Pengikut

SUMUT

NASIONAL

Indonesia Bersiap Hadapi La Nina

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 18.48 WIB
Kali Dibaca |

 


Jakarta, metrokampung.com
Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagian besar wilayah indonesia akan terdampak La Nina  akhir tahun 2020 hingga awal tahun 2021. Pemerintah mempersiapkan mitigasi menghadapi La Nina yang dapat menyebabkan cuaca ekstrem dan maupun dampak lain.

La Nina adalah kondisi anomali suhu permukaan laut samudera Pasifik tropis pada bagian tengah dan timur yang lebih dingin daripada kondisi normal sehingga menyebabkan tekanan udara pada ekuator Pasifik barat yang mendorong pembentukan awan dan menyebabkan curah hujan berlebihan.

BMKG dan pusat layanan iklim lainnya seperti NOAA (Amerika Serikat), BoM (Australia), JMA (Jepang) memperkirakan La Nina dapat berkembang terus hingga mencapai intensitas La Nina Moderate pada akhir tahun 2020, diperkirakan akan mulai meluruh pada Januari-Februari dan berakhir di sekitar Maret-April 2021.

Catatan historis menunjukkan bahwa La Nina dapat menyebabkan terjadinya peningkatan akumulasi jumlah curah hujan bulanan di Indonesia hingga 40% di atas normalnya. Namun demikian dampak La Nina tidak seragam di seluruh Indonesia. 

Pada Bulan Oktober-November, peningkatan curah hujan bulanan akibat La Nina dapat terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia kecuali Sumatera. Selanjutnya pada Bulan Desember hingga Februari 2021, peningkatan curah hujan akibat La Nina dapat terjadi di Kalimantan bagian timur, Sulawesi, Maluku-Maluku Utara dan Papua.

Peningkatan curah hujan seiring dengan awal musim hujan disertai peningkatan akumulasi curah hujan akibat La Nina berpotensi menjadi pemicu terjadinya bencana hidro-meteorologis seperti banjir dan tanah longsor.

Para pemangku kepentingan diharapkan menyusun menyusun kebijakan mitigasi potensi bencana Hidro materiologi di tengan situasi Pandemi serta lebih optimal melakukan pengelolaan tata air terintegrasi dari hulu hingga hilir misalnya dengan penyiapan kapasitas sungai dan kanal untuk antisipasi debit air yang berlebih.

Masyarakat diimbau agar terus memperbaharui perkembangan informasi dari BMKG dengan memanfaatkan kanal media sosial infoBMKG, atau langsung menghubungi kantor BMKG terdekat. (dilansir dari www.bmkg.go.id)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru