SUMUT

NASIONAL

Sekretaris LSM SANPAN TOBASA, Mikael Pasaribu : Agar Tidak Memicu Perselisihan Jelang Pilkades, Diduga Terkesan Diarahkan Sebelum Direkam

Senin, 02 Desember 2019 | 18.23 WIB
Kali Dibaca |

Ketua IJTI Tapanuli Raya Andrey Simatupang :  Biarkan Aparat yang bekerja,Kita Harus Pahami Azas Praduga Tak Bersalah 

Andrey Simatupang, Ketua IJTI Tapanuli Raya. 

Tobasa, metrokampung.com
Semakin mendekatnya Pertarungan Pemilihan Kades secara serentak di Kabupaten Tobasa membuat suasana agak rawan dan menjadi Atensi beberapa pihak. Masing masing kubu calon kepala desa yang ikut bertarung di desa masing masing saling klaim jika mereka yang layak, baik secara personal ataupun tim sukses .

Tak terlepas juga masing masing kubu saling hujat dan menjatuhkan nama baik calon lawan ,demi mendapatkan suara dan simpatik masyarakat untuk menuju kemenangan.

Contohnya, di Desa Sitoluama, Kecamatan Laguboti yang turut menyelenggarakan Pilkades tak luput merasakan suasana lanas jelang pertarungan Pilkades serentak. Saat ini sedang merebak issu jika salah satu calon kuat kepala desa diduga mencabuli gadis dibawah umur dan saat ini dalam proses sidik oleh aparat kepolisian.

Mikael Pasaribu, Sekretaris LSM Sanpan Tobasa

Hal tersebut terungkap setelah beredar luasnya sebuah video yang mempertontonkan seorang gadis kecil mengakui jika dirinya dicabuli oleh oknum DTP, yang merupakan salah satu calon Kepala Desa di Sitoluama Kecamatan Laguboti, kabupaten Tobasa. Dalam video tersebut jelas oknum yang merekam menyebut nama si DPT serta kronologis kejadian yang dialami si gadis tersebut. Akan tetapi situasi berubah setelah oknum yang diduga pelaku tersebut tidak kunjung ditahan, membuat reaksi di elemen masyarakat. Ada yang menuding jika hal itu merupakan tendensius salah satu calon,sampai ke hal negatif perihal kinerja Aparat hukum. Tak ingin masalah tersebut menjadi pemicu pecah keributan, Mikael Pasaribu Alias Gondrong yang merupakan Aktivis LSM di Tobasa angkat bicara, "Sebagai sosial kontrol masyarakat,kita harus jeli melihat situasi ini. Ini Demokrasi dan marilah bersaing sehat tanpa menjatuhkan harkat dan martabat seseorang. Saya menilai dari beberapa sisi rekaman video pengakuan gadis yang diduga korban pelecehan salah satu oknum yang ikut bertarung terkesan diarahkan oleh perekam video tersebut dan justru menekan pertayaan menjatuhkan nama DPT (diduga pelaku).

Dan saran saya agar tidak merebak semakin luas dan panas, saya minta pelaku lerekam dan penyebar video tersebut dipanggil dan diperiksa, sebab selain terkesan menjatuhkan nama baik oknum DPT (diduga pelaku), juga sangat menjatuhkan nama baik dan mental si gadis tersebut. Dan Apa Tujuan Pelaku Perekam video tersebut menyebarkan nya, ujar Mikael saat ditemui di Porsea.

Terpisah, Andrey Simatupang yang juga Ketua IJTI yang turut mengawal kasus ini mengatakan jika masyarakat jangan mau terprovokasi perihal peredaran video tersebut dan juga dia sangat percaya jika aparat hukum punya kinerja tersendiri dalam pembuktian kasus tersebut.

"Polisi tidak diam dalam masalah ini,mereka juga sedang berjuang dalam membuktikan kasus ini.dan kita jangan mau dipecah belah oleh oknum yang tidak bertanggung jawab demi suatu kepentingan. Selama belum ada putusan pengadilan yang sah, kita harus tetap memegang prinsip azas praduga tak bersalah. Dan saya yakin dan percaya jika kasus ini akan dituntaskan oleh Kapolres Tobasa Selepas Pilkades serentak ini, sebab beliau masih menfokuskan pikiran dan personil demi mengamankan Pilkades serentak ini agar tidak sampai menimbulkan keributan dan perpecahan antar masyarakat.(HER/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru