SUMUT

NASIONAL

Diduga Korupsi Dana Desa, Ratusan Masyarakat dan Mahasiswa Demo Kantor Kades Sei Penggantungan

Selasa, 17 September 2019 | 17.40 WIB
Kali Dibaca |


Labuhanbatu, metrokampung.com
Ratusan mahasiswa dan masyarakat dari Dusun 1 sampai Dusun 8 Desa Sei Penggantungan melakukan aksi demontsrasi di halaman kantor Desa Sei Penggantungan Kecamatan Panai Hilir kabupaten Labuhanbatu, Senin (16/09/2019).







Dalam orasinya Korlap Aksi Adam Hasibuan, menyampaikan empat belas tuntutan urgen yang harus diselesaikan, diantaranya:
1. Kami meminta kepala Desa Sei Penggantungan (Bapak Sapon Rinaldi ) Segera Memberikan poto Kopi Laporan Pertanggung jawaban realisasi pelaksanaan APBDes tahun 2018 Sei Penggantungan.

2. Kami meminta kepala Desa Sei Penggantungan ( Bapak Sapon Rinaldi ) Segera Memberikan poto Kopi Bestek Pembangunan Desa Bidang Pekerasan jalan, Pembuatan Badan Jalan, Box Culvert dan Pembangunan Sumur Bor tahun 2018.

3. Meminta kepala desa memberikan kepada kami fhoto cofy praturan desa sei penggantungan besrta RPJMdes tahun 2018-2019.

4. Meminta Kepala Desa Memberikan Penjelasan kepada kami terkait Realisasi pelaksanaan APBDes tahun anggaran 2018, Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, Bidang Pembinaan Kemasyarakatan, Bidang Pelaksanan Pembangunan Desa Dan Bidang Pemberdayaan Masyarakat. Yang mana poin poin pertannyaan tersebut terlampir.

5. Meminta Kepala Desa Memberikan Penjelasan kepda kami terkait pembuatan plang APBDes Tahun 2019 ( Tentang Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, Bidang Pembinaan Kemasyarakatan dan Bidang Pemberdayaan Masyarakat).

6. Meminta Kepala Desa Memberikan Penjelasan kepda kami terkait Realisasi APBDes tahun anggaran 2019 yang saat ini masih berjalan, Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, Bidang Pembinaan Kemasyarakatan, Bidang Pelaksanan Pembangunan Desa Dan Bidang Pemberdayaan Masyarakat. Yang mana poin poin pertannyaan tersebut terlampir.

7. Meminta Kepala Desa Memberikan Penjelasan kepada kami terkait pemindahan pembangunan sumur BOR dusun II yang dipindahkan ke Dusun VIII Kebun Sayur.

8. Meminta kepada BPD desa sei penggantungan segera mengusulkan pemberhentian anggota BPD desa sei Penggantungan Yang tidak lagi memenuhi syarat sebagai anggota BPD sesuai dengan UU No 6 thn 2014 tentang desa dan peraturan mendagri No 110 thn 2016.

9. Meminta kepala desa menjelaskan siapa supplier material pembangunan Desa Sei Penggantungan 2018 Dan 2019.

10. Meminta kepala desa menjelaskan kepada kami SILPA tahun 2018.

11. Meminta kepala desa agar menghadirkan seluruh perangkat desa beserta Pengurus BUMDES, LKMD, KARANG TARUNA, PKK dan Seluruh Pengurus BPD dikantor Kepala Desa untuk ikut serta memberi penjelasan tentang  realisasi pelaksanaan APBDes 2018 dan 2019 yang berkaitan dengan mereka.

12. Meminta kepala desa memberikan kepada kami laporan pertanggung jawaban BUMDES tahun 2018.
Meminta Kepala desa Beserta Perangkatnya agar meningkatkan pelayan kepada masyarakat dalam hal apapun dan menjaga etika dan tatak rama dalam melayani masyarakat.

13. Meminta Kepala Desa Segera melakukan penyerahan hadiah secara simbolis kepada masyarakat yang menjadi pemenang kompetisi bola serta,

14. Meminta maaf kepada Warga Dusun I Sei Penggantungan atas kebijakannya yang semena-mena dan terkesan memecah belah masyarakat.

Setelah Adam menyampaikan tuntutannya kepala Desa Sei tak kunjung keluar sehingga orasipun  disambung oleh Riski yang juga merupakan masa aksi.

Riski meminta agar Kepala Desa segera keluar temui masa aksi, untuk mengklarifikasi temuan masyarakat mengenai pembangunan yang tidak sesuai.

"Kami minta kepala desa agar mengklarifikasi adanya temuan masyarakat dilapangan soal bangunan  perkerasan jalan dan pembuatan jalan yang kami lihat tidak sesuai bestek atau plang proyek seperti pembuatan badan jalan Dusun III Desa Sei Penggantungan yang mana di pelang proyek tertulis 3 x 1000 m namun saat kami cek kelokasi pembuatan badan jalan tersebut tidak sampai 3 m. Ditambah lagi dengan kegiatan pelatihan teknologi tepat guna pada tahun 2018 yang menelan anggaran Rp. 120.553.500.  yang sampai saat ini belum kegiatannya-kegiatannya, serta tunjangan kepala desa dan perangkat desa tahun 2018 kami nilai terlalu besar," ungkap Riski.

Masa aksi sempat memanas karena Kepala Desa Sei Penggantungan tidak kunjung keluar menemui masa aksi.

"Hampir terjadi kericuhan karena kades tidak mau keluar dari kantornya, massa aksi memaksa masuk namun para kadus dan anggota BPD berdiri di depan pintu kantor desa berupaya menghalangi masyarakat," tutur Agus Dauly.

Setelah proses negosiasi akhirnya kepala desa  keluar dan temui masa aksi yang sedang menyampaikan aspirasi dihalaman kontor Desa Sei. Ia mengatakan LPJ tahun 2018 sudah diserahkan ke Inspektorat dan dinas PMD tidak ada lagi sama kami, selebihnya ia memberikan jawaban tertulis serta menyerahkan menyerahkan Photo copy perdes tahun 2018 sesuai keinginan masa aksi.

"Soal LPJ thn 2018 sudah kami kirim ke inspektorat dan dinas PMD Labuhanbatu," jawab Sapon Rinaldi selaku Kepala Desa Sei Penggantungan Kecamatan Panai Hilir kabupaten Labuhanbatu.

Berikut Jawaban tertulis dari Kepala Desa Sei Penggantungan Kecamatan Panai Hilir kabupaten Labuhanbatu kepada Masa Aksi.
(rel/mk)


Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru