan masyarakat di luar Labura untuk berobat.

Secara bertahap alat kesehatan akan berkualitas yang dapat bersaing dengan  Rumah Sakit daerah lain Seiring perjalanan waktu rumah sakit tersebut akan di benahi dengan fasilitas yang memadai untuk meningkatkan pelayanan kesehatan maksimal dan prima.

Saat ini dari 18 jumlah Puskesmas yang ada di Kabupaten Labura ini, 13  diantaranya sudah Akreditasi sementara 5 puskesmas lagi sedang persiapan Akreditasi untuk dilakukan penilaian dari  kementerian kesehatan,bahkan diantara 5 puskesmas telah dilakukan rawat inap , sebaik nya seluruh puskesmas yang ada di labura ini di lakukan rawat inap dengan memadai sumber daya yang ada, selain puskesmas di Labura ini  juga memiliki  Pusat Kesehatan Pedesaan (Puskesdes).

Pria yang akrab disapa  H Buyung itu dilantik sebagai Bupati Labura yang kedua kalinya sebagai Bupati defenitif  periode 2016-2021  bersama wakilnya Drs Dwi Prantara.

Sebelum nya H Kharuddin Syah SE orang pertama Bupati Defenitif 2010-2015  di bumi Basimpul Kuat Babontuk Elok itu terus berupaya mewujudkan visinya dengan membuat program prioritas yang dirangkum dalam visi pemerintahannya. Ada sejumlah misi prioritas yang dilakukan yaitu meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan masyarakat dan aparatur pemerintah kepada Tuhan Yang Maha Esa, meningkatkan pendapatan perkapita berbasis ekonomi kerakyatan, meningkatkan kualitas pendidikan dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan pelayanan KB (Keluarga Berencana), dengan menciptakan kampung KB meningkatkan pelayanan administrasi pemerintahan dan administrasi kependudukan, meningkatkan infrastruktur dan pemerataan pembangunan serta menciptakan iklim investasi usaha yang kondusif.

Penyusunan skala prioritas itu merupakan bentuk cepat dan tanggapnya bupati terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat, Tidak jarang aksi sosial  H Buyung rela ‘merogoh kocek’ pribadi demi membantu masyarakat di daerah yang dipimpinnya.
         
Pembangunan Dan Sosial
Diakui atau tidak pembangunan yang dilaksanakan bupati dan jajarannya telah dirasakan masyarakat luas. Seperti untuk peningkatan kualitas keimanan dan ketakwaan, Pemkab Labura memberikan perhatian kepada para guru ngaji, bilal mayit serta Nazir Mesjid/tokoh Agama .

Demikian juga dengan pendidikan,Dari data yang diperoleh, dari tahun ke tahun grafik pembangunan bidang pendidikan terlihat meningkat. dengan membangun Ruang Kelas Baru (RKB).

Selain membangun RKB, pemkab juga melaksanakan rehabilitasi terhadap sekolah-sekolah yang kondisinya  memprihatinkan,  demi kwalitas pendidikan yang bermutu.

Selain pembangunan RKB serta rehab sekolah, untuk bidang  pendidikan ini Pemkab Labura juga mengalokasikan miliaran anggaran untuk memenuhi fasilitas seperti mobiler meja, kursi dan lainnya. Perlengkapan itu dalam rangka menopang proses belajar mengajar (PBM) di sekolah-sekolah mulai SD-SMP sederajat dan telah menciptakan kelas unggulan yang berada di bawah naungan Pemkab Labura.

Bukan hanya sampai disitu Pemkab Labura terus berupaya meningkatkan Kwalitas dunia pendidikan di Labuhanbatu Utara, setelah memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan,  meluncurkan program-program yang bertujuan melahirkan generasi penerus yang berkwalitas, terbukti Pemkab Labura jalin kerja sama dengan  perguruan tinggi, yakni, dengan Universitas Medan (Unimed), Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara, Universitas Sumatera Utara (USU) dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).

Bahkan kerjasama ini merupakan kerjasama beasiswa dimana setiap tahun Pemkab Labura mengirim puluhan bahkan hampir seratus  orang anak untuk berkuliah, setiap tahunnya Pemkab memberikan beasiswa sebesar 15 juta per anak, uang itu  untuk biaya kuliah, uang buku dan uang saku, selain beasiswa MOU Pemkab Labura juga memiliki program beasiswa prestasi dan beasiswa kurang mampu yang jumlahnya Ratusan  penerima sebesar 2 juta per tahun untuk satu orang mahasiswa, dengan harapan  Bupati H Kharuddin Syah  melunjurkan program-program ini tak lain karena  ingin melahirkan generasi emas labura,untuk mandiri capai sejahtera.

Kemungkinan masih ada mengakui pembangunan yang dilaksanakan belum dapat memuaskan semua pihak.Dengan akses jalan yang mudah walau sebagian masih dalam proses perbaikan infrastruktur, pelayanan publik juga kian optimal dengan adanya gedung perkantoran yang tidak menumpang lagi yang memiliki kantor OPD milik pemkab selain itu Gedung DPRD Labura terus di kebut pengerjaannya supaya dalam waktu dekat ini dapat di fungsikan.

Berbagai kelemahan dan kekurangan tentu saja ditemukan. Tapi, untuk mewujudkan visi dan misi Labura bukan merupakan suatu yang mustahil. Dukungan dari berbagai pihak akan mempercepat terwujudnya cita-cita bersama menjadikan Labura Sejahtera, semoga ini menjadi catatan sejarah dan patut di lanjutkan bagi Bupati defenitif nantinya .

Sebelas tahun belakangan ini,  Kabupaten Labura terus berkembang dan bangkit bersama agar lebih maju dan sejahtera. Hal ini tidak terlepas dengan aparatur yang direkrut secara profesional, transparan dan akuntabel.(***)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru