SUMUT

NASIONAL

GM Gakari Sumut Minta Proyek Pembakitan Listrik Sicanang Distop

Jumat, 01 November 2019 | 00.33 WIB
Kali Dibaca |

Pekerja tengah melaksanakan di pembangkit PLN

Medan, metrokampung.com
Diduga tidak sesuai SOP dan tidak sesuai dengan System Joint Welding ( Welding Prosedur) dalam pengerjaan proyek di Pembangkitan PT PLN (PERSERO) Sumatera Utara, Cabang Pembangkitan Sicanang, Belawan, Ketua GM Gakari Sumatera Utara, Apri Budi SH, meminta kepada pihak terkait, seperti Gubernur Sumatera Utara, kementrian terkait, untuk mengevaluasi pekerjaan di pembangkit tenaga listrik PLN Cabang Sicanang,Belawan tersebut.

 "Karena dari hasil temuan tim kami di lapangan dan laporan masyarakat, kami menganggap, pekerjaan tersebut memiliki kekurangan dalam persoalan pengerjaannya," terang Apri Budi kepada sejumlah wartawan di Belawan, Rabu (30/10/2019).

System Joint Welding seperti ini, lanjut Apri,  tidak ada dalam WPS ( Welding Prosudur), yang mungkin saja tidak mengikuti petunjuk yang sebenarnya.

 Hal ini bisa mengikuti petunjuk dari Disnakertrans atau dari migas.

System Joint seperti ini mungkin bisa dilakukan oleh perusahaan yg tidak mempunyai pengalaman.

"Jika diteruskan akan mengakibatkan kerusakan pada matrial dan sistem keandalan pembangkit dan akan lebih mudah bocor sebelum masa perawatannya," terang Apri.

Masih dari hasil temua Apri Budi dan rekan di lapangan terungkap pengerjaan pipa yang istilah kelistrikanya disebut joint pipe,  jelas sekali terlihat tidak rapi dan tidak sesuai prosedur.

"Umumnya, jika yang mengerjakan proyek adalah perusahaan yang sudah berkompeten di bidangnya yaitu perweldingan, maka joint pipe seperti ini tidak akan dilakukan. Dari yang kami lihat, pengerjaanya terkesan bekerja dangan cara asal asalan dan tidak mengikuti SOP maka akan menimbulkan kerugian negara yg berkepanjangan dan juga merugikan masyarakat," ujarnya.

Tumpukan pipa bekas yang disoal Gakari

Lanjutnya,  kemungkinan juga para pekerjanya yang melakukan pekerjaan tersebut tidak memiliki sertifikat keahlian dan pengalaman di nidang boyler.

Apri mengatakan, bahwa pekerjaan ini harus benar benar memiliki keahlian yg sangat khusus agar pelayanan sumber dari pembakit PLN dapat di rasakan oleh masyarakat sumatera utara.

 "Jangan di karenakan pekerjaan ini di laksanakan dengan asal asalan dan tidak mengikuti sop maka akan menimbulkan kerugian negara yang berkepanjangan dan juga merugikan masyarakat,"jelasnya.

"Kenapa mereka tidak memberikan kepada anak perusahaan PLN, yaitu PJBS, yang sudah ahli dan atau yg sudah biasa mengerjakan boyler.

Kenapa pula harus swasta yang dikasih. Apalagi diketahui, bahwa proses lelang proyek ini atau tender ini tertutup," tambahnya.

Maka untuk itu Apri berharap banyak kepada instansi terkait agar pekerjaan yg di anggap kurang propesional atau tidak memiliki sartifikat di bidang itu agar di kaji kembali dan di putuskan hubungan kontraknya.

" Kita minta, segera hentikan pengerjaan proyek tersebut, jika tidak, maka akan terjadi kerugian negara. Kita khawatir, hal inilah yang menjadi salah satu penyebab dari seringnya pemadaman listrik akibat perawatan instalasi atau pembangkita, jangan sampai ada indikasi disengaja ya ," tutupnya.(dra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru