Pengikut

SUMUT

NASIONAL

Bupati oh Bupati

Kamis, 14 Mei 2020 | 11.08 WIB
Kali Dibaca |

Emak-emak yang mendatangi kantor Bupati Labuhan Batu.

RT Prapat, metrokampung.com
Wajah belasan ibu rumah tangga asal Rantau Utara itu terlihat kelelahan. Seharian menunggu agar bisa ketemu bupati, ambyar.  

 Usai rapat dengan Organisasi Perangkat Daerah, orang nomor 1 di Pemkab Labuhan Batu, Andi Suhaimi Dalimunthe, malah memilih menghindari kerumunan ibu-ibu tersebut. Padahal, mereka datang ke kantor bupati, Senin (11/5/2020),  memelas diberi bantuan sembako. "Pak, kami lapar."

 Mereka adalah warga Rantau Prapat yang akibat wabah korona, menderita kelaparan. Persediaan makanan di rumah mereka telah habis.

"Saya sudah berulang kali di data, tapi tidak pernah dapat bantuan Covid-19. Anak saya 7 orang, bahan makan kami sudah tidak ada lagi di rumah," kata Nuraini Rambe, seorang ibu yang ikut rombongan belasan emak-emak menggeruduk kantornya Andi Suhaimi.

 Ibu itu hanya berharap diberi bantuan agar dia dan anaknya bisa makan. Ibu itu  mengaku sudah didata oleh pihak desa. Anehnya, bantuan tak kunjung diterima.

"Sebenarnya ibu malu datangi kemari (kantor bupati). Walau kami miskin kami masih punya harga diri. Tapi terpaksa karena untuk makan sehari-hari sudah tidak ada persediaam lagi,"aku ibu lain.
Ibakah Andi Suhaimi melihat warganya memelas sambil menunggu ditemuinya di halaman kantornya? Sayangnya, Andi Suhaimi bergeming sejenak lalu menghindari kerumunan para ibu tadi.  

 Kadis Informasi dan Komunikasi Rajid Yuliawan, saat ditanya kenapa bupati menghindar, malah mengirim link sebuah portal berita terkait kejadian Senin (12/5/2020). Dalam berita disebutkan, warga yang mendatangi kantor bupati merupakan warga penerima bansos pemerintah. 

 Para ibu itu, tulis portal berita, sudah beberapa kali mendapatkan bantuan sembako. Dituliskan juga, kedatangan belasan ibu RT itu diduga ditunggangi salah seorang tim sukses calon bupati rival Andi Suhaimi.(rel/dra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru