Pengikut

SUMUT

NASIONAL

Kades Sei Tarolat : Berpikirlah Menyikapi Sesuatu Agar Tidak Salah Kaprah

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 01.32 WIB
Kali Dibaca |

Kepala Desa Sei Tarolat, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhan Batu, Zul Rahmadi Tanjung ST.

Lb Batu, metrokampung. com
Berpikir positif dalam menyikapi sebuah persoalan yang belum diketahui secara detail akan menjauhkan dari sifat keegoan dan merasa apa yang dianggap benar itu sudah pasti benar. Sehingga dalam menyikapi sesuatu tidak salah kaprah.

Hal ini disampaikan Kepala Desa Sei Tarolat, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhan Batu, Zul Rahmadi Tanjung ST saat dikonfirmasi terkait adanya postingan dimedsos soal masker yang belum dibagikan kepada warganya, Jumat ( 23/10/2020). 

 "Menyelusuri sebuah persoalan selayaknya berpikirlah secara objektif dan rasional. Kita harus bersikap arif dan bijak. Jangan membuat statement di masyarakat dan di medsos yang dapat menimbulkan pemikiran negatif. Sehingga membangun opini publik bersifat destruktif,"jelasnya. 

Ditegaskannya, pemerintah Desa Sei Tarolat sudah membelanjakan masker sebanyak 3 ribu buah dengan nilai belanja sebesar Rp 22,5 juta. Sedangkan belanja masker sebelumnya sebanyak 500 buah dengan nilai biaya sebesar Rp 3.750.000.

"Barangnya baru kemarin datang bang, kemudian saya hubungi semua kepala dusun agar menyampaikan data jumlah warga kepada sekretaris desa untuk dibagikan. Kita masih menunggu data dari kadus untuk kita bagikan. In Sya Allah besok kita bagikan bang. Bukan kita bawa diam, untuk apa masker sebanyak itu kalau tidak dibagikan. Mau dibawa ke lubang kubur,"katanya sambil ketawa. 

Disinggung soal dana Bimtek, Zul Rahmadi mengaku sangat menyayangkan rekan - rekan sosial kontrol (wartawan) tidak bisa membedakan mana dana perencanaan dan dana yang direalisasikan. 

"Anggaran bimtek dan studi banding kepala desa dan ketua PKK kita anggarkan sebesar Rp.37.550.000, baru terealisasi anggaran sebesar Rp 7.150.000 masih ada kegiatan bimtek lain yang belum kita lakukan. Kita sayangkan ada yang menuding secara tendensius seolah - olah kita memark-up anggaran,"ujarnya. 

Sedangkan anggaran untuk bimtek dan studi banding perangkat desa, lanjutnya,  dianggarkan sebesar Rp 50.600.000, tapi dana yang baru  dikeluarkan baru sebesar Rp 13.800.000.

"Untuk bimtek dan studi banding BPD sebanyak 7 orang dengan biaya Rp 57.550.000, namun dana yang terealisasi sebesar Rp 47.800.000 dan bersisa Rp 9.750.000,"jelasnya blak-blakan seraya menyebutkan Jika kegiatan bimtek selanjutnya tidak terealisasi, maka semua sisa anggaran disilpakan. 

"Di tahun 2021 dana Silpa akan tetap kita cantumkan di baliho penggunaan anggaran dana desa (ADD) dan Dana Desa (DD),"terang Zul Rahmadi.

Soal anggaran untuk guru Minggu, Bendahara Desa Sei Tarolat, Sakinah yang akrab disapa Kiki langsung menimpali bahwasm anggaran untuk guru Minggu sebesar Rp 30 juta dan baru terealisasi sebesar Rp 17.500.000. 

"Satu guru menerima anggaran sebesar Rp 500 ribu bang, sedangkan jumlah guru sebanyak 5 orang. Dana yang sudah kita berikan kepada mereka terhitung baru 7 bulan dimulai dari Januari. Honor yang 5 bulan lagi akan kita serahkan sebelum akhir tahun," imbuhnya.

 Adapun nama guru Minggu seperti, Yoona Br Sianturi,  Risma Pintauli Br Silalahi, Wenny Br Sitanggang,  Lastri Br Togatorop, Englina Br Manurung. 

Sakinah juga menjelaskan, anggaran operasional Posyandu Rp 62.510.000 dengan pos beberapa item berupa trasport kader Posyandu Balita 6 Pos dikali 5 orang dikali 12 bulan sebanyak Rp 36.000.000. Transport kader lansia 1 Pos dikali 2 orang kali 12 bulan sebanyak Rp 2,4 juta. 

BMT Posyandu Lansia 1 Pos kali 12 bulan sebanyak Rp 1,8 juta. Baju kader dan baju senam lansia menelan biaya Rp 9,3 juta. 
 
Kemudian Operasional Posyandu sebanyak Rp 2.210.000. Jumlah dana yang terealisasi Rp 41.260.000. 

Disinggung soal bantuan benih padi, Sakinah mengaku benih padi itu sudah dibelanjakan dan sudah dibagikan kepada 60 orang dan masing - masing menerima sebanyak 25 Kg. 

"Benih padi sudah kita beli dan sudah kita bagikan. Kalkulasi dananya Rp17.725 kali 1500 Kg = Rp 26.578.500. Kita anggarkan awalnya sebesar Rp 30 juta. Itu belum pajaknya. Prinsipnya semua sisa anggaran kita silpakan,"ungkap Sakinah (Hasyim/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru