SUMUT

NASIONAL

P-APBD Deliserdang TA 2020 Disetujui

Senin, 14 September 2020 | 15.30 WIB
Kali Dibaca |

Bupati Deliserdang Ashari Tambunan menerima P-APBD Deliserdang TA 2020 yang telah disetujui dewan.
Lb Pakam, metrokampung.com
Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran 2020, diterima dan disetujui pada Sidang Paripurna DPRD yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Amit Damanik, T Ahmad tala’a dan  Nusantara Tarigan Silangit.

Hadiri Bupati Deli Serdang H Ashari Tambunan beserta  Wakil Bupati HMA Yusuf Siregar, unsur Pimpinan Forkopimda, Sekdakab Darwin Zein juga pimpinan OPD jajaran Pemkab Deliserdang, ditandai penandatangan bersama di Ruang Sidang DPRD Deli Serdang, Jumat (11/9/20).

Sidang Paripurna itu diawali dengan pembacaan Laporan Badan Anggaran DPRD Deliserdang disampaikan anggota Misnan Al Jawi diantaranya menyampaikan bahwa penyampaian nota keuangan rancangan perubahan APBD tahun anggaran adalah nota keuangan tujuan penyusunan 2020 disampaikan memberikan penjelasan berkenaan dengan pokok-pokok program dan kegiatan, termasuk kebijakan yang menjadi landasan dalam kelompok pendapatan, belanja dan pembiayaan. Penting untuk diingat bahwa APBD Tahun Anggaran 2020 merupakan APBD tahun pertama target RPJMD 2019-2024.

"Perlu kiranya pemerintah daerah tetap berpedoman pada target setiap tahunnya sesuai dengan target RPJMD 2019-2024. Bila dirasa perlu, momentum situasi pendemi covid 19 menjadi alasan untuk melakukan revisi target pendapatan dan belanja di RPJMD 2019-2024 agar tercapai nantinya,"kata Misnan Al Jawi.

Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan menjelaskan bahwa sesuai dengan tahapan pembahasan rancangan perubahan apbd tahun 2020, dimulai dari pembahasan perubahan KUA, PPAS dan RANPERDA hingga ditetapkannya menjadi peraturan daerah, beberapa hal yang telah disepakati yakni perubahan prioritas pembangunan daerah dan arah kebijakan Tahun 2020; wabah pandemi covid-19 yang melanda dunia, ditandai dengan kasus pertama di Indonesia yang terjadi pada triwulan pertama Tahun 2020 telah menimbulkan perubahan yang fundamental pada kehidupan manusia. Menyebabkan terganggunya aktivitas ekonomi di seluruh negara dan berakibat terjadinya resesi di dunia.

"Dampak yang dirasakan Indonesia juga cukup besar dengan terputusnya mata rantai pasokan barang dan jasa, terganggunya mobilitas masyarakat, dan menurunnya kegiatan ekonomi khususnya pada sektor Industri, Pariwisata dan UMKM, yang berdampak pada potensi meningkatnya angka pengangguran dan kemiskinan serta pada akhirnya menimbulkan kontraksi pada pertumbuhan ekonomi daerah yang tentu berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi nasional," bilang Bupati.(dra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru