SUMUT

NASIONAL

Dinkes DS Lemah Pengawasan Pemborong Puskesmas Bangun Purba Melarikan Diri

Kamis, 28 Mei 2020 | 18.39 WIB
Kali Dibaca |

Bangunan Puskesmas Bangun Purba senilai Rp 3,1 Miliar yang ditinggal lari pemborongnya.

Bangun Purba, metrokampung.com
Proyek pembangunan Puskesmas Bangun Purba berbiaya Rp 3,1 Miliar, sejak tahun 2019 hingga saat ini belum juga rampung. Bahkan proyek tersebut  mangkrak dan menjadi bangunan mubajir.

Pantauan wartawan bangunan Puskesmas Bangun Purba yang berada di pinggir jalan umum, Desa Sialang, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deliserdang, baru berdiri rangka bangunan. Bahkan plang proyek tidak terlihat sama sekali. Kondisi bangunan memprihatinkan. Di sana sininya dipenuhi rumput.

 Informasi dihimpun proyek mangkrak tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Deliserdang Tahun 2019 dengan nilai mencapai  Rp 3,1 Miliar. Namun hingga awal Tahun 2020 pengerjaannya tidak pernah dilanjutkan lagi. Kabarnya pemborong bangunan telah melarikan diri.

 Salah seorang warga di sana mengatakan, pembangunan telah dilakukan sejak Tahun 2019 dan bangunannya dibiarkan begitu saja hingga dipenuhi rumput.

 "Pembangunannya dilakukan Tahun 2019 akhir,  plang proyeknya gak ada," kata Haro, salah seorang warga.

 Sedangkan Kepala Puskesmas Bangun Purba, dr Rosida Sinaga menyarakan wartawan untuk menanyakan soal bangunan tersebut kepada pihak Dinas Kesehatan.

 Namun Rosida mengakui pekerjaan bangunan proyek puskesmas tersebut dilakukan sejak Tahun 2019.

 "Benar itu pembangunan Tahun 2019, tapi sudah diberhenti kayaknya," sebut dr Rosida.
 Ketika ditanya soal plang nama proyek, Rosida mengakui jika dulunya ada. Dia juga tak ingat berapa besaran anggarannya.

 "Saya lupa berapa anggarannya. Mana saya ingat-ingat,'jawabnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Deliserdang, dr Ade Budi Krista ketika dikonfirmasi, Kamis (28/5/2020) menjelaskab bahwa pembangunan tersebut dihentikannya karena kontraktornya tak sanggup menyelesaikan.

"Pekerjaan itu ku hentikan karena kontraktornya tidak komit menjalankan tugas sesuai progres.Maka ku putuskan kontraknya dia lari. Belum dibayar itu ," bebernya.

Ketika dipertegas apakah memang belum dibayar, iapun mengakui dari anggaran senilai Rp 3,1 Miliar hanya Down Payment (DP) atau pembayaran awal yang telah dilakukan.
 "DP-nya lah yang sudah dibayar, kan sudah aku jawab itu ke Infokom. BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) pun sudah periksa itu tidak ada masalah ," tandasnya membela.(dra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru