SUMUT

NASIONAL

10 Tahun Ekstrakurikuler Olahraga di SMK N 4 Tanjungbalai Tak Pernah Ada

Kamis, 19 September 2019 | 21.08 WIB
Kali Dibaca |


Tanjungbalai, metrokampung.com
Selama 10 tahun kegiatan ekstrakurikuler bidang olahraga di SMK Negeri 4 Tanjungbalai tidak pernah diadakan. Hal itu disebabkan karena pihak sekolah tidak mengizinkan serta tidak mengalokasikan dana dari BOS untuk menunjang pelaksanaan ekstrakurikuler bagi guru olahraga. Akibatnya, hal ini dikeluhkan beberapa siswa dan diamini oleh EH guru mata pelajaran Pendidikan Jasmani (Penjas) Kelas X, XI SMK N 4 kepada metrokampung.com, Senin (16/9) terkait tidak adanya pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler olahraga disekolah tersebut.

"Kepala sekolah tidak memberi izin kita selaku guru Penjas untuk mengadakan kegiatan ekstrakurikuler olahraga. Artinya, rencana kegiatan ekstrakurikuler yang kita ajukan tidak pernah didukung kepala sekolah. Padahal selaku guru Penjas sudah mengajukan proposal kegiatan yang akan dilakukan. Namun tidak pernah dirapatkan di sekolah. Alhasil kegiatan ekstrakurikuler olahraga selama ini tidak pernah ada," kata EH.

Dijelaskannya, setiap guru olahraga yang ingin melakukan ekstrakurikuler olahraga terlebih  dahulu membuat rencana kegiatannya dan menyerahkan ke kepala sekolah. Namun anehnya, rencana kegiatan ekstrakurikuler itu tidak pernah direspon bahkan tidak pernah dirapatkan oleh kepala sekolah dengan guru pengajarnya.

Namun demikian dikatakannya, dirinya juga pernah bersikukuh melakukan kegiatan ekstrakurikuler olahraga seperti pencak silat atau yang sejenisnya disekolah tersebut. Tetapi setelah beberapa bulan dilaksanakan, kegiatan ekstrakurikuler olahraga tersebut dihentikan karena tidak ada dukungan, baik berupa uang minum dan alat penunjang dari dana BOS bagi guru serta siswa yang melaksanakan ekstra olahraga tersebut.

"Pernah juga kita mencoba melaksanakan ekstrakurikuler olahraga tapi terpaksa dihentikan karena tidak ada dukungan. Padahal acuannya, kalau melihat Juknis dari ekstra bidang produktif diberikan Rp. 40rb per pertemuan. Tapi bagi ekstra olahraga hal itu tidak pernah diadakan. Bagaimana saya bisa melanjutkan kegiatan ekstrakurikuler tersebut dan akhirnya saya hentikan, " ucapnya.

Dikatakannya juga bahwa selama ini kepala sekolah sangat tertutup ke semua guru di SMK N 4 Tanjungbalai. Padahal menurutnya, setiap anggaran belanja dana BOS seharusnya dirapatkan bersama guru guru agar jelas terlihat apakah benar dana habis atau kurang.

"Seharusnya kepala sekolah juga bisa memanajement kegiatan kegiatan olahraga. Bukan berarti mendiamkan pengajuan proposal kegiatan ekstrakulikuler dengan alasan isi dana proposal terlalu besar. Tapi kepala sekolah harusnya mengambil titik tengah dan bukan mendiamkan pengajuan kegiatan ekstra, "ucap EH.

Oleh karena itu ditegaskannya bahwa jika ada dilaporkan dalam belanja dana BOS tentang kegiatan ekstrakurikuler olahraga, maka itu patut diduga kuat sebagai kegiatan fiktif. Karena dirinya selaku guru olahraga tidak pernah ada menerima dukungan baik berupa uang dari dana BOS untuk pelaksanaan ekstrakurikuler tersebut.

"Anak-anak sudah sering meminta kita selaku guru olahraga untuk mengadakan ekstrakurikuler. Tapi kita tidak bisa melakukan karena tidak ada dukungan oleh kepala sekolah. Tetapi jika ada dilaporkan dalam belanja dana BOS untuk ekstra olahraga,maka itu patut diduga fiktif, "ucapnya.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 4 Tanjungbalai Darwin Rambe saat dikonfirmasi diruang kerjanya juga mengakui bahwa pihaknya tidak melakukan ekstrakurikuler olahraga selama beberapa tahun ini. Alasannya karena guru olahraga yang tidak melakukan kegiatan ekstrakurikuler tersebut.

"Saya mengakui bahwa disekolah ini tidak ada ekstrakurikuler olahraga. Guru Penjas nya yang tidak mau melakukan ekstrakurikuler olahraga. Kalau saya selaku kepala sekolah pasti mendukung asalkan sesuai Juknis dana BOS. Guru olahraga EH tidak ada mengajukan rencana kegiatan ekstra nya dan yang disampaikan hanya proposal kegiatan yang berbentuk jumlah biaya saja. Padahal sesuai Juknis BOS bahwa kita tidak boleh memberikan uang tunai bagi kegiatan ekstrakurikuler, "pungkas Darwin menjawab pertanyaan wartawan saat dikonfirmasi diruang kerjanya. (RS/MK)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru