SUMUT

NASIONAL

Relokasi Regal Springs Indonesia (RSI) ke Uluan dan Porsea, Begini Pandangan "Parade Lee" Guru Besar PKNSI

Kamis, 04 Juni 2020 | 20.21 WIB
Kali Dibaca |

Parade Lee Manurung, Guru Besar Perguruan Kungfu Naga Sakti Indonesia (PKNSI). 

Porsea, metrokampung.com
Gonjang ganjing terkait rencana relokasi Regal Spring Indonesia (RSI) yang sebelumnya bernama PT. Aquafarm Nusantara dari Perairan Danau Toba di Wilayah Kecamatan Ajibata ke Uluan dan Porsea tampaknya mendapat tanggapan dari beberapa tokoh masyarakat sekitar.

Salah seorang tokoh yang juga Guru Besar sekaligus pendiri Perguruan Kungfu Naga Sakti Indonesia (PKNSI), Parade Lee Manurung memberi tanggapanya.

Saat ditemui di kediamannya yang  merupakan markas besar PKNSI di Desa Jonggi Manulus, Kecamatan Parmaksian pada Kamis (04/6/2020) memberi banyak tanggapan secara pribadi terkait rencana relokasi RSI itu.

Menurutnya, relokasi RSI itu merupakan salah satu kesempatan yang sangat bagus khususnya bagi peningkatan ekonomi masyarakat sekitar dimana lokasi RSI itu nantinya berada dan secara umum bagi warga di Kecamatan Porsea, Uluan, Narumonda, Sigumpar, dan lainnya.

Hal itu kata Parade, sebagaimana amanah Perpres 81 Tahun 2014 Pasal 54 ayat 7, ayat 8 hingga ayat 9 tentang tata ruangj jelas telah mengatur zona sebab nantinya RSI akan menciptakan lowongan pekerjaan yang cukup banyak yang mana hal itu tentunya akan menyebabkan angka pengangguran akan berkurang.

Selain itu, ikan ikan yang hidup liar di sekitar Lokasi usaha RSI itu juga nantinya akan berkembang pesat sebab banyak makanan ikan yang tidak terkonsumsi ikan di dalam areal RSU me jadi sumber makanan ikan liar tersebut. Artinya, ikan buruan akan semakin banyak oleh para pencari ikan tradisional.

Namun demikian, Parade juga tidak memungkiri bahwa kemungkinan RSI itu juga nantinya akan menghasilkan limbah, akan tetapi karena lokasi RSI berada di hulu sungai, maka menurutnya, limbah tersebut akan segera terbawa arus sungai yang cukup deras ke bagian hilir sungai Asahan.

"Beda dengan lokasi RSI di Ajibata saat ini, dimana arus airnya boleh dikatakan hampir tidak ada serta kedalamannya yang cukup, sehingga limbah ikan tersebut akan mengendap dan menumpuk di dasar danau dan kemungkinan besar akan merusak ekosistem," sebut Parade yang akrab disapa dengan julukan "Guru".

Selain itu, Parade juga mengharap agar nantinya bukan hanya usaha RSI saja yang di relokasi, akan tetapi juga lokasi pengalengan ikan Tilapia produksi RSI bisa dilakukan di wilayah Kabupaten Toba, tidak di Deli Serdang lagi. "Itu harapan saya ke depan. Dengan demikian ekonomi warga akan meningkat," harapnya.

Dalam kesempatan itu, ia meminta agar masyarakat khusunya yang berdiam di seputaran pinggiran danau dan sungai Asahan untuk berpikir jernih dan jangan mudah terprovokasi ajakan untuk menolak relokasi RSI tersebut oleh pihak yang tidak berkepentingan.

"Semua ada aturan terkait relokasi RSI itu yang sudah dibahas dan ditetapkan oleh Pemerintah. Namun ingat! Bila RSI nantinya ternyata melanggar aturan, saya akan tolak dengan keras," pungkasnya.(e/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru