SUMUT

NASIONAL

SAYA DIJEMPUT, KEMUDIAN DISURUH BERDAMAI TANPA ADA KELUARGA SAYA

Rabu, 05 Februari 2020 | 10.09 WIB
Kali Dibaca |


Tobasa, metrokampung.com
Seputaran mantan Kades Ujung Tanduk, Kecamatan Laguboti, yang diduga menjebak suaminya hanya agar dapat menceraikan dan mendapatkan harta gono gini memasuki babak baru.

Hal itu dibuktikan dengan upaya si oknum mantan kades agar kasus yang telah mencuat ke Publik tersebut dapat segera diredam. Sebab yang bersangkutan sangat takut dilaporkan oleh anak anak tiriya ke aparat hukum karena telah diduga keras menjebak bapak mereka atau suami si mantan kades, dan juga karena menyebarluaskan foto-foto bugil suaminya dan video ke beberapa oknum.

SH, selaku oknum yang disuruh oleh mantan kades tersebut untuk melakukan penjebakan kepada suaminya mengatakan jika beberapa waktu lalu, dirinya dijemput oleh oknum berinisial JS, dan membawanya ke salah satu cafe tempat tongkrongan keluarga di daerah wisata Lumban Silintong, Balige.

Sesampainya disana SH merasa terkejut sebab disana dirinya melihat LS, mantan kades yang menyuruhnya untuk menjebak suaminya, AES, kemudian oknum mantan Kades Sibarani atau biasa disebut Hampung Lengser, kemudian BES, oknum wanita yang saat ini dicari Oleh Beberapa kelompok tani di Tobasa karena mengutip uang 150/orang dengan iming iming akan memberikan bantuan sapi tetapi hingga kini sapinya tak kunjung datang.

Sesuai pengakuan SH, disana dirinya ditekan oleh para oknum tersebut agar segera menandatatangani Surat Perdamaian yang disampaikan oleh JS,dan juga Hampung Lengser.

Tak mau dirinya ditekan terus oleh mereka, SH pun menandatngani surat tersebut dengan ASAL ASALAN yang penting dirinya bisa segera pulang. Sesampainya di rumah dirinya menceritakan Hal tersebut kepada keluarganya, dan saat itu juga keluarga SH menghubungi oknum media agar segera membuat pernyataan terkait ulah para oknum tersebut.

TT, mewakili keluarga korban mengatakan jika dirinya meerasa disepelekan oleh para oknum yang memaksa SH menandatangani Perdamaian tersebut.

"SI JS, Hampung Lengser, si Berlianti (BES) yang menipu kelompok tani meminta uang dari tiap kelompok untuk mengurus sapi tapi tidak kunjung datang, perbuatan anda telah melecehkan martabat keluarga besar kami, terutama SH. Kalian wanita, coba bayangaka dia diposisi kalian, dipermalukan seperti itu, kalian terima tidak?tetapi mungkin kalian Telah di iming iming i sejumlah hadiah makanya kalian mampu berbuat seperti itu,tanpa ada pihak keluarga kalian menekan SH untuk berdamai,dan kalian akan kami laporkan setelah Pengacara Kami sampai di Tobasa," ujarnya saat ditemui di Rumahnya.

Terpisah, baik mantan Kades ujung tanduk, dan juga Hampung Lengser saat dikonfirmasi media melalui seluler,justru memblokir nomor awak media, dan justru menuding awak media memeras yang bersangkutan dan suaminya, sementara menurut pantauan awak media, LS dan suaminya tidak pernah lagi komunikasi.

LS juga menuding awak medialah yang menjebaknya, sementara telah beredar video jika LS meminta maaf kepada suaminya dan juga SH karena telah menjebak mereka dan membagi bagikan foto serta video mereka.(Her/Bersambung).

NB : Hal ini, SH bertanggung jawab atas segala pernytaan ke media dan bersedia dipublikasikan.
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru