SUMUT

NASIONAL

Bupati Karo Instruksikan Studi Tiru Bunga Krisan

Jumat, 07 Februari 2020 | 23.57 WIB
Kali Dibaca |

Bincang bincang Bupati Karo dengan pengusaha Bunga Krisan Asap Negeri Kincir Angin Belanda.
Karo-Metrokampung.com
 Bupati karo Terkelin Brahmana, didampingi ketua TP PKK kab karo Ny Sariati Terkelin Brahmana, Asisten 1 pemerintahan Drs Suang Karo-karo, kadis Parawisata Munarta Ginting, kadis Deprindag Edison Karo-karo, Kabid hortikultira pertanian Mikael Purba, Camat Merek Juspri Nadeak dan Ibu PKK kab karo, meninjau  Green house Bunga Krisan ,  yang dikabarkan salah satu objek wisata bunga untuk dijadikan studi tiru, Jumat (7/2)2020) pukul 10.00 Wib di Merek.

Green house ini dikelola oleh pengusaha dari negara  Belanda yang sudah menetap hampir 30 tahun  berdomisili di Medan, namanya Mr. Berts dan Mrs. Marica.

Menurut Terkelin, saat berada dilokasi sangat kagum dan takjub ketika  melihat warna warni bunga yang tumbuh dan  beraneka ragam jenis bunganya, ujarnya.

Ia mengaku, keberadaan Green house ini baru pertama kali ini diketahui, Setelah ada info dari ibu ibu PKK kab karo, bahwa ada Green house bunga Krisan di merek, ternyata kita tinjau, benar adanya, kata Terkelin.

Setelah kita lihat, alur penanaman hingga proses perawatan dan panen memang cukup rumit dan butuh biaya yang relatif besar, namun semua ini dapat dijadikan, studi tiru agar masyarakat kita mengembangkan bunga krisan melalui BUMDES, imbuh Terkelin.

Untuk itu, saya minta kabid hortikultura Mikael Purba  buat studi tiru, potensi ini cukup di ditiru, caranya gunakan lahan pemkab karo yang ada di Nagara, kelola melalui BUMDES dan cara kedua adakan kerja sama melalui  Mou, terangnya.

Ketua PKK kab karo Ny Sariati Terkelin Brahmana, meminta dengan keberadaan bunga Krisan diwilayah tanah karo, cukup mendebarkan bagi petani bunga tradisional  yang ada di kab. Karo, pasalnya bunga Krisan ini diketahui segala lini cukup diandalkan baik kualitas dan kwantitasnya, ucapnya.


Sariati, meminta kepada pengusaha agar hasil bunga krisan ini sementara jangan dipasarkan di wilayah karo, untuk menjaga ekonomi kerakyatan yang sesuai dengan peran PKK ke desa  menyerap dan menampung aspirasi keluhan yang didapat  melalui seminar dan diskusi, tukasnya.

Sementara Mr berts dan Mrs marica saat dialog mengenai bunga krisan miliknya mengaku  bunga krisan  warnanya sangat beragam, daunnya unik, dan bentuknya pun macam-macam. Nah, sekali lagi, salah satu yang menarik dari bunga krisan adalah ragam wujudnya. Baik itu aneka bentuk seruni sampai aneka rupa warna bunga krisan. Tapi yang ada sekarang ini ada 14 jenis bunga krisan di tanam, ujarnya.

Berts mengaku, hasil bunga Krisan per/minggu mampu menghasilkan 30 ribu batang setelah masa panen, semua ini kita pasarkan ke Jakarta dan sekitar Medan.

Selebihnya, Berts mengatakan 2 bulan kedepan bunga krisan ini sudah dapat kami ekspor ke  Negara Jepang , sebab selama ini pihak Jepang sudah melakukan penjajakan dan kerjasama bersama kami melalui kantor pusat di Tanjung Morawa, sedangkan di merek ini hanya cabang, katanya.

Menurut Mr. Berts saat proses tanam hingga panen bunga krisan, membutuhkan waktu  hanya 15 minggu, sehingga pengembangan bunga krisan kedepan terus kami tingkatkan dari sekarang yang ada Green house seluas   1.2 ha, dengan derasnya arus permintaan dari pihak Jepang maka kita akan menambah luas  Green house 6 Ha lagi, ucap Mr. Berts dan Mrs. Marica warga Belanda ini.(amr/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru