SUMUT

NASIONAL

Gerakan Kampung Sendiri Kecam Aksi Premanisme kepada Insan Kreatif Perfilman Medan

Kamis, 12 Maret 2020 | 16.48 WIB
Kali Dibaca |

Kordinator Kampung Sendiri, Bobi Septian.

Medan, metrokampung.com
Aksi pemerasan yang dilakukan preman di kawasan lapangan Merdeka Medan, terhadap komunitas film indie sangatlah di sesalkan oleh gerakan Kampung sendiri.

Kordinator Kampung Sendiri, Bobi Septian mengatakan sudah tidak masanya aksi premanisme dibiarkan terjadi oleh pihak kepolisian. Di era  milenial ini, sepatutnya insan kreative harus di beri kenyamanan untuk berekspresi karena kelompok kreative lah yang mampu mengubah wajah medan agar lebih baik kedepannya.

Atas peristiwa tersebut, Bobi meminta agar jajaran kepolisian wajib memberikan rasa aman kepada komunitas-komunitas kreative yang ada di medan untuk berbuat dan jangan biarkan lagi kejadian pemerasan yang di alami crew film A Thousand Midnight, yang diperas oleh preman terulang kembali.

"Kapolda harus mengambil sikap terkait terjadinya pemerasan yang dilakukan oleh preman di lapangan Merdeka yang melimpah komunitas film indie, program Kapolda Sumut tidak ada tempat bagi preman jangan hanya slogan belaka. Saya selalu pelaku komunitas merasa kecewa terhadap peristiwa yang terjadi pada malam Rabu kemarin," ungkap Bobi seraya berharap kedepannya jajaran Kepolisian benar-benar memberikan rasa aman kepada para komunitas untuk berbuat guna membangun kota Medan ini.

Sementara Itu Ridho Golap, salah satu member Komunitas Film Sumatera Utara (KOFI SUMUT) sangat menyayangkan peristiwa pemerasan terhadap insan film. Aksi pemerasan yang terjadi  berdamak negatif terhadap industri kreatif yang digaungkan oleh Presiden Jokowi.(dra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru