SUMUT

NASIONAL

Sejumlah Menteri Kabinet Jokowi Resmikan Kawasan Toba Kaldera Ressort

Senin, 14 Oktober 2019 | 23.38 WIB
Kali Dibaca |


Sibisa-metrokampung. com
Groundbreaking (Peletakan Batu Pertama) sekaligus peresmian prasasti Kawasan Toba Kaldera Resort dihadiri sejumlah menteri kabinet Jokowi (14 Oktober 2019).

Hal ini sekaligus menjawab sejumlah program pembangunan Prawisata Danau Toba di kawasan Kaldera Sibisa Kecamatan Ajibata Kabupaten Tobasa Propinsi Sumut.

Kedatangan para Menteri itu, turut mengundang perhatian sejumlah tokoh dan sejumlah masyarakat Tobasa hingga memadati lokasi Geopark Kaldera Toba Sibisa.

Sejumlah Menteri itu,  tak lain adalah Menteri Koordinator Kemaritiman RI Jenderal Purnawirawan Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Pariwisata Arif Yahya, dan Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi.

Pada kesempatan pertemuan itu,  turut dihadiri Gubernur Sumut Jenderal (Purn) Edy Rahmayadi, Direktur Utama BPODT, Arye Prasetyo, juga dihadiri delapan Bupati Lintas Danau Toba yakni: Bupati Tobasa, Bupati Samosir, Bupati Taput, Bupati Humbang, Bupati Simalungun,  Bupati Karo, Bupati Dairi, dan Bupati Pak-pak Barat. 



Ketiga Menteri masing-masing memberikan kata sambutanya, mengajak masyarakat agar berbangga hati dalam menyambut program pemerintah dalam membangun destinasi pariwisata nasional bahkan internasional itu.

Diawali Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, kemudian Menteri Pariwisata,  Arif Yahya dan ditutup Menko Luhut hingga menanda tangani prasati Kawasan Toba Kaldera Ressort dan selanjutnya peletakan batu pertama. 

Dalam arahanya,  Menteri Koordinator Kemaritiman Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan menegaskan, program pembangunan destinasi Pariwisata masih berjalan sesui target.

Bahkan, Bapak Presiden Jokowi, tetap mengingatkan saat saya pamit dari beliau menuju Kaldera ini "Pak Luhut, "jangan sampai ada rumah warga yang tergusur kata Luhut menirukan pesan Presiden.



Dihadapan para tokoh masyarakat,  Luhut menjelaskan, secara emosional saya tidak ada kepentingan disini,  yang ada adalah pemerataan pembangunan, demi kemakmuran masyarakat daerah ini kelak tegasnya.

Akan tetapi, perkembangan program pada kesempatan ini menjadi ada hubungan emosional di daerah lni. Sesungguhnya, pendidikan sebagai kunci dlm perkembangan jaman ini.

Kalau hanya utk mengorbankan masyarakat demi kepentingan pribadi mustahil program ini terjadi, sebab program ini telah diplot menjadi warisan dunia ( UNESKO).

Untuk itu,  kepada masyarakat Sigapiton untuk memahami program ini, jangan mau teropokasi, jika ada persoalan di tengah masyarakat, silahkan datang kesaya, kita bahas bersama, apa yang mau kita selesaikan, tegas Luhut.

Agar hal ini menjadi berkat untuk daerah ini,  mari kita terima pengembangan program ini, semua untuk kemajuan kita bersama.

Sebab 4,04 triliun, yang akan digelontorkan untuk pergerakan ekonomi mudah-mudahan akan berobah dengan drastis, dan kita akan pantau perkembangan.

Sekali lagi, kepada masyarakt Sigapiton agar tidak mau dipropokasi, saya akan cari siapa dalangnya, datanglah kesaya,  jangan mau terpengaruh,  apa perlunya datang kesaya, jangan khawatir," celoteh Luhut.

Ayo lah mari kita bangun negri ini tanpa propokasi, satukan sikap, tahun depan Bandara Sibisa akan memperpanjan run way agar bisa lebih mendukung penerbangan dengan Kaldera Toba  semoga Tuhan merestuinya, horas.(e-js/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru