SUMUT

NASIONAL

Ucap Syukur Penarik Betor Mendapat 5 Bungkus Mie Instan

Jumat, 10 April 2020 | 11.13 WIB
Kali Dibaca |

Suparmin, penarik betor di tengah badai virus corona.

Lb Pakam, metrokampung.com 
Sorot matanya tak bercahaya. Duduk terkulai seolah tak berdaya ditas becak bermotor (betor) tua dibawah pohon yang rindang.Malah saat disapa responnya biasa saja karena tersentak dari lamunan.Terlihat jelas jika Suparmin seolah memikul beban yang cukup berat.

Tapi ketika wartawan memperkenalkan diri ,baru lah Suparmin yang kesehariannya sebagai penarik betor di Simpang Pantai Labu,kota Lubuk Pakam,Deli Serdang ini mulai memberi senyum meski tak indah seyum orang pada umumnya.

"Kenapa pak,apa bapak sakit? tanya wartawan.

" Ah gak kok.Saya sehat,"jawab Suparmin sambil memperbaiki duduknya agar terlihat tegar.
Ketika ditanyakan apakah omset hari ini lebih baik dari kemarin,barulah pria berusia 59 tahun ini mulai bercerita.Ternyata pertanyaan tersebut membuat dia tertarik.

"Walah sampai menjelang siang ini saja belum dapat satupun penumpang.Padahal  sejak pukul 07.00 pagi saya sudah dipangkalan. Namun sejak mewabahnya virus carona pendapatan perharinya Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu saja sudah syukur. Makanya perekonomian penarik becak seperti saya semakin sulit,"kata Suparmin sembari menambahkan bahwa kesulitan yang sama juga dialami 49 penarik betor lainnya yang ada di Simpang Pantai Labu.

Usai memberi jawaban, suami Asih ini saling menggosokkan kedua telapak tangannya. Pandangannya makin jauh kedepan menerobos hujan rintik yang mulai turun di kota Lubuk Pakam. Matanya kemudian tertuju pada angkot yang melintas. Harapannya ada penumpang yang turun dan ingin naik becak. Namun,angkot tersebut terus berlalu.Sebab,didalam angkot tak seorangpun ada penumpang.

Entah kenapa, tiba-tiba saja matanya berlinang meski tak merubah pandangan.Ia berupaya tegar dengan menarik nafas dalam sambil membusungkan dada. Namun upayanya itu tak mampu membendung air mantanya. Bahkan,suara tangis tak jua mampu ditahannya.

"Karena virus carona hidup saya semakin pahit. Sudah susah,makin susah. Padahal wabah carana,setiap hari saya bisa membawa pulang uang Rp 70 ribu hingga Rp 80 ribu," ucapnya sedih.

Ketika ditanya bagaimana untuk memenuhi kebutuhan pokok rumahtangga.Suparmin lagi-lagi hanya menggelengkan kepala seolah memberi isyarat bahwa dia sudah tak tau harus bilang apa.

 "Gak tau lagi mau bilang apa, mas. Tapi syukurnya 3 hari lalu ada orang yang datang ke rumah memberi beras 5 kilogram dan 5 bungkus mie instan, minyak goreng 1 kilogram serta telur 10 butir,"ungkap warga Jalan Mesjid, Gang Kuburan, Desa Sekip, Kecamatan Lubuk Pakam ini.

Suparmin juga menceritakan,ke empat anaknya memang sudah berkeluarga namun hidupnya juga pas-pasan.Makanya,ia tak pernah mau menceritakan pahitnya hidup yang dialaminya saat ini. Soalnya dia tak ingin menambah beban anaknya.

Menurut Suparmin sebenarnya dia juga takut tertular virus mematikan itu. Tapi baginya tak ada pilihan lain hingga terpaksa keluar rumah untuk mengais rezeki agar bisa bertahan hidup.

"Kan enak saja pemerintah menyuruh kita tetap dirumah. Kalau mereka yang punya gaji tiap bulan bisa lah dirumah saja.Tapi bagaimana dengan orang seperti saya mencari sehari untuk makan sehari. Bahkkan sampai sekarang saya belum ada dapat bantuan apapun dari pemerintah,"ujar Suparmin.

Karena hujan makin lebat Suparmin bergeser untuk berteduh di depan kafe yang sudah tutup disamping SPBU Simpang Pantai Labu.

Sambil mengibaskan baju yang sedikit basah pria berkepala plontos ini mengaku hujan adalah bagian dari perjalanan hidupnya sebagai penarik becak sejak tahun 1980. Malah tak jarang dirinya harus menerjang hujan saat membawa penumpang. Baginya rezeki harus dikejar meski hujan menjadi tantangan.

"Saya kan kepala keluarga yang memiliki tanggung jawab. Makanya meski saya tak tamat sekolah dasar tapi semua anak bisa tamat SMA. Begitu juga dengan virus carona meski makin mewabah, saya harus tetap berjuang untuk hidup. Semoga saja wabah ini segera berlalu,"tuturnya sembari kembali menghapus kedua matanya yang berkaca-kaca.(dra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru