SUMUT

NASIONAL

Pulang Demi NKRI, Ari Garyanida: Saya Nangis Saat Cium Merah Putih

Minggu, 26 Juli 2020 | 21.23 WIB
Kali Dibaca |

Sekjen PP GM FKPPI Ari Garyanida. (FOTO: Dok.Instagram Ari Garyanida).
Jakarta, metrokampung.com
Sempat lama menetap di Perth, Australia ternyata tidak membuat Sekjen PP GM FKPPI (Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri) Ari Garyanida melupakan Tanah Air tercinta.

Bahkan ia memiliki kenangan emosional tersendiri saat mencium Sang Merah Putih. Tetes air matanya bergulir. Lencana GM FKPPI adalah kebanggaan tak terkira yang mampu membangkitkan semangat nasionalismenya mengabdi pada NKRI.

Ari Garyanida terinspirasi dari pengabdian sang ayah. Putra mantan Kapolda Jawa Barat almarhum Komjen Pol (Purn) Dadang Garnida dan Hj Siti Suwarni tersebut rela meninggalkan segala kenyamanan hidup di negeri orang.

Bahkan kala itu ia rela melepas jabatan sebagai asisten dekan di Faculty of international business, Curtin University of technology, Australia.

"Mungkin karena faktor orang tua. Kita dari kecil udah melihat orang tua, banggalah sama orang tua. Pada saat saya masuk GM FKPPI itu sudah gak asing lagi," terangnya, Sabtu (25/7/2020).

Sebagai anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga, pria bernama lengkap Ari Purnama Garyanida, B.Com., MIB. ini merasa telah disiapkan melanjutkan jejak sang ayah.

Sejak kecil ia diarahkan mengikuti berbagai cabang olahraga. Mulai atletik, marathon hingga bela diri. Ayahanda tercinta bahkan telah memakaikan behel sejak kecil. Agar giginya terlihat rapi. Sementara dua saudara perempuannya, Ira Astriani dan Ayu Andriani justru tidak mendapat perlakuan serupa.

"Bapak gak harus untuk langsung bilang kamu ke sana. Tetapi dari cara mengarahkan udah terlihat seperti itu," jelas mantan Ketua PD X GM FKPPI Jabar tersebut.

Kendati demikian, ia mendapatkan bekal akademis yang mumpuni. Komjen Pol (Purn) Dadang Garnida memang memberi perhatian besar terhadap pendidikan putranya tersebut.

Ari menuntaskan pendidikan dasar di SD Purnama Jakarta dan SMP 13 Jakarta. Selanjutnya ia terbang ke Australia melanjutkan masa SMA di Alexander College, Perth, Australia.

Masa kuliah ia tempuh di Curtin University of Technology, Australia (S1) Degree in International Business & Information System dan Curtin University of Technology (S2) Master of International Business.

Ayah dari dua orang putra Syafiq Ardin Azzafran dan Qalisya Putridilia ini juga sempat bekerja di AEON Pty. Ltd (Australia). Tapi ibarat kata pepatah. Buah jatuh tak akan jauh dari pohonnya.

Demikian pula rupanya dengan masa muda Dadang Garnida. Menempuh pendidikan di berbagai sekolah luar negeri mulai India hingga Inggris. Namun ilmunya dibawa pulang ke Indonesia dan diterapkan di kepolisian.

"Pada saat bapak masuk ToT (Training of Trainer), pangkat bapak saat itu masih Mayor, Letkol tapi ngelatih jenderal-jenderal," ujarnya.

Kisah itu menginspirasi Ari Garyanida. Ia menuntaskan cita melalui keberhasilan dalam dunia pendidikan. Ari juga memperoleh status permanent residence (penduduk tetap) dari Pemerintah Australia karena memenuhi standar prestasi akademik yang tinggi.

Terbukti ia menjadi Asisten Dekan Faculty of international business, Curtin University of technology, Australia yang kini telah ia tinggalkan dengan segala pencapaian di sana.

"Di situ emang banyak belajar nah dari situ udah mulai nyaman, udah beristri udah gitu bapak nelpon saya. Itulah nasionalismenya muncul. Kamu dikirim ke sana itu bukan buat tinggal di sana. Kamu pulang ke sini baktinya di sini," ungkap Ari menirukan ucapan sangat ayah kala itu.

Demi sebuah pengabdian, Ari memutuskan pulang. Kendati segala kenyamanan harus ia tinggalkan. Ari melanjutkan karir di PT Garindo Persada Indonesia, PT Garindo Persada Trans dan PT Garindo Persada Betiga.

Saat pulang itu pula, ia mendapatkan tawaran berorganisasi menjadi pengurus GM FKPPI Jawa Barat. Mulai Bendahara GM FKPPI Jabar, Wakil bendahara umum PP GM FKPPI hingga Ketua PD X GM FKPPI Jabar.

"Akhirnya saya ditarik diajak sebagai kader. Kalau saya kan tipikalnya coba mencari ruh-nya dulu. Apa sih organisasi ini," kata penghobi travelling dan baca buku ini menambahkan.

Sebagai organisasi yang besar dan disegani, menjadi pengurus GM FKPPI diakui Ari adalah tanggung jawab cukup berat. Suami dari Intan Juliana, B. Com., ASA itu tak mau setengah hati. Ia harus memantapkan langkah.

"Pada waktu itu aku disuruh udah ini aja gantiin saya. Cuma saya itu belum dapat feelnya pada saat itu. Akhirnya saya keliling ke Jabar udah kayak Pilgub. Keliling-keliling rayon, sampai tidur di jalan. Hanya ingin mencari ruh-nya," papar Ari Garyanida.

Selama perjalanan, ia melihat ketokohan para anggota GM FKPPI di daerah. Serta mengagumi akan kecintaan mereka terhadap NKRI.

"Memang kecintaan mereka terhadap organisasi dan NKRI itu luar biasa," pujinya.

Puncak pencarian itu, Ari memegang komando sebagai Ketua Pelaksana Latihan Kader Organisasi Tingkat Madya (Latkordya). Ada sesuatu yang membuatnya meneteskan air mata.

"Pada saat malam api unggun. Kita lulus itu cium bendera. Itu nangis saya. Saya menemukan ruh. Saya baru meniatkan diri menjadi pemimpin GM FKPPI Jabar," kenang pria kelahiran Banjarmasin, 13 Januari 1979 tersebut.

Melihat militansi luar biasa para anggota GM FKPPI membuat Ari Garyanida berdecak kagum. Maka, sejak memimpin di PD X GM FKPPI Jabar ia merumuskan berbagai program. Memegang filosofi pemimpin adalah pelayan.

"Saya lihat organisasi ini secara militansinya luar biasa. Anak-anak loreng, gak dikasih duit, ngumpul bareng. Nggak ada anggaran. Tapi luar biasa. Pada saat itu misi saya adalah mencoba menggabungkan militansi mereka yang sudah ada," urai Ari.

"Saya berfikir apabila militansi ini sebagai modalitas organisasi ini ada, kita serempet sedikit dengan kesejahteraan, ini langsung booming," sambungnya.

Tidak hanya itu saja. Ia berfikir visioner. Membuat lembaga strategis bersifat profesional praktis, mengaktifkan Lembaga Bantuan Hukum (LBH), koperasi, dan Lembaga Kajian Strategis.

Tujuannya, menampung ide dan gagasan para anggota sehingga bermanfaat dan memberikan kesejahteraan.

"Kita salurkan ke pemerintah dengan cara yang benar," jelasnya.

Selain itu, Ari menguatkan lembaga kaderisasi sebagai kawah candradimuka anggota GM FKPPI. Karir organisasi Arya Garyanida tersebut mengantarkannya menuju jabatan Sekjen PP GM FKPPI saat ini.

"Nah itulah kawah candradimuka mempersiapkan mereka sebagai kader yang profesional dan praktis yang selama ini kita coba," tuntas Sekjen PP GM FKPPI Ari Garyanida.(in/dra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru