SUMUT

NASIONAL

Pengusaha Mengaku Jadi Korban Penculikan

Rabu, 25 September 2019 | 00.18 WIB
Kali Dibaca |

Korban : Inilah korban penculikan, Zulhadi Hakim

Langkat- MetroKampung.Com
Tak pernah di bayangkan oleh Zulhadi Hakim (47), dirinya menjadi korban penculikan yang diduga dilatar belakangi oleh masalah keluarga dan pemerasan. Seperti yang ramai diberitakan, korban, Zulhadi Hakim, seorang pengusaha warga Jalan Sutomo, Kelurahan Brandan Timur Baru, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, diculik oleh 5 orang yang tak dikenal (OTK) pada Selasa (17/9) dinihari, di rumahnya.

Dikabarkan, pelaku datang dengan mengendarai mobil Dhaihatsu Terios warna hitam, mereka mengaku sebagai anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) langsung masuk ke rumah dan menangkap korban.

"Mereka datang dan langsung bertanya namaku, ku jawab ya 'aku Zulhadi Hakim' dan saat itu aku langsung dipegang dan disuruh untuk ikut dengan mereka sembari di borgol menuju mobil," beber korban, kepada wartawan, di rumahnya Jumat (20/9) siang.

Keluarga yang resah dengan kejadian itu, berusaha mencari tahu keberadaan korban.  Mereka pun menghubungi pihak keluarga, karena menurut keterangan Dippo (42) sang penjaga malam rumah korban, yang membawa korban malam itu mengaku orang dari Polda.

Sementara itu menurut keterangan yang berhasil dirangkum wartawan dari Erli Yusnita (37) yang tak lain adalah istri korban, atas kejadian ini dirinya terus berusaha mencari keberadaan suaminya, hingga pada siang harinya di hari yang sama, dirinya mendapat kabar jika Kakak korban yang bernama Deris Maini Hakim meminta uang sebesar Rp 5 juta.

"Waktu itu, melaui hubungan via seluler, Kak Deris meminta uang Rp 5 juta untuk biaya operasional penangkapan suamiku, tapi dia tidak bilang suamiku ditahan di mana, yang membuat kami curiga, kenapa dia minta uang untuk biaya operasional," ucap Erli Yusnita seraya menjelaskan jika Deris Maini Hakim merupakan istri dari Wakil Ketua Pengadilan Agama Sibolga.

Sorenya, lanjut Erli, Deris Maini Hakim menghubungi lagi lewat telephone, jika dalam kasus ini dia meminta uang sebesar Rp 15 juta yang akan digunakan untuk biaya keperluan sehari-hari dan biaya rehab.

"Berapapun uang yang kalian minta bisa kami sediakan asalkan Bang Zul bisa di pulangkan dalam keadaan sehat," ucap Erli Yusnita, menirukan bahasa keluarga saat itu. Atas informasi ini, Erli beserta keluarga sepakat untuk bertemu di Medan sekalian menyerahkan uang yang diminta.  Bahkan, hingga malamnya, keberadaan Zulhadi Hakim masih belum diketahui, sehingga akhirnya pihak keluarga melaporkan ke jadian ini ke Polsek Pkl. Brandan.

Atas laporan ini, Polsek Pkl. Brandan bekerjasama dengan Polres Langkat, Rabu ( 18/9) berangkat bersama keluarga pelapor ke Medan. Tepat di depan Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), tampak Deris Maini Hakim dan anaknya.

Nah, saat akan menyerahan uang, pihak Kepolisian pun langsung melakukan penangkapan terhadap keduanya, dan dari penangkapan ini, Deris Maini Hakim mengaku jika Zulhadi Hakim ditahan di kantor BNN Lubuk Pakam, sehingga Polisi membawa dirinya dan keluarga ke kantor BNN yang dimaksud.

"Kami pun berangkat menuju kantor BNN Deli Serdrang, di Lubuk Pakam, disana kami bertemu suamiku yang ditahan di dalam sel. Namun anehnya, saat ditanya siapa yang menangkap, petugas BNN tidak ada yang mengaku. Bahkan, dari keterangan mereka, bahwa suamiku dititipkan oleh orang yang bukan anggota BNN. Ini kan aneh, tanpa dasar dan bukti suamiku ditahan di kantor BNN. Bahkan, yang menangkap bukan anggota BNN. Kenapa suamiku bisa ditahan di sana ? ” ujar Erli.

Dari penelusuran itu, korban pun dilepas.  Selanjutnya, Erli Yusnita pun meminta kasus ini agar diungkap.

Dari keterangan pihak keluarga Zulhadi Hakim, diketahui jika saat ini kakaknya yang bernama Deris Maini Hakim beserta anaknya, sudah diamankan di Mapolres Langkat. Namun sayang, sampai saat ini belum diketahui cerita yang sebenarnya, sebab Kapolres Langkat AKBP Deddy Hermawan.SIK saat dikonfirmasi via seluler tidak mengangkat HP-nya.  Begitu juga dengan Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP. Teuku Fathir Mustafa.

Saat dikonfirmasi via seluler, dia mengaku sibuk.

" Nanti ya bang," ucapnya singkat dari balik selulernya. (BD/MK)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru