SUMUT

NASIONAL

Masuk Dalam DPO Pak Erik Ditangkap Satnarkoba Polres Labuhanbatu

Senin, 03 Agustus 2020 | 13.44 WIB
Kali Dibaca |


Rantauprapat, metrokampung.com
Kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat,SIK, MH melalui Kasatres Narkoba AKP Martualesi Sitepu,SH, MH menerangkan ES (Erwin Samosir) Als Pak Erik (39) warga Desa Aek Korsik Kecamatan Aek Kuo Kabupaten Labura berhasil ditangkap personil Satnarkoba pada tgl 3 Agustus 2020 sekira pukul 02.00 Wib saat tertidur pulas di Kebun Afdeling III PTPN III Pulo Mandi Kabupaten Asahan.

Terpidana ini masuk dalam DPO Satnarkoba setelah adanya permintaan bantuan penangkapan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Labuhanbatu Kumaedi,SH kepada Kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat,SIK,MH sejak tanggal 12 Juni 2020 untuk melaksanakan Putusan MA tanggal 6 Januari 2016 yang memutuskan terdakwa ES als Pak Erik terbukti secara sah bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika Gol I Bukan Tanaman dengan menjatuhkan vonis 4 tahun dan denda sebesar Rp.800.000.000 dengan ketentuan apabila denda tersebut maka diganti dengan pidana penjara 4 bulan.

Adapun terpidana ini dulunya divonis bebas di PN Rantau Parapat sehingga oleh JPU mengajukan kasasi,dimana terpidana ini awalnya ditangkap Satnarkoba pada tgl 11 Des 2013 di Dusun III Parit Minyak Desa Aek Korsik Kec.Aek Kuo Kab.Labura dengan barang bukti 3 plastik klip berisi narkotika sabu berat 0,7 Gram,323 Plastik klip kosong,satu unit HP Nokia,satu unit HP Samsung,satu buah mancis,dua buah kaca pirek dan satu buah sekop.

Selama dari tanggal 12 Juni 2020 Satnarkoba intensif melakukan pencarian terhadap terpidana ini untuk menjaga marwah penegak hukum agar kewibawaan hukum dirasakan oleh masayarakat sehingga salah satu tujuan penghukuman yaitu memberikan efek jera dapat menjadi edukasi kepada masyarakat sehingga rasa aman dan tertib tetap terjaga ditengah tengah masyarakat dan orang orang yang hendak melakukan perbuatan melawan hukum semakin kedepannya semakin sadar.

Oleh Pak Erik mengakui bahwa sejak dirinya divonis  bebas tahun 2014 dia merantau ke Lampung dan bekerja serabutan namun sejak mewabahnya virus corona dia pulang kampung dan dalam 2 bulan terakhir dianya  mengetahui dirinya dicari cari petugas sehingga terpidana ini dalam pelarian dan berusaha menghindari dari tangkapan petugas,bapak lima orang anak laki laki ini merasa menyesal dan pernah menyatakan kepada isterinya untuk berniat  menyerahkan diri namun oleh isterinya menyatakan kalau abang menyerahkan diri nanti bagaimana saya akan menyekolahkan anak anak.

Saat ini terpidana ini masih diperiksa di Satnarkoba untuk selanjutnya dilimpahkan ke eksekutor JPU Rantau Prapat.(Oen/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru