SUMUT

NASIONAL

Drs.H. Djarot Saiful Hidayat, MS Sosialisasikan 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI

Sabtu, 07 Desember 2019 | 00.16 WIB
Kali Dibaca |

Drs.Djarot Saiful Hidayat, MS dan Ir.H.Zahir, MAP Ketua DPC PDIP Perjuangan Kabupaten Batu Bara saat sosialisasi 4 pilar kebangsaan dan bernegara.

Batu Bara, Metrokampung.com
Sejumlah pengurus partai DPC PDIP Kabupaten Batu Bara, pemuda dan tokoh masyarakat mengikuti sosialisasi 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara bertempat dipendopo Zahir jalan Perintis Kemerdekaan Desa Empat Negeri Kecamatan Datok Limapuluh Kabupaten Batu Bara, Jumat (06/12).

Ketua DPC PDIP Kabupaten Batu Bara Zahir, MAP dalam sambutanya mengatakan untuk mengetahui 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara pihaknya mengundang unsur pemerintah, camat dan kepala desa.

Zahir menyampaikan pemerintah Kabupaten Batu Bara sedang melaksanakan HUT Ke 13 Kabupaten Batu Bara.

"Saya atas nama ketua DPC PDIP Kabupaten Batu Bara mengucapkan selamat HUT ke 13 Kabupaten Batu Bara," ujarnya.

Dikatannya, saat ini pemerintah hadir bagi masyarakat di bukti buktikan program program yang sudah di buat pemerintah. Kemarin saya sudah menwisudakan 2800 yang di wakili 25 orang masyarakat yang menyatakan tidak mau menerima PKH karena sudah sejaterah, katanya.



Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Sumut yang juga anggota DPR Ri fraksi PDIP Perjuangan dapil Sumut lll Drs.H.Djarot Saiful Hidayat menjelaskan bagi siapapun oknum yang tak terima Pancasila sebagai dasar negara maka harus ditindak tegas.

Bagi Djarot, sejak awal kemerdekaan dulu, Pancasila telah disepakati menjadi dasar negara. "Bila ada yang tidak setuju dengan Pancasila, silakan keluar dari Indonesia berarti dia bukan warga negara Indonesia," katanya.

Menurut Djarot, semboyan Bhinneka Tunggal Ika merupakan pengikat seluruh komponen bangsa.pada acara yang dihadiri Kepala Desa, perwakilan buruh dan petani itu Djarot juga menjelaskan hakikat radikalisme dan intoleransi.

Djarot mengatakan intoleransi dan radikalisme marak terjadi di era proxy war saat ini. "Sekarang karena kemajuan teknologi dan perkembangan media sosial perang bukan tanpa senjata namun dengan opini dan wacana," katanya.

Menurut Djarot, Indonesia berkali-kali mengalami proses intoleransi akibat penggunaan medsos yang tak bijak."Saya kira kita harus mewaspadai pihak-pihak yang memproduksi content ujaran kebencian yang tujuannya mempertajam perbedaan berdasarkan suku, agama, ras dan antargolongan," tambahnya.

Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat agar menjadi inklusif, terbuka dan menerima perbedaan. negara demokrasi seperti Indonesia harus menjaga betul toleransi. Baginya, demokrasi tanpa toleransi merupakan demokrasi yang kebablasan.

Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat membumikan nilai-nilai Pancasila, dan mewujudkan tujuan berdirinya negara sesuai Pembukaan UUD 1945.

Turut hadir Arham Matondang Wakil Ketua bidang kaderisasi dan ideologi, Ir.Kristian Manurung wakil ketua bidang maritim, Hasan Basri wakil ketua bidang buruh tani dan nelayan, Jalasmar Sitinjak, SH, Seketaris, Rizak Syahreza, SE. wakil seketaris bidang Internal, Sarwik wakil ketua bidang eksternal,Herlina Sitorus wakil bendahara.(MK/DS)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru